Menerjemahkan Anjing Iblis

Persiapanku sebelum menerjemahkan novel ini yaitu membaca novel Sherlock Holmes lain terbitan Visimeda untuk mendapatkan gambaran kira-kira seperti apakah gaya yang disukai oleh Visimedia. Proses ini sangat membantuku untuk ‘menyerap’ gaya bahasa agar nantinya pekerjaan penyunting tidak terlalu berat sehingga bukunya cepat terbit. Di samping itu, aku juga membaca terjemahan novel ini yang sudah terbit. Fakta bahwa ini karya klasik yang sangat terkenal dan sudah pernah diterbitkan oleh beberapa penerbit lain memberikan beban tersendiri bagiku. Apalagi ternyata penerjemah sebelumnya adalah penerjemah senior yang menerjemahkan buku-buku bestseller, benar-benar membuat ciut nyali.

Anjing Iblis Keluarga Baskerville

Holmes dan Watson dihadapkan pada kasus yang paling menyeramkan. Legenda anjing setan yang menghatui rawa-rawa di sekeliling rumah keluarga Baskerville memperingatkan keturunan klan kuno itu agar tidak menjelajahi rawa-rawa pada malam hari, saat kekuatan iblis merajalela. Pemilik rumah Baskerville terakhir, Sir Charles, tewas dan jejak kaki anjing raksasa ditemukan di dekat jasadnya. Akankah pewaris yang baru menemui ajalnya dengan cara yang sama?