Di balik layar

Syahdan (2)

Lanjutan dari Syahdan... Saat itu nalurikulah yang mengambil alih. Aku hobi membaca novel, ingin bekerja di rumah, memimpikan punya laptop berwarna merah, dan menurutku aku bisa menerjemahkan karya berbahasa asing. Kuputuskan: aku ingin menjadi penerjemah novel. Beruntung kantor tempatku bekerja membuka peluang bagi para pekerjanya yang mendapatkan Skema untuk mengikuti pelatihan sesuai dengan minat masing-masing… Lanjutkan membaca Syahdan (2)

Di balik layar

Syahdan (3)

Lanjutan dari Syahdan... dan Syahdan (2) Manis, ya, kisah hidupku? Tidak juga. Aku pernah mengalami kejadian memalukan yang menjadi cambuk untuk terus belajar. Sementara itu, usaha yang dijalankan suami dengan uang hasil pesangonku mengalami kemacetan. Anakku kecelakaan, sempat kehilangan kesadaran karena mengalami pendarahan otak dan harus dioperasi untuk memperbaiki rahangnya yang patah.* Keadaan keuangan kami mulai gonjang-ganjing.… Lanjutkan membaca Syahdan (3)