[Ulasan] Pangeran Ular (Princes Trilogy #3)

Karena The Serpent Prince ini buku ketiga dari seri The Prince Trilogy, kukira novel ini cuma novel roman lainnya saja. Tapi ternyata tidak. Dialognya lucu. Karakternya juga kuat, walau ada adegan ala ‘stensilan’nya.

The Serpent Prince (Princes Trilogy, #3)Judul Asli: Serpent Prince (Princes Trilogy #3)
Penulis
: Elizabeth Hoyt
Bahasa asli: Inggris
Penerbit: Gradien Mediatama

Karena The Serpent Prince ini buku ketiga dari seri The Prince Trilogy, kukira novel ini cuma novel roman lainnya saja. Tapi ternyata tidak. Dialognya lucu. Karakternya juga kuat.

Menarik sekali mengikuti pergulatan batin tokoh Lucy yang mendapati ternyata suami yang baru ia nikahi, Simon, telah membunuh empat orang dalam duel demi membalas dendam pembunuhan kakaknya. Lucy bahkan menyaksikan salah satu dari duel-duel tersebut. Ternyata balas dendam itu tidak sekadar urusan nyawa dibayar nyawa. Setelah alasannya terkuak, aku menghadapi dilema, mau memihak siapa: Simon, yang bersikeras menyelesaikan ‘tugas’nya itu sampai tuntas? Atau Lucy yang menganggap balas dendam itu sama dengan pembunuhan walaupun disembunyikan di balik duel lalu meninggalkan Simon? Aku selalu menganggap kekerasan itu tidak perlu, tapi aku mendukung keputusan yang akhirnya Lucy ambil.

Walau kisah historical romance ini dibumbui adegan percintaan ala ‘stensilan’ yang membuat aku risih, namun tetap enak dibaca. Tidak ada wanita bangsawan yang heboh sendiri memikirkan mencari jodoh seakan-akan tidak ada masalah lain saja di dunia ini. Tidak ada acara semaput untuk menarik perhatian duke ini atau lord itu.

Lalu di mana Pangeran Ularnya? Nah – itu harus dibaca sendiri…

Sinopsis:

Ketika iblis bertemu malaikat…

Lucy Craddock-Hayes yang lahir dan dibesarkan di desa merasa puas dengan kehidupannya yang biasa-biasa saja. Hingga pada suatu hari dia menemukan seorang pria yang tidak sadarkan diri—pria telanjang yang tidak sadarkan diri—dan kehilangan kepolosannya untuk selamanya.

pria itu bisa membawa Lucy ke surga…

Viscount Simon Iddesleigh dipukuli sampai nyaris mati oleh musuh-musuhnya. Sekarang dia bertekad menjalankan misi dendam kesumat. Tapi saat Lucy merawatnya sampai sembuh, kejujuran gadis itu mengguncangkan akal sehatnya yang letih—bahkan ketika hal itu menyulut hasrat panas yang mengancam membakar mereka berdua.

atau ke neraka.

Karena terpesona oleh kecerdikan, sikap budi bahasa, dan bahkan sepatu berhak merah Simon, Lucy langsung jatuh hati kepadanya. Akan tetapi walaupun kehormatan Simon mencegahnya dari menodai Lucy, dendam kesumatnya mengakibatkan musuh-musuhnya menyerang Lucy. Sementara Simon melanjutkan melacak musuh-musuhnya, Lucy memperjuangkan keselamatan batin Simon dengan menggunakan satu-satunya senjata yang dia miliki—cintanya…

[Ulasan] Pangeran Gagak (Princes Trilogy #1)

Ada kalanya seorang wanita harus melakukan sesuatu yang di luar kordrat dalam kehidupannya – yaitu mencari pekerjaan. Bagi Anna Wren yang janda, itu artinya menerima pekerjaan sebagai seorang sekretaris untuk Earl Swartingham. Sekretaris selalu laki-laki – tidak pernah wanita – seperti yang Anna ketahui dengan baik. Tetapi yang sebenarnya menghancurkan kariernya adalah saat ia menyadari bahwa dirinya sudah jatuh cinta kepada Edward de Raaf – Earl of Swartingham.

Judul Asli: Raven Prince (Princes Trilogy #1)
Penulis
: Elizabeth Hoyt
Bahasa asli: Inggris
Penerbit: Gradien Mediatama

Sinopsis:

Ada kalanya seorang wanita harus melakukan sesuatu yang di luar kordrat dalam kehidupannya – yaitu mencari pekerjaan. Bagi Anna Wren yang janda, itu artinya menerima pekerjaan sebagai seorang sekretaris untuk Earl Swartingham. Sekretaris selalu laki-laki – tidak pernah wanita – seperti yang Anna ketahui dengan baik. Tetapi yang sebenarnya menghancurkan kariernya adalah saat ia menyadari bahwa dirinya sudah jatuh cinta kepada Edward de Raaf – Earl of Swartingham. Ketika Anna menyadari bahwa pria itu hendak mengunjungi rumah bordil di London untuk memenuhi ‘kebutuhan’nya, Anna merasa terancam – dan memutuskan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memenuhi ‘kebutuhan’nya – dengan sang Earl sebagai kekasihnya tanpa sepengetahuan lelaki itu.

Rupanya Earl punya alasan lain pergi ke London. Ia sedang menyelesaikan urusan pertunangannya dan mencoba (tanpa sedikit pun berhasil) melupakan sekretarisnya yang tidak seharusnya seorang wanita. Karena tidak tampan, ia tahu tak seorang wanita pun yang menginginkannya. Kecuali wanita misterius yang menemaninya melewati dua malam yang tak terlupakan di Aphrodite’s Grotto, rumah bordil yang paling penuh skandal di London.

Ketika rencana Anna terungkap, sedikit pemerasan mewarnai kisah, sebuah lamaran ditolak dan bahkan Earl sendiri tidak siap menghadapi intrik yang menjerat mereka.

***

Lagi-lagi aku merasa tertantang untuk menerjemahkan novel dengan genre yang belum pernah kugarap. Kisah ini berlabel ‘Historical Romance.’ Alur ceritanya lumayan tidak membosankan, kocak, walau akhirnya bisa ditebak.

Aku sempat bimbang apakah mau melajutkan menerjemahkan novel ini atau tidak, pasalnya ada adegan-adegan dewasa yang membuatku risih. Setelah meminta masukan kepada teman-teman penerjemah buku dan berdiskusi dengan editornya, maka penerjemahan pun kulanjutkan hingga rampung. Editornya berjanji akan “memberikan pakaian” pada adegan-adegan tersebut. Seperti apakah “pakaian” itu? Kita lihat saja hasilnya kalau sudah terbit.

Baca juga: The Serpent Prince (Princes Trilogy #3)

Sweet Tea at Sunrise: Jalinan Hati (Sweet Magnolia #6)

Menerjemahkan kisah drama roman kontemporer merupakan tantangan besar bagiku karena pada dasarnya aku bukan penikmat genre ini, apalagi karena novel ini adalah novel keenam dari seri yang terdiri dari tujuh buku. Aku menerima pekerjaan ini pun dengan sikap seseorang yang bersiap untuk turut serta dalam tantangan ‘Fear Factor’. Pantang bagiku untuk mengatakan tidak suka sebelum setidaknya mencobanya. Ketika akhirnya pekerjaan rampung, aku merasa bangga karena dengan caraku sendiri berhasil melewati tantangan tersebut dan berharap hasilnya bisa diterima dengan baik oleh para penggemar genre ini, khususnya seri ini.

Jalinan HatiJudul Asli: Sweet Tea at Sunrise (The Sweet Magnolias #6)
Penulis: Sherryl Wood
Penyunting
: Anna Ervita Dewi
Penerbit:
Violetbooks
Bahasa asli: Inggris

Sinopsis
Dengan kejenakaan yang sudah menjadi ciri khasnya, Sherryl Woods memperkenalkan pria bermulut manis untuk mengguncang Serenity.
Sarah Price, seorang ibu tunggal yang terluka emosinya pulang ke Serenity, South Carolina, untuk memulai lembaran hidup baru. Dengan dukungan kedua sahabatnya—generasi terbaru dari Sweet Magnolia—ia mampu menghadapi krisis apa pun.

Namun terkadang seorang wanita membutuhkan lebih dari apa yang dapat diberikan oleh sahabat yang paling dikasihinya. Bisa jadi Travis McDonald yang seksilah yang dibutuhkan oleh Sarah untuk membangkitkan rasa kepercayaan dirinya yang hancur. Pria pendatang baru ini bertekad untuk mengajak Sarah bekerja di stasiun radio miliknya yang baru lahir… dan barangkali juga mengundang ke tempat tidurnya.

Sarah sudah belajar untuk tidak mempercayai kata-kata manis. Ia akan mengukur pria tersebut berdasarkan tindakannya. Apakah Travis orang yang mampu menyembuhkan luka hatinya? Atau apakah lelaki itu hanya akan menghancurkannya lagi?

“Woods (Welcome to Serenity) menciptakan drama keluarga yang memikat.”
—Publishers Weekly

Poison

Penulis: Sara Poole
Penyunting: A. Mellyora
Bahasa asli: Inggris
Penerbit: Tiga Serangkai
Tebal: 552 halaman
Terbit: Desember 2011
Sinopsis
SEBELUM KELUARGA TUDOR, HIDUP KELUARGA BORGIA. LEBIH BERGAIRAH. LEBIH BERBAHAYA. LEBIH MEMATIKAN.

Pada musim panas tahun 1492, iblis jahat menggeliat di dalam Kota Abadi Roma. Pembunuhan brutal seorang alkemis memicu pengejaran mati-matian untuk menyibak komplotan yang mengancam memadamkan cahaya Renaisans dan menjungkalkan Eropa kembali ke dalam kegelapan abad pertengahan.

Dengan bertekad membalaskan pembunuhan ayahnya, Francesca Giordano menentang seluruh adat istiadat untuk mendapatkan posisi seorang ahli racun yang melayani Kardinal Rodrigo Borgia, kepala keluarga yang terkenal berbahaya di Italia. Francesca menjadi orang kepercayaan Lucrezia Borgia dan kekasih Cesare Borgia. Di tengah petualangannya mengarungi jaring-jaring muslihat dan pengkhianatan, Francesca mengejar pembunuh ayahnya dari jantung ghetto kaum Yahudi di pelosok Roma hingga ke puncak Vatikan itu sendiri. Dalam upayanya, ia mengatur panggung pertempuran terakhir dengan kekuatan kuno yang akan berusaha menggunakan hasratnya yang paling gelap untuk mencapai tujuan mereka yang menghancurkan.

Ulasan:

Buku Ramuan Deliverance Dane

“Just because you don’t believe it, doesn’t mean that it’s not true.”

Judul Asli:The Physick Book of Deliverance Dane
Penulis: Katherine Howe
Penyunting:
Galuh Wulandari, Hayu Handayani
Penerbit:
Violetbooks
Bahasa asli: Inggris

Sinopsis
Misteri kejahatan yang telah terlupakan. Setetes rahasia terkubur dalam-dalam. Sebuah buku mengungkap kebenaran yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

LULUSAN HARVARD, Connie Goodwin, perlu meluangkan waktu di musim panas untuk melakukan penelitian desertasinya. Tapi saat ibunya memintanya untuk menangani penjualan rumah tua milik neneknya yang berada di sekitar Salem, ia tak bisa menolaknya. Saat semakin jauh ia tenggelam dalam misteri di rumah keluarganya itu, Connie menemukan kunci tua di dalam Alkitab abad ketujuh belas. Bersama dengan kunci itu, tersembunyi sepotong perkamen dengan sebuah nama tertulis di dalamnya: Deliverance Dane. Penemuan ini mengarahkan Connie ke sebuah pencarian—untuk mengetahui siapakah wanita ini dan untuk menemukan artefak langka dengan kekuatan misterius: buku ramuan, yang di tiap halamannya tersimpan pengetahuan yang telah lama terkubur.

Sementara kisah hidup Deliverance yang mengerikan mulai terkuak, Connie dihantui oleh pengelihatan tentang pengadilan penyihir di masa lalu, dan merasa semakin terikat dengan sejarah Salem yang kelam, jauh lebih erat dari yang dibayangkannya.

Ditulis dengan keyakinan dan keanggunan yang mengagumkan, The Physick Book of Deliverance Dane merupakan kisah perjalanan antara pengadilan penyihir tahun 1690 dan wanita modern yang dihiasi misteri, intrik, dan pencerahan.

“Kisah tentang penyihir yang akan membuat Anda terpesona…. Dulu, penulis debutan menyuguhkan kisah menghipnotis tentang dunia supernatural yang membuat dunia penerbitan gemetar karena senang. Di 2005, ada Elizabeth Kostova dengan The Historian; di 2006 ada Diane Setterfield dengan The Thirteenth Tale. Musim panas ini, The Physick Book of Deliverance Dane adalah keajaiban.”

Ulasan: