[UT] Semester Satu

Hogwarts, Hogwarts, Hoggy Warty Hogwarts,
Teach us something please,
Whether we be old and bald,
Or young with scabby knees,
Our heads could do with filling,
With some interesting stuff,
For now they’re bare and full of air,
Dead flies and bits of fluff,
So teach us things worth knowing,
Bring back what we’ve forgot,
Just do your best, we’ll do the rest,
And learn until our brains all rot.

Syair lagu Hoggy Warty Hogwarts, dari Harry Potter and the Philosopher’s Stone.


“Kenapa kuliah di UT, Mbak Dina kan sudah malang melintang di dunia penerjemahan?”

Pertanyaan senada sering dilontarkan kepadaku saat mengobrol dan teman bicara mendengar aku sedang kuliah di Universitas Terbuka jurusan Sastra Inggris bidang minat Penerjemahan. Jawabannya sederhana saja: aku ingin menjadi sarjana. Aku ingin mengisi otak dengan hal-hal menarik, mengingat hal-hal yang kulupakan, walaupun sudah tua dan ubanan.

Pendaftaran, pemilih mata kuliah, pembelian bahan ajar, dan belajar dilakukan dalam jaringan (online) sedangkan pembayaran dilakukan melalui transfer di bank. Bagi mahasiswa UT yang terdaftar, tersedia Ruang Baca Virtual tempat mahasiswa dapat membaca bahan ajar di layar perangkat elektronik dengan sambungan internet. Akan tetapi, untuk ujian akhir semester mahasiswa harus mengikuti tes di tempat-tempat yang telah ditentukan.

Boleh dibilang semester satu ini merupakan uji coba bagiku, testing the water kata orang Sunda mah. Jika bisa mengikuti kegiatan belajar dan mendapatkan nilai cukup, aku akan melanjutkan studi. Jika tidak, sudah sampai di sini saja.

Pada awal perkuliahan, aku masih rajin mengikuti tutorial online (tuton) dan mengerjakan tugas. Mengingat pekerjaan sehari-hariku menerjemah, topik pelajarannya nyambung sehingga mengasyikkan. Namun, karena banyak alasan kesibukan semakin lama aku semakin jarang mengikuti tuton. Tahu-tahu, tiba waktunya ujian akhir semester. Pemberitahuan datang melalui email, beserta tautan ke video kiat-kiat sukses mengikuti ujian akhir semester.

Langkah berikutnya adalah mencetak Kartu Tanda Peserta Ujian dan mendapatkan informasi lokasi ujian. Peralatan ujian yang kusiapkan:

  • Alat tulis: 2 pulpen, 2 pensil 2B, rautan, penghapus, pita koreksi, papan jepit untuk alas menulis
  • kamus: Inggris-inggris dan kamus Indonesia-Inggris (karena kamus-kamus ini paling tipis dari antara koleksi kamusku)
  • Air minum.
    Saranku, bawalah bekal makanan jika jadwal ujiannya melewati waktu makan siang. Di tempat ujianku (SMK 5 Jakarta) hanya ada satu meja penjual gorengan, air minum di botol, berbagai minuman sasetan, mi instan, dan siomay.

Hari pertama, 29 Oktober 2017. Sesuai anjuran, sehari sebelumnya, aku sudah mencari lokasi ujian sesuai saran. Ternyata, pada hari H aku baru tahu bahwa aku salah tempat. Aku keliru membaca kode di lembar Kartu Tanda Peserta Ujian (KTPU). Rupanya, ujian jenis esai dan pilihan ganda dipisah tempatnya. Untunglah aku datang satu jam lebih awal dan berkeliling memeriksa ruangan, mencari nama di daftar hadir yang ditempelkan di tiap-tiap kelas. Saat tidak menemukan namaku, cepat-cepat aku mencari informasi kepada sesama peserta ujian lalu berangkat ke tempat yang diridoi Allah swt benar.

Ujian esai ditulis tangan. Bagi orang yang sudah jarang menulis dengan tangan, ini merupakan tantangan tersendiri jadi rajin-rajinlah berlatih menulis dengan tangan agar jawaban mudah dibaca dan mempercepat proses pengerjaan. Hari pertama terdiri dari ujian mata kuliah Translation 1, Translation 2, dan English for Translation.

Ujian mata kuliah Translation 1 dan Translation 2 berupa enam soal menerjemah, yang terdiri dari tiga soal penerjemahan dari bahasa Inggris ke Indonesia dan tiga soal penerjemahan dari bahasa Indonesia ke Inggris. Topiknya sesuai dengan yang dibahas di modul, teksnya berupa nukilan dari tulisan yang kekinian. Panjangnya sekitar 100 kata per soal, dengan bobot nilai masing-masing soal 5. Ujian mata kuliah English for Translation terdiri dari 20 soal menerjemah dari bahasa Inggris ke Indonesia. Penilaiannya berupa peringkat 0-5, dengan 5 nilai paling tinggi.

Hari kedua, tanggal 5 November 2017, lokasi ujian sama dengan ujian hari pertama yaitu di SMK 5 Negeri di Jalan Pisangan Baru Timur Jakarta. Ujian mata kuliah Cross Culturan Understanding berupa 50 soal pilihan ganda. Ujian mata kuliah Grammar Translation Exercises terdiri dari 20 soal menerjemahkan kalimat-kalimat singkat dari bahasa Indonesia ke Inggris.

Mengingat sehari-hari belajar sendiri, saat menanti jam ujian aku memanfaatknnya untuk bersosialisasi dengan mahasiswa lain. Banyak kiat yang bisa dicontoh dan pengalaman buruk yang bisa disiasati. Misalnya, seorang teman yang sudah semester 7 bercerita bahwa dia pernah mendapatkan nilai E untuk mata kuliah Structure I lantas terpaksa mengulangnya. Rupanya, itu bukan karena dia tidak bisa mengerjakannya melainkan karena Kode QR  di lembar jawaban basah terkena bajunya (mungkin saat itu dia kehujanan). Sejak saat itu, dia selalu membawa handuk kecil setiap hendak ujian agar kejadian tersebut tidak terulang.

Sistem Ujian Online akan dilaksanakan di UPBJJ tempatku mendaftar, UPBJJ Jakarta, Jl. Ahmad Yani No. 43, Utan Kayu Selatan, Jakarta 13230 pada tanggal 12 Desember 2017.

Simak juga:

Daftar Istilah Singkatan Universitas Terbuka

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: