Dina's Pensieve

Blog penerjemah bersertifikat HPI

Jangan Anggap Remeh Jari Kebas

Sudah sering aku membaca teman-teman penerjemah yang mengeluhkan kesehatannya, terutama tangan. Ada yang tangannya kebas, ada yang kesemutan, ada yang sampai sakit punggung, bahkan ada yang sampai tidak bisa mengangkat tangan. Kupikir aku bisa menghindari semua itu karena merasa sudah duduk tegak di kursi yang cukup nyaman dan punya meja kerja yang cukup memadai. Ternyata, aku keliru. Jari manis dan kelingking tangan kananku mati rasa. Beberapa hari sebelumnya sudah terasa pegal tapi kupikir akan hilang dengan sendirinya.

Tidak, aku tidak serta merta memanggil tukang pijat. Seperti biasa, langkah pertamaku adalah mencari referensi sebanyak mungkin (terima kasih internet, mbah Google). Kata kunci “jari kebas ngetik” menghasilkan banyak tulisan tentang Carpal Tunnel Syndrome. Bila dibiarkan konsekuensinya bisa mengerikan. Tentu saja ini tidak boleh kuanggap remeh karena mengetik tidak dapat dipisahkan dari profesi penerjemah.

Dari sekian banyak saran untuk menanggulanginya, yang paling masuk akal bagiku adalah beristirahat dan melakukan peregangan, walaupun kedengarannya sepele, bahkan klise. Memang, sudah beberapa lama aku tidak berlatih yoga baik di sanggar maupun di rumah sehingga tubuh kurang bergerak. Selain itu, kemungkinan besar peredaran darah ke jari kurang lancar akibat posisi tangan yang tidak berubah selama mengetik. Kuakui, sudah lama aku melanggar aturan jam kerja yang kutentukan sendiri.

Tapi, karena ada singa mati alias tenggat yang harus kupenuhi aku berusaha membuat tangan senyaman mungkin. Pertama, aku memakai bebat. Agak membantu. Kedua, aku mencoba mengganjal tangan saat mengetik. Cukup membantu. Beberapa teman menyarankan untuk memegang mouse dengan tangan kiri. Ternyata benar, ini sangat membantu karena tangan kanan jadi lebih banyak beristirahat. Rasanya solusi ini tepat. Tapi, bagaimana kalau nanti tangan kiriku juga mengalami nasib yang sama dengan tangan kanan?

tangan

Setelah berhasil memenuhi tenggat terdekat, aku benar-benar menjauhi laptop selama satu hari penuh. Jari sudah tidak kebas lagi saat kembali dipakai mengetik, hanya kesemutan dan pergelangan tangan masih tidak nyaman. Wah, belum asik nih. Istirahatnya kurang. Kuajak orangtua berjalan-jalan. Tidak jauh-jauh, sekadar mengaso di Kebun Raya. Sambil menyelam minum air, semoga mendapat berkah.

jalan-jalan-KRB

Berikutnya, kuganti keyboard nirkabel biasa dengan keyboard ergonomis. Bukan iklan, bukan iming-iming. Ternyata mengetik dengan keyboard ini jauh lebih nyaman. Di samping itu, mouse-nya juga ramah bagi pergelangan tangan. Memang harganya mahal bagi kantongku tapi ini sungguh sebuah investasi yang sepadan. Harap diperhatikan, bila belum terbiasa mengetik dengan 10 jari, mungkin agak kesulitan memakai keyboard ini. Aku juga kembali menginstal EyeLeo, sebuah aplikasi yang memaksa kita jeda mengetik dari waktu ke waktu. Kali ini, aku mematuhi si Leo.

ergonomis

Aku sudah memilih menggeluti profesi penerjemah oleh karena itu aku pun serius menjaga kondisi tubuh agar senantiasa menghasilkan kualitas terjemahan prima. Ayo, jaga kesehatan, jangan sampai kecolongan. 

Iklan

13 comments on “Jangan Anggap Remeh Jari Kebas

  1. Rama
    Mei 12, 2015

    Wahh, Keren mbak Dina. Sharing yg keren. Semoga selalu bisa berkarya y mbak Dina, mari jaga kesehatan . salam dari Bali

  2. lulu
    Mei 12, 2015

    Mba Dina, pas aku sakit tangan setahunan yang lalu, aku juga browsing carpel tunnel syndrome. Selain ganti kibor, selama sakit itu aku juga nyoba gaya yoga ini. Tapi mungkin mba Dina udah tau sih. Efeknya agak kurangan sakitnya.

    • Dina Begum
      Mei 12, 2015

      Terima kasih, Lulu. Iya gerakan-gerakan peregangan semacam itu yang kulakukan. Aku tautkan ah videonya.

  3. Lusi
    Mei 12, 2015

    Jadi ingat mbak Indah Julianti yg bbrp waktu lalu smp ke dokter krn kebas ini. Btw, aku merindukan meja kerja, blm punya nih baru pindahan, punggung langsung sakit2. Maap curhat. 🙂

    • Dina Begum
      Mei 13, 2015

      Wah ternyata banyak juga yang mengalami ini ya. Dengan istirahat dan peregangan seperti dalam video youtube itu aku bisa pulih. Ga usah nunggu kebas, lakukan saja sekarang. Buat berjaga-jaga.

  4. Rini Nurul Badariah
    Mei 14, 2015

    Tangan kanan dan bahuku sakit waktu menggarap proyek Sangkuriang. Jalan keluar alternatifnya, kuhindari. Saat adaptasi dengan mouse di tangan kiri, aku ambil proyek yang relatif “santai” karena laju kerjaku menurun.

    • Dina Begum
      Mei 14, 2015

      Wah, sampai ke bahu segala. Benar, kita harus “tega” menghindari proyek besar dengan tenggat mepet.
      Aku juga ngerasa belajar pakai mouse dengan tangan kiri bikin lambat kinerja tapi ini sepadan dicoba.

  5. Yosi Suzitra
    Mei 15, 2015

    Makasih sharingnya Mba Dina. Saya pernah mengalaminya. Waktu itu saya dapat info dengan terapi air hangat dan dingin. Tangan direndamkan ke dalam air hangat diganti dengan air dingin. Waktunya jauh lebih lama di air hangat dibanding air dinagin. Kalau saya perbandingannya 30:5.

  6. Haya
    Mei 26, 2015

    Aku juga pernah mbak, waktu ngejar DL lomba novel. Dasar posisi badan dan cara ngetik yang salah ya.. malah nggak sembuh dengan hanya istirahat sehari waktu itu. Thank info tentang keyboard ergonomisnya mbak.. Jadi pingin adopsi EyeLeo 😀

    • Dina Begum
      Mei 26, 2015

      Semoga enggak mengalaminya lagi. Gak enak banget kan rasanya. Temanku malah ada yang sampai berkonsultasi ke dokter segala gara-gara ini.

  7. Ridha Harwan
    Januari 16, 2017

    Wih padahal dulu sempat baca tulisan ini, tapi baru 2-3 bulan terakhir tangan kerasa kebas. Tapi itu tangan kanan lantaran pegang mouse kelamaan.

    Ini juga sendi jempol kanan gak bisa dipatahin ke belakang seperti sendi jempol kiri, mirip gambar ‘like’ tapi sampai bengkok. Penyebabnya posisi tangan megang mouse waktu itu lurus, gak bengkok 90 derajat.

    Ngomong-ngomong mbak, yang touchpad kecil di belakang mouse itu beli terpisah kan? Bukan satu belinya sama keyboard.

    Sempat mau beli papan ketik yang gak ada angka di kanan, tapi rasanya aneh kalau gak ada touchpad nya. Kurang enak.

    • Dina Begum
      Januari 16, 2017

      Touchpad angka itu satu setel dengan keyboard.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Mei 12, 2015 by in Di balik layar and tagged .

Bergabunglah dengan 330 pengikut lainnya

Arsip

Statistik Blog

  • 265,038 hits
%d blogger menyukai ini: