Dina's Pensieve

Blog penerjemah bersertifikat HPI

Melamar ke Penerbit

Erich Ekoputra:

Berikut langkah-langkah yang sekitar 8-10 tahun silam pernah saya lakukan. Mungkin bisa Anda hindari; mungkin bisa Anda coba karena suasana perbukuan [seharusnya] sudah berubah:

(1) Cari buku terbitan baru yang bidangnya Anda minati
Banyak toko buku daring (Amazon.com di antaranya) memberikan cuplikan (snapshot) yang lumayan banyak. Anda tidak perlu beli; cukup tangkap layar (screenshot), olah dengan OCR untuk mendapatkan naskah sumber.

Buku harus baru agar tidak ada risiko sedang diterjemahkan penerbit. Lebih aman lagi kalau pengarangnya kurang populer!!!

(2) Terjemahkan minimal 3 halaman atau 500 kata
Susun terjemahan dua kolom; kiri asing kanan Indonesia. Ini bahan untuk penerbit melihat kepiawaian Anda.

Buat minimal 2 contoh (dari 2 buku).

(3) Cari alamat posel penerbit yang Anda incar
Dulu saya kirim lewat pos. Makan biaya, tenaga, dan waktu. Bisa berujung jadi umpan mesin cabik (shredder), sementara lamaran elektronis saya rasa lebih jarang langsung dibuang.

Dengan posel, Anda tinggal ketak-ketik sebentar, klak-klik sedikit, send….

(4) Kirimkan contoh terjemahan melalui surat elektronik; kirimkan ke banyak penerbit
Lengkapi dengan CV, sertifikat, ijazah terkait. Perhatikan ukuran lampiran agar tidak terjaring program anti-spam.

Kirimkan ke sebanyak mungkin penerbit, namun satu per satu (personalized). Jika dikirim massal, kena hadang anti-spam. Judul posel juga divariasikan; bikinlah 10 versi (sekalian melatih daya kreasi).

(5) Bersiaplah untuk menghadapi rasio balas yang rendah.
Artinya: targetkan mendapat 1 (SATU) saja jawaban per 30 lamaran. Mungkin ini kebangetan pesimistis, tetapi inilah nasihat agar “Forever Young” menurut Alphaville (“.. hoping for the best but expecting the worst”).

Saya mungkin gagal karena berhenti melamar setelah <= 15 x kirim. 🙂

Tabik,
Erich Ekoputra
0141

Catatan: Mas Erich ini penerjemah bersertifikat HPI yang sudah lama malang melintang di dunia penerjemahan. Lamaran tidak diterima oleh penerbit bukan berarti Mas Erich penerjemah yang kurang mantap melainkan mungkin lebih cocok menerjemahkan materi nonbuku. Simak profilnya di Direktori Penerjemah dan Juru Bahasa Himpunan Penerjemah Indonesia.

Baca juga:

Iklan

17 comments on “Melamar ke Penerbit

  1. Divani
    Maret 15, 2015

    Bermanfaat banget Mba Tipsnya..Kebetulan Vani juga suka nerjemahin dikit-dikit, tapi terjemahan yang ringan-ringan aja kaya cerpen, puisi, dan karya sastra lain…

  2. Rininta Saputra
    April 9, 2015

    Terima kasih, langsung dipraktekkan 🙂

  3. Gy
    April 18, 2015

    mbak dina, saya ingin bertanya, kalau misalkan saya baru lulus sma dan ingin menjadi penerjemah lepas bagaimana ya mbak? saya juga belum ada pengalaman dibidang ini. mohon sarannya mbak, terimakasih 🙂

  4. mardianaagungputri
    Mei 8, 2015

    MBA Dina, item No.1 itu kita screenshot sinopsis/cuplikannya saja untuk kita terjemahkan ya, apa cukup sinopsis saja sebagai contoh terjemahan yg kita kirim ke penerbit. Sebelumnya saya kita harus mengirim beberapa halaman yg ada didalam bukunya dimana berisi alur/dialog cerita. Mohon penjelasan ya Mba, terimakasih.

    • Dina Begum
      Mei 8, 2015

      Cara yang Mardiana lakukan juga benar. Tidak harus terpaku pada satu cara saja kok.

      • mardianaagungputri
        Mei 8, 2015

        Saya belum pernah kirimkan ke penerbit mba, cuma saya kira sblumnya harus terjemahkan halaman isi bukunya. Berarti sinopsis saja boleh ya?

        Item No.2 kalau komik yang diterjemahkan, apa tetep disusun dalam 2 kolom, brrti pelaku dialog ditulis atas bawah bgtu Mba?
        Untuk deskripsi novel/komiknya apa perlu dituliskan dalam lamaran ke penerbitnya? misalnya “ini adalah novel bestseller yg pernah di-filmkan dan diolah ke dalam setiap drama televisi dan diminati banyak orang.” Atau deskripsi tentang kebaikan buku yg kita terjemahkan itu

  5. Ari Hastanto
    Juli 13, 2015

    Dear, Mbak Dina.
    Saya Ari.
    Ingin bertanya. Untuk mendapatkan sertifikat penerjemah HPI, apakah ada kursus atau kelas yang bisa diikuti?
    Terima kasih.

  6. Idhamucharam
    September 5, 2016

    Mb Dina
    Apabila buku yang diterjemahkan tidak berbayar bagaimana kesannya?
    Ty.

    • Dina Begum
      September 5, 2016

      Hai Idhamucharam, aku enggak paham pertanyaannya. Kesan apa?
      Apakah yang Anda maksud bagaimana kesanku bila ada yang meminta menerjemahkan buku tanpa dibayar? Bila ada yang meminta begitu kepadaku kemungkinan besar aku akan menolaknya. Menerjemah merupakan mata pencaharianku. Saat ini waktuku masih tercurah untuk mencari nafkah jadi menerjemahkan probono belum menjadi prioritas bagiku.

  7. Windy Dwi A.
    Mei 18, 2017

    Terima kasih sudah berbagi dengan kami,Mbak Dina.

    Saya ingin sekali menjadi seorang penerjemah bahasa, tapi saya bingung harus memulainya dari mana. Saya bingung bagaimana memulai pijakan awal saya karena banyak sekali yang tidak saya tahu tentang “dunia penerjemah”.

    Mungkin Mbak Dina berkenan membagi tips awal menjadi penerjemah baru?
    Tentang bagaimana mengawali karir sebagai seorang penerjemah? Apa yang dibutuhkan untuk mengawali karir? atau Mbak Dina mungkin ada rekomendasi tulisan blog yang menurut Mbak Dina jadikan referensi?

    Maaf ya,Mbak, saya banyak sekali mengajukan pertanyaan.
    Trims.

      • Windy Dwi A.
        Juni 11, 2017

        Terima kasih balasannya,Mbak Dina.

        Alhamdulillah bulan lalu saya mengikuti tes untuk posisi translator, tapi sampai sekarang belum mendapat kabar. Sampai saya menanyakan untuk hasil tes, jawabannya cuma disuruh menunggu 🙂 Alamat PHP,Mbak kayaknya…

        Oh iya, terima kasih atas link yang diberikan, sangat menginspirasi bagi saya. Minta doa semoga kelak saya bisa bertatap muka dengan Mbak Dina sebagai sesama penerjemah ya,Mbak…walau masih panjaaaaaaaang sekali perjalanan yang harus saya lalui.

        Trims,Mbak.

        • Dina Begum
          Juni 11, 2017

          Saat ini bisnis buku terjemahan sepertinya sedang lesu, mungkin kebutuhan penerjemah baru sedang tidak besar. Siapa tahu setelah penerbit kembali butuh, dikau yang dipilih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Bergabunglah dengan 325 pengikut lainnya

Arsip

Statistik Blog

  • 261,830 hits
%d blogger menyukai ini: