Dina's Pensieve

Blog penerjemah bersertifikat HPI

Kiat-kiat menekan risiko melewatkan tenggat

Terinspirasi diskusi Mas Aditya Ikhsan Prasiddha, kira-kira langkah-langkah apa saja ya yang bisa kita lakukan biar meminimalisir risiko kelewatan deadline? Kalau dari diskusi di bawah:

  • Kenali kemampuan sendiri. Kalau tahu cuma bisa menerjemahkan 3000 kata per hari jangan terima kerjaan 6000 kata sehari.
  • Instal aplikasi jam dengan timezone berbeda di laptop, atau pasang jam dinding dengan timezone berbeda biar gak salah menghitung deadline,
  • Kabari PM segera kalau tiba-tiba ada sesuatu di luar rencana yang berisiko menyebabkan keterlambatan
  • Pasang genset di rumah biar gak bergantung kepada PLN
  • Punya provider internet cadangan. Kalau langganan kabel, harus punya modem mobile buat koneksi cadangan kalau yang kabel ngadat.

Apa lagi ya?

  • Dina Begum Pakai ponsel yang bisa terima notifikasi kalau ada email masuk (eh mungkin sudah pada pakai ponsel cerdas ya) agar komunikasi lancar, kalau ada pembatalan atau penawaran job tidak kelewat.
  • Istiani Prajoko Punya tim yang bisa dipercaya sebagai cadangan kalau mendadak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
  • Maria Renata 1. Cara mudah menghitung beda zona waktu: Bikin tenggat maju. Kalau harus dikumpulin hari Rabu, bilang ke diri sendiri/bikin jadwal tenggat hari Selasa. That works for EVERY TIME ZONE 
    2. Naekin kapasitas, tapi kapasitas yang dilaporkan dikurangi 30 persen (contoh: kapasitas saya tiga ribu kata sehari tapi yang saya laporkan cuma dua ribu. Seribu untuk mitigasi telat. Bodo amat dianggap lelet :p).
    3. Batere laptop TIDAK BOLEH KOSONG. Batere hape juga.
    4. Smartphone fungsinya ganda, buat tethering juga.
    5. Email dikasih tanda bintang dan gak boleh disimpan di arsip sebelum kerjaan beres. Notifikasi dari server gak boleh dihapus sampai kerjaan beres.
  • Aditya Ikhsan Prasiddha Langsung masukin deadline ke aplikasi calendar atau reminder.
  • Ade Indarta Backup file TM. File TM taruh di folder khusus. Folder ini diback-up rutin ke lokasi lain pakai software back up. Jadi double back-up.
  • Ade Indarta Waktu kirim terjemahan minta mereka konfirmasi kalau udah terima. Delivery belum dianggap tuntas kalau belum terima konfirmasi ini. Jadi kalau email ternyata belum kekirim kita tahu karena konfirmasi gak kunjung tiba
  • Istiani Prajoko Ya, kita memang harus komunikatif.
  • Isnarti Siti Rohma Hp standby kudu 2 lah. Sungguh bukan buat gegayaan. Yang 1 for business only, yang 1 buat gaol, jualan online, dll dll. Oiya kalau bisa 2 hp itu beda ‘agama’ misal satu BB satunya hp Andro. Ngalamin beberapa kerjaan kelewat karena notif email ga masuk beneran ga enak banget, sakitnya tuh di siniii *nunjukATM*
  • Dina Begum Aku sih ponsel 1 juga cukup, Isnarti, yang penting aplikasi yang dibutuhkan ada dan tersambung internet.
  • Isnarti Siti Rohma Aku ngalamin gt soalnya, teh Dina Begum … pas ada rezeki yawdah demi buat jaga2 deh. Eiya, ternyata hp lamaku dipencat-pencet sama anak2 keknya, jadi pas keluar rumah setingannya berubah yang untuk emailnya. Pelajaran banget yang punya anak balita. Sekarang pake 2 lebih tenang juga sih. 1 buat gaol 1 buat nyari duid
  • Maria Renata Atau ketika ponsel tersiram teh manis panas, masih ada satu yang bisa diandalkan sementara ponselnya dirawat di RS Ponsel
  • Aditya Ikhsan Prasiddha untuk yang pakai iphone hati2, sudah 2x saya pengalaman email pushnya stuck
  • Vera Pakpahan Suka dengan saran punya genset. Sudah kelewat bosan dengan alasan mati lampu. Punya genset menurutku termasuk salah satu indikator keseriusan berbisnis. Aku benar-benar respek sama vendor kami yang punya genset. They mean business!
  • Rudolf Frans Maulany TIPS Meminimalisir kelewatan deadline: Begitu lihat quote langsung konversi zona waktu ke zona setempat kalau mempet maka charge double sebgai urgent. Kalau diterima dan bahannya lewat kapasitas bagi kerjaan dengan beberapa teman yang kira-kira sama kualitasnya. Kalau diterjemahakan bersama proofread kembali supaya seragam sebelum diserahkan.
  • Eddie R. Notowidigdo Mbak Vera Pakpahan, untung di daerahku jarang ada pemadaman listrik, kalau ada pun, solusi saya gampang, nongkrong di Pondok Indah mall bawa lappie. Makanya itu gunanya kalau beli lisensi CAT tool yang bisa dipasang di dua komputer, satu di desktop, satunya lagi di laptop. Dan ikuti saran Mas Ade Indarta, sering backup ke external hard disk, jadi kalau ada apa-apa di rumah, tinggal jinjing laptop berikut external hard disk, minum kopi sambil kerja, hehehe…
  • Dina Begum Kalau mati lampu aku ngecas laptop ke aki mobil. Kalau perlu, nongkrong di warung kopi yang menyediakan wifi untuk ngelarin kerjaan.
  • Eddie R. Notowidigdo Soal singa mati atau dead line, bagi seorang penerjemah profesional dead line adalah harga mati. Seperti pernah dikatakan Uda Arfan Achyar, bisnis terjemahan landasannya adalah kepercayaan. Si pemberi kerja percaya bahwa penerjemahnya bisa memberi  terjemahan sesuai keinginannya dan menepati tenggat waktu, sedangkan dari pihak penerjemah memberi kepercayaan bahwa si pemberi kerja akan membayar jasanya. Dengan kita tidak menepati DL, akan menimbulkan kekecewaan di pihak pemberi kerja, dan kemungkinan besar tidak akan memberi pekerjaan lagi.

    Untuk mendapatkan klien yang baik (sering kasih kerjaan + harga tinggi + bayar tepat waktu + tidak reseh) tidak mudah, tetapi untuk mempertahankan klien yang baik lebih sulit lagi. Kalau kita sudah berani membangun karier di bidang penerjemahan kita harus bersedia ‘all out’. Jadi penting sekali bahwa kita bisa mengukur kemampuan diri kita sendiri.

    Bayangkan skenario bahwa klien Anda membutuhkan terjemahan Anda untuk rapat penting di kantornya dengan pihak luar pada keesokan harinya jam 9. Anda sudah menyepakati DL tsb dan ternyata Anda baru mengirimkan terjemahannya jam 11, atau bahwa klien Anda membutuhkan terjemahan Anda untuk mengejar deadline masuk ke percetakan.

    Untuk mengembalikan reputasi negatif lebih sulit dari membangun reputasi dari nol.

    Sekadar dua gobangan dari saya untuk teman-teman yang baru menginjak atau mau menginjak dunia terjemahan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Januari 26, 2015 by in Di balik layar.

Bergabunglah dengan 330 pengikut lainnya

Arsip

Statistik Blog

  • 265,038 hits
%d blogger menyukai ini: