PayPal Kepo

Walaupun sudah punya akun PayPal sejak 2008, baru sekitar dua tahun ini saja aku aktif menggunakannya. Aku menggunakan PayPal kebanyakan untuk membayar biaya sewa nama domain dan hosting web, di samping itu tentunya menerima pembayaran atas jasa terjemahanku dan sesekali ada teman penerjemah yang pinjam akun untuk menerima pembayaran, mungkin karena mereka belum membuat akun PayPal atau alasan lain. Tidak pernah ada masalah. Bagi yang ingin tahu apakah PayPal dan bagaimana cara membuat akunnya, silakan simak di sini. Saat membuat akun dahulu, aku hanya mengikuti petunjuknya dan langsung jadi.

Akan tetapi, beberapa hari yang lalu ketika aku hendak menarik dana, PayPal mengirimkan email pemberitahuan bahwa mereka membatasi penggunaan akun. Bisa menerima tapi tidak bisa mengirimkan/menarik dana. Katanya “We recently noticed a pattern of activity in your account that is maybe high risk.” Padahal, transaksi dana masuk terakhir jumlahnya “hanya” beberapa puluh dolar untuk pembayaran terjemahanku. Aku pernah menerima dana beberapa ratus dolar (titipan orang) enggak ada masalah.

Oleh PayPal aku diminta untuk mengirimkan salinan KTP dan tagihan kartu kredit yang mencantumkan nama serta alamat jelas. Dijelaskan proses penyelesaiannya bisa memakan waktu hingga 2-4 hari. Hari itu juga, setelah mengirimkan salinan KTP dan tagihan kartu kredit, walaupun dengan waswas takut disalahgunakan, melalui surel PayPal kembali meminta informasi tambahan tentang empat transaksi terakhir.

Please send us:

   * A full description of the item you sold including the value of the item.

   * A description of any relationship or business affiliation that you may have with the buyer.

   * Any other information about this transaction that might help our investigation such as email communications between you and your buyer.

You can fax us this information or upload a screenshot of a text file that displays this information on your screen.

Weleh-weleh. Komunikasiku yang terkait transaksi itu menggunakan berbagai media (email, inbox Facebook dan WhatsApp) dan dalam bahasa Indonesia pula. Kubuat dan kukirimkan tangkapan layarnya, untung belum ada yang dihapus. Sebodo amat mereka ngerti atau enggak. Tak lupa kukirimkan juga salinan kartu anggota Himpunan Penerjemah Indonesia untuk menjelaskan profesiku: penerjemah independen. Jadi anggota HPI memang banyak untungnya!

Keesokan harinya, aku menerima surel pemberitahuan bahwa akun PayPal-ku sudah dipulihkan, dana yang kutarik masuk ke tabungan. Dua hari kemudian, PayPal mengirimkan surel berisi permintaan untuk mengisi angket terkait proses permintaan informasi ini.

Pelajaran yang kudapat dari peristiwa ini adalah jangan buru-buru membuang komunikasi yang menyangkut perduitan.

Semoga bermanfaat.

Iklan

7 thoughts on “PayPal Kepo

Add yours

  1. Saatnya punya kartu kredit, mbak Dina. Pengalaman aku: mereka sering kepo kalau gak ada kartu kredit. Kayak kasus Skrill aku beberapa bulan lalu. Ada dana lumayan besar (hasil gawe keroyokan) yang gak bisa keluar dari Skrill. Padahal aku verifikasi pake akun bank loh! Eeeee dikepoin, suruh ngirim utility bill. Waduh aku kan gak punya utility bill offline, semuanya online! Berbulan2 aku berusaha nombokin (jumlah segitu kan gak kecil!). Sampai aku akhirnya desperate, iseng aku masukkin nomer CC dan minta verifikasi. Eh duitnya langsung bisa cair -_- k*p*r*t. Penjelasannya ternyata begini (kesimpulan semata, bukan dari Skrill): kalau kita masukkin nomer CC, ada siratan bahwa kita pakai akun itu untuk transaksi, bukan hanya nerima uang tapi juga buat ngirim uang ke vendor. Mereka dapet untung dari situ – makanya kalau dipakai buat nerima doang, lama kelamaan mereka “curiga” (karena menerima gak kena biaya). PayPal-ku aktif buat transaksi, jadi aku gak pernah dikepoin wakakakak … ya iya, wong account statementnya isinya pembayaran ke eBay mlulu -_-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: