Dina's Pensieve

Blog penerjemah bersertifikat HPI

Jadi Vulcan Sehari

tos_2x13_thetroublewithtribbles0309-trekpulse

Star Trek The Original Series

Kisah Star Trek pertama kali dibuat oleh Gene Roddenberry pada tahun 1966, berupa film seri TV. Cerita intinya yaitu petualangan sekelompok orang menjelajahi ruang angkasa untuk mengetahui ada apa diluar sana. Pertama kali nonton film seri Star Trek yang kaptennya masih James T. Kirk (William Shatner) di TVRI aku masih bocah, tahun 1970-an. Saat itu belum terlalu suka karena enggak mengerti ceritanya, tapi tertarik melihat makhluk-makhluk aneh bin ajaib, di antaranya Mr. Spock (Leonard Nimoy). Nontonnya juga enggak sering, hanya ketika diizinkan menonton sampai larut malam saja oleh orangtua.

[credit]

Star Trek: The New Generation [credit]

Tahun 1990-an, aku mulai menonton film seri Star Trek New Generation (TNG) karena “tertular” “teman sekamar” alias suami yang penggemar Star Trek. Saat inilah aku mulai terpikat jalan ceritanya. Yang bikin aku tertarik adalah gagasan ada kehidupan lain selain di bumi ini yang bisa kita datangi. Kemajuan teknologi yang ditampilkan di film memberi harapan masa depan yang lebih baik, karena setting film ini adalah tahun 2260 dan seterusnya. Aku juga suka melihat toleransi kehidupan di Star Trek sangat tinggi, terlihat pesawat luar angkasa Enterprise yang dipimpin oleh kapten Jean Luc Picard (Patrick Stewart) sukses diawaki oleh berbagai jenis makhluk, termasuk Worf si Klingon (Michael Dorn) dan android bernama Data (Brent Spiner). Ketika kapten harus melakukan tugas lain, ia menunjuk salah satu officer-nya untuk menggantikannya mengepalai ruang kendali dan duduk di kursi kapten. Walaupun tentu saja ada saja perbedaan yang menimbulkan peperangan, planet-planet bersatu dalam United Federation of Planets yang struktur sosialnya tidak mengenal kelas dan uang. Benar-benar mimpi yang indah. Aku ingat selalu menggumamkan lagu pembuka film dan ikut-ikutan mengucapkan monolog Kapten Picard:

Space, the final frontier. These are the voyages of the starship Enterprise. Its continuing mission: to explore strange new worlds, to seek out new life and new civilizations, to boldly go where no one has gone before!

Star Trek kesukaanku adalah seri Voyager yang menceritakan perjalanan pesawat ruang angkasa USS Voyager dengan kapten Kathryn Janeway (Kate Mulgrew) yang terlempar ke kuadran delta (yaitu perempat bagian lain dari galaksi bima sakti) oleh suatu kekuatan alien dan mencari jalan kembali ke bumi. Seri ini dimulai tahun 1995 dan ditutup tujuh tahun kemudian. Aku sampai naksir sama Ensign Harry Kim (Wáng Yǐzhān alias Garret Wang) sejak menonton episode tentang petualangan Kim kembali dari kematian. Aku juga sangat ingin menikmati “membaca” buku di holodeck. Di sana, kita bisa menikmati cerita dengan berperan menjadi salah satu tokohnya.

Janeway-Holodeck

Salah satu petualangan di Holodeck. [credit]

Sayangnya, saat TNG dan Voyager disiarkan di TV, aku masih berada dalam masa “berkembang biak.” Melahirkan lalu mengurus anak sambil menjadi orang kantoran tidak menyisakan banyak waktu untuk menikmati film ini. Pada awal tahun 2000-an, mulailah aku mencari-cari siapa tahu ada rekaman DVD-nya. Rupanya tak banyak yang menjual DVD “petani” Star Trek, mungkin peminatnya tidak terlalu banyak. Ketika film layar lebar Star Trek tahun 2009 (Leonard Nimoy, Chris Pine, Zachary Quinto) beredar, aku tidak kebagian menonton di bioskop. Tunggu punya tunggu, kok enggak muncul di Bekasi, sementara film-film hantu, pocong dll. sepertinya enggak henti-hentinya diputar. Saat mencari-cari inilah aku menemukan situs web IndoStarTrek yang ternyata sebuah komunitas penggemar Star Trek. Rupanya mereka mengadakan pertemuan dari waktu ke waktu dan melakukan kegiatan macam-macam yang membuat betah para penggemar Star Trek karena memiliki kegilaan minat yang sama.

20140604_075331

Kaus: Rp45.000
Manset: Rp10.000
Bordir: Rp10.000

Walaupun lebih banyak menjadi pembaca hening (silent reader) di grup Indonesian Star Trek di Facebook, saat membaca ada acara Star Trek: The Exhibition aku langsung mendaftar untuk ikutan acara foto bareng di wahana yang dijamin akan membuat puas para penggemar kisah fiksi ilmiah tersebut. Aku tidak mau ketinggalan acara langka ini. Peserta diminta untuk memakai kostum Star Trek Universe untuk berfoto bersama. Wah, aku memang gemar memakai kostum tapi belum punya kostum Star Trek. Tak kurang akal, aku diantar suami berkeliling pusat perbelanjaan Mega Bekasi untuk mencari kaus lengan panjang kerah V yang warnanya mirip seragam Star Trek The Original Series (TOS). Karena cuaca panas, aku mengganti kaus dalam berkerah kura-kura dengan manset leher yang biasa dipakai oleh ibu-ibu berkerudung. Setelah mendapatkan kaus yang kucari, kubawa ke tempat bordir untuk menatahkan combadge. Sayangnya kaus ini hanya satu ukuran dan saat kupakai ternyata agak ketat di badanku. *korset mana korset* Sssst… selama acara berlangsung aku enggak berani jongkok karena takut kaus tertarik dan… ah sudahlah. Oh ya, kamera kami tertinggal dan baru ingat saat sudah masuk jalan tol jadi foto-fotonya ala kadarnya karena memakai kamera ponsel.

Pameran ini menampilkan berbagai wahana seperti ruang kendali Starship Enterprise dan melihat berbagai kostum, masker dan model pesawat asli yang dipakai saat pembuatan film. Para Pengunjung pun dapat melihat secara langsung imajinasi, seni, teknologi dan kerajinan tangan yang demikian mendetail didatangkan langsung dari AS. Baca selengkapnya di sini.

Live long and prosper (salam bangsa Vulcan) untuk panitia Star Trek Universe Photo Session yang telah menyelenggarakan acara ini. Harga tiket masuk pameran sangat sepadan dengan kesenangan yang kami dapatkan di berbagai wahana. Pameran berlangsung dari tanggal 31 Mei sampai 13 Juli 2014 di pusat perbelanjaan Gandaria City, Jakarta.

Ingin mempelajari kisah Star Trek? Silakan simak tulisan ini.

 

Iklan

6 comments on “Jadi Vulcan Sehari

  1. citramanica
    Juni 9, 2014

    Keliatannya seru banget… Pengen ikut ke pameran… Sayang aku gak tinggal di Jakarta, hiks…..

    • Dina Begum
      Juni 9, 2014

      Siapa tahu dari Jakarta mereka ke Singapura 😉

  2. pipit
    Juni 9, 2014

    seru.. walo saya gak ngerti dan ga bisa bedain star trek sama star wars.. 😛

    • Dina Begum
      Juni 9, 2014

      Makasih. Yah…………… Star Trek dan Star Wars beda banget sih.

  3. jessmite
    Juni 11, 2014

    Dari konsumsi serial televisi Star Trek di TVRI tahun 70an… ketahuan banget nih Mbak Dina jauuuuuh lebih tua dari saya, kalau begitu apakah saya perlu panggil “bu Dina”? Omong-omong, suami saya cinta Star Trek.. kita suka main peran, dia jadi Spock karena doi lebih logis dan serius, saya jadi Kirk-nya.. hehehehe 😀
    Tapi saya sudah kadung cinta Star Wars karena Sci-fi yang pertama saya tonton Star Wars dulu dari I-VI. Lalu Star Wars dibeli kepemilikannya dari Lucas Film (kalau tidak salah ya) ke Disney? sempat kok lihat versi kartunnya Princess Leia dalam bentuk kartun di Channel Disney. Selain itu saya juga sempat beli VCD The Hitchhiker’s Guide to Galaxy… hmmm… beda sekali generasinya..

    • Dina Begum
      Juni 11, 2014

      Hahaha tentu aja aku udah tuwa hehe. Anak2ku aja udah pada kuliah ^_^
      Asal aku jangan dipanggil “bapak” aja.
      Aku kurang suka StarWars, mungkin karena film bioskop ya, jadi enggak banyak. Kalau Star Trek kan film seri, karakter tokoh2nya bisa dibangun sedemikian rupa sehingga seolah-olah nyata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juni 8, 2014 by in Ini-itu, Laporan Pandangan Mata.

Bergabunglah dengan 325 pengikut lainnya

Arsip

Statistik Blog

  • 261,995 hits
%d blogger menyukai ini: