Dina's Pensieve

Blog penerjemah bersertifikat HPI

Catatan dari Seminar “On the Road to Frankfurt: How Translation Travels”

Seminar-GramediaSesuai undangan, acara hari ini dimulai tepat waktu.  Acara seminar ini diselenggarakan di Gedung Kompas Gramedia lantai 7, Jl Palmerah Barat no 29-37, Jakarta, pada hari Senin, 24 Maret 2014. Cukup ramai, meskipun jamnya agak canggung yaitu pukul 12.00 – 16.00.  Rupanya, kami disuguhi makan siang secara prasmanan: mie goreng, nasi, udang asam-manis, ayam kecap, tumis sapi lada hitam, tumis oyong dan brokoli, asinan, krupuk kaleng, dan buah (semangka, melon).

Seminarnya dimulai pukul 12:45. MC merangkap moderator: Pak Hendarto Setiadi, Ketua HPI periode 2007-2010.  Yang hadir cukup beragam: anggota HPI (iya lah, namanya juga acara tentang terjemahan); penerjemah lepas, perwakilan dari berbagai penerbit, bahkan ada juga dari Depkominfo.

Pembicaranya dari beberapa badan yang keren juga: Ms. Kate Griffin, International Program Director dari British Centre for Literature Translations (BCLT), Ibu Prof. Wiendhu Nuryanti, Ph.D., Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di bidang Budaya, Bpk. Nung Atasana, International Rights Director dari Borobudur Literary Agency, dan Mr. John H. McGlynn, Chairman of the Board of Trustees dari Yayasan Lontar.

Seminar ini sebenarnya diadakan sebagai pemberitahuan dan pra-persiapan untuk keikutsertaan Indonesia dalam Frankfurter Buchmesse alias Festival Buku Frankfurt 2015.  Yang akan dibahas adalah hal-hal apa saja yang diperlukan agar Indonesia siap mengirimkan karya sastra (dan non-sastra) terbaiknya ke acara bergengsi ini.  Jika mendapat sambutan baik, maka karya tulis Indonesia (melalui penerjemahan) akan semakin luas dikenal dan dibaca di seluruh dunia.

Oleh: Alam Octinur.

Terima kasih, Madame Octy. Kulanjutkan laporan pandangan mata berdasarkan catatanmu, ya.

Bu Kate membacakan makalahnya yang berjudul “How Translation Travels” yang isinya kurang lebih menjelaskan tentang British Centre for Literary Translation (BCLT), apa saja kegiatannya. Selain bekerjasama dengan penerbit dan pembaca, BCLT juga menawarkan pengembangan profesional bagi para penerjemah sastra, agar tersedia cukup banyak penerjemah terampil dalam berbagai bahasa.

We believe that in order to maintain high standards in translation, the translators themselves need to be treated fairly, paid well, and be given the time to produce high quality literary translations.

Kegiatan pengembangan ini di antaranya yaitu skema mentoring, masterclass, residency dan Summer School tahunan. Simak selengkapnya.

Berikutnya, Wakil Menteri Pedidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Wiendu Nurhayanti menyampaikan perihal Indonesia yang menjadi tamu kehormatan di Frankfurt BookFair 2015. Hadir juga bapak Soediono (Ka. Pusat Pengembangan Bahasa) yang mengepalai Komite Buku dan Penerjemahan. Rencananya, Indonesia akan memajang 2.000 judul buku dalam pameran ini. Festival Buku ini menjadi salah satu tonggak awal dalam memperkuat dan menyebarkan sastra Indonesia di dunia. Disampaikan juga rencana pendirian Indonesian Translation Centre di Sentul sebagai titik awal. Menurut Bu Wamen, anggaran untuk penerjemahan buku ke dalam bahasa Inggris atau Jerman adalah USD 1 juta (± Rp 12 miliar) untuk penerjemahan 200 judul buku. “Semua informasinya ada di dalam website-nya,” tegas Bu Wamen.

Setelah istirahat minum teh (aku sih minum wedang jahe yang enaaaaak banget), seminar dilanjutkan.

Sehubungan dengan topik kita hari ini yaitu persiapan Indonesia sebagai Tamu Kehormatan di Frankfurt BookFair 2015, Bu Kate menyampaikan apa sajakah yang dicari oleh para pembaca asing dari novel terjemahan (oleh karena itu apa yang dicari oleh penerbit), berdasarkan pengalamannya.

As a foreign reader, I’m looking for novels that will give me insights into other people’s lives and into the culture and traditions of other countries. But I’m also looking for a good story that is well written and well translated. It seems obvious, but for a translation to be good, the original novel also needs to be good. I enjoy novels that retain their cultural specificity, but that also read well in English. The translator has to navigate the fine balance between that sense of foreignness and familiarity.

Bapak Nung Atasana menyampaikan buku-buku Indonesia dan tentang Indonesia mana saja yang “laku” di pasar internasional. Singkat kata, berikut topik-topik yang menarik minat khalayak internasional (sumber: Amazon dot com):

  • Agama (Islam)
  • Batik & tenun
  • Burung-burung
  • Ekonomi
  • Jamu dan penyembuhan herbal
  • Kerajinan
  • Kuliner & resep
  • Kamus & Referensi
  • Musik
  • Novel – karya sastra, misalnya: This Earth of Mankind (Pramoedya), The Rainbow Troops (Andrea Hirata & Angie Kilbane), Saman (Ayu Utami/diterjemahkan oleh Pamela Allen).Pariwisata
  • Percakapan praktis dalam bahasa Indonesia
  • Primata
  • Seni & budaya

Nah, Pak John H. McGlynn menyampaikan beberapa tips yang ditunggu-tunggu oleh para penerjemah, terutama yang bekerja dalam pasangan bahasa Indonesia ke bahasa asing. Baca di sini.

Simak juga

Sepuluh Hal Penting Saat Menerjemahkan Fiksi di blog Uci

Persiapan Penerjemah Menuju Frankfurt 2015 di blog Lulu

How Translations Travel di blog Nadia.

Usai seminar, segerombolan penerjemah “menyerbu” ruang kerja para editor Gramedia.

 

Mbak Siska

Juple di meja Mbak Siska.

Iklan

2 comments on “Catatan dari Seminar “On the Road to Frankfurt: How Translation Travels”

  1. Ping-balik: Persiapan Penerjemah Menuju Frankfurt 2015 |

  2. Ping-balik: How Translations Travel | Nanaissance

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Maret 26, 2014 by in Laporan Pandangan Mata.

Bergabunglah dengan 325 pengikut lainnya

Arsip

Statistik Blog

  • 261,995 hits
%d blogger menyukai ini: