Dina's Pensieve

Blog penerjemah bersertifikat HPI

Spekulasi? Bukan.

Seorang teman lama main ke rumah. Dulu kami satu kantor, dia pensiun dini tahun 2000 lalu pindah untuk bermukim di Belanda. Temanku ini sangat berminat menjadi penerjemah, mengingat dia menguasai beberapa bahasa asing selain bahasa Inggris. Setelah membaca buku Pesona Menyingkap Makna, barulah matanya terbuka: untuk menjadi penerjemah purnawaktu ternyata membutuhkan lebih dari sekadar menguasai bahasa asing.

Dia ingin tahu lebih banyak lagi apa saja yang kusiapkan (selain penguasaan bahasa dan menulis) untuk terjun ke dalam profesi ini, dan terperangah mendengar aku rela menguras tabungan demi membeli perangkat lunak CAT Tools yang harganya tidak murah untuk menunjang pekerjaan sebagai penerjemah. Menurutnya aku berani berspekulasi. Sebenarnya tidak juga, menurutku keputusanku lebih menjurus ke penuh perhitungan.

Setelah pensiun dini tahun 2008, benda-benda pertama yang kubeli dari uang pesangon adalah berbagai kamus, laptop dan modem untuk berlangganan internet. Aku ingin langsung berlatih dan bisa segera menyambar begitu ada peluang, tidak kelimpungan mencari laptop saat order penerjemahan datang (mumpung ada dana). Begitu juga dengan saat memutuskan membeli lisensi WordFast Pro 6. Saat itu aku menerima order proyek penerjemahan yang lumayan besar dan jika digarap dengan bantuan CAT Tools hasilnya akan lebih cepat dan lebih konsisten. Hitung punya hitung, honornya cukup untuk membeli lisensi. Jadi … sikat, bleh. Aku membeli lisensi Trados karena saat itu pemberi kerja memberikan bahan terjemahan berupa file .itd jadi mau tidak mau aku harus punya perangkat lunaknya kalau tidak aku tidak bisa menerima pekerjaan tersebut (dan order-order sejenis berikutnya).

Jika keadaannya dibalik, belum tentu aku berani memutuskan itu. Maksudku, bila belum ada kebutuhan atau nilai tambah dari menggunakan barang apa pun belum tentu aku membelinya. Untuk sekadar belajar berbagai perangkat lunak aku bisa memanfaatkan program versi “icip-icip” atau trial yang dibatasi waktu atau volume. Minimal aku bisa belajar menggunakannya (membuka, menerjemah, mengekspor hasil terjemahan dan menutupnya) dan siap menerima jika ada tawaran proyek penerjemahan. Perangkat lunak dan perangkat keras mahal tentunya tidak berguna kalau kita tidak senantiasa mengasah kemampuan menerjemah. Yah, alhamdulillah sampai sejauh ini sih pintu rezeki selalu terbuka untukku jadi investasi ini sudah balik modal.

Aku menggunakan laptop dan bukannya PC karena laptop bisa dijnjing ke mana-mana dan baterainya setidaknya menunda laptop mati jika listrik padam saat sedang menggarap terjemahan sehingga data tidak hilang seketika itu juga. Manfaat terbesar dari menggunakan laptop adalah aku bisa dengan mudah mengikuti berbagai pelatihan penerjemahan, terutama pelatihan menggunakan CAT Tools.

Aku senang sekali melihat semangat belajarnya. Semoga sukses, Mbak!

Simak juga pengalaman Maria Renata yang menyiapkan modal ketika memutuskan menjadi penerjemah profesional.

Iklan

5 comments on “Spekulasi? Bukan.

  1. Ping-balik: When you want to, you can … and you will. | What's On My Mind

  2. mariaperdana
    Maret 6, 2014

    Ih aku gak sopan ya, blognya kubaca lekat-lekat dari tadi malam, tapi klik “like” aja nggak ha ha ha – padahal like this banget! 😀

    • Dina Begum
      Maret 6, 2014

      Hehe gapapa… aku senang sekali kalau ada yang nyantolin tulisan ke blog 😀 Nuhun, yes.

  3. astrid
    April 15, 2014

    Mba Dina, aku suka banget blog nya Mba.. tapi koq aku like ga muncul2 yaaa… Aku banyak belajat dari Mba.. thanks a lot… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Maret 5, 2014 by in Di balik layar and tagged .

Bergabunglah dengan 325 pengikut lainnya

Arsip

Statistik Blog

  • 261,830 hits
%d blogger menyukai ini: