Harga Buku Terjemahan Mahal? (Menyambung Tulisan Lulu)

Terlintas pertanyaan, kertas kita masih impor ya? Yang oleh teman sekamarku dijawab, “Kayu tropis enggak semua cocok untuk bahan buku. Kayu di kita kebanyakan kayu industri. Yang kita impor itu pulp atau campuran untuk membuat kertas. Kita memang impor pencampur buat bikin kertas tapi ekspor buat bikin perpustakaannya.”
Teman sekamarku kuliah jurusan Teknologi Hasil Hutan di IPB.

bruziati

577317_10202043530077978_841476683_n

Silakan baca tulisan Lulu di sini. Lulu pernah bekerja sebagai editor in house, jadi sedikit banyak punya pengalaman dalam menentukan harga buku terjemahan.

Karena penasaran betul mengenai harga buku terjemahan yang semakin lama semakin mahal, saya akhirnya ‘mewawancarai’ Mbak Hetih Rusli, editor fiksi di Gramedia Pustaka Utama. Berikut jawaban dari Mbak Hetih:

Komponen standar (ongkos produksi buku) terdiri atas biaya cetak, biaya gudang, biaya promosi, biaya distribusi, dll. Untuk buku terjemahan selain biaya penerjemahan, ada biaya pembelian rights dan royalti juga. Sama sebenarnya dengan buku lokal, yang memberi royalti ke pengarang.

Lihat pos aslinya 582 kata lagi

7 thoughts on “Harga Buku Terjemahan Mahal? (Menyambung Tulisan Lulu)

Add yours

      1. Udah cari di Google… itu sih udah sumber pertama XD haha. Tadinya sy berharap Mbak Dina ajuin supaya buku itu diterjemahkan ke B.Ind, atau dijual di Ind ^_^ heuheu 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: