Kongres XI HPI 2013 (1)

Baca Persiapan Pesta Demokrasi HPI.

[credit]
Beberapa waktu sebelum Kongres anggota menerima beberapa dokumen untuk dipelajari, yaitu Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, Kode Etik dan Rancangan Tata Tertib Kongres, disusul usulan penyempurnaan AD-ART dan Kode Etik HPI. Semakin mendekati hari H anggota HPI menerima laporan keuangan. Peserta kongres harus memilih ingin mengikuti pembahasan mana saja dari ketiga topik ini: AD/ART dan Visi Misi (Komisi I), Kode Etik (Komisi II) dan Usulan Program Kerja HPI Periode 2014-2016 (Komisi III). Wah, kongres HPI agak terlalu serius untukku, aku kurang pandai bicara dalam forum serius. Tapi aku ingin hadir karena ini wadah yang tepat untuk menyampaikan sesuatu, bila ada yang ingin disampaikan, yang akan membawa kebaikan bagi profesiku. Tak bicara pun tak mengapa, kupikir, aku bisa menjadi saksi sejarah.

Acara dihadiri tidak hanya oleh anggota penuh, melainkan juga oleh anggota muda dan nonanggota yang memang diperbolehkan hadir sebagai pengamat. Tidak hanya dari Jabodetabek, banyak peserta yang datang jauh-jauh dari Nusa Tenggara, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah bahkan Kalimantan. Dari 90-an pendaftar, hadir 82 anggota penuh, 3 anggota muda, 1 nonanggota.

“Komisi berapa, Mbak?” tanya Mbak Lila di meja sekretariat.

“Biasa, 10% saja.”

Sontak Mbak Lila mendongak. Bercandaaaa! Enggak mungkinlah di HPI ada yang minta komisi-komisian, kita kan ingin menjadi penerjemah yang Profesional, Tepercaya dan Terhormat, sesuai dengan slogan Kongres XI. Aku memilih Komisi III.

Pak Baharuddin, Pak Sugeng, Mbak Claryssa.
[credit]
Setelah pembukaan dan memanjatkan doa, pemilihan Presidium Kongres XI HPI dilangsungkan. Kami sepakat sidang dipimpin oleh Pak Sugeng Hariyanto dari Jawa Timur, dibantu oleh Pak Baharuddin dari Nusa Tenggara sebagai wakil dan Mbak Claryssa dari Jawa Tengah sebagai sekretaris.

Di dalam Sidang Pleno I dilasanakan pengesahan Tata Tertib dan Susunan Acara Kongres. Sidang Pleno II  diisi dengan Laporan Pertanggungjawaban Badan Pengurus Masa Kerja 2010-2013 yang disampaikan oleh Ketua Umum HPI, Bapak Eddie Notowidigdo. Laporan ini sangat membesarkan hati. Betapa tidak, begitu banyak pencapaian HPI terutama dari segi keuangan yang memungkinkan  terselenggaranya berbagai kegiatan dan pelatihan yang mengasah keterampilan anggotanya. Yang paling menonjol adalah diluncurkannya direktori penerjemah dan juru bahasa Sihapei yang memungkinkan profil kita dicari dengan mudah oleh calon klien dari seluruh penjuru dunia. Selain itu, penyelenggaraan TSN 2013 juga mencapai rekor peserta yaitu 73 orang. Laporan pertanggungjawaban ini diterima dengan suara bulat oleh peserta sidang. Dengan diterimanya laporan ini Ketua Presidium mengesahkan hasil penilaian atas Laporan Pertanggungjawaban Badan Pengurus dan menyatakan bahwa mulai saat itu seluruh Badan Pengurus berstatus DEMISIONER.

Sidang Pleno II ditutup oleh Pak Sugeng.

Ibu Indra Blanquita
[credit]
“Tak terbayang seperti apa jalannya Sidang tanpa dibantu oleh orang-orang yang juga mumpuni. Ketua Panitia hanya fasilitator, tapi jalannya sidang benar-benar lancar dan sebagaimana mestinya dengan bantuan teman2 dari Komda.” Tutur Mbak Indra Blanquita, Ketua Panitia Kongres XI HPI.

Selama rihat kopi, panitia kongres mengatur kursi agar membentuk 3 lingkaran untuk pelaksanaan Sidang Komisi secara bersamaan. Setiap lingkaran diperuntukkan bagi satu komisi. Ternyata, tempat duduk Komisi III diatur di dalam ruangan tempat makanan ditata. Oh dear, warna-warni puding yang dibawa Ira Susana, kudapan dan camilan oleh-oleh dari kawan-kawan Komda Nusra sungguh menggoda. Belum lagi steak lidah, huzaren salad, makaroni skotel, tumpeng dll… Fokus!

Komisi II: Kode Etik HPI.
[Foto: Mikael Onny Setiawan]
Komisi III dipimpin oleh Kang Adhi M Ramdhan, pengurus HPI bidang Infotek yang jempolan dan aku dimandat menjadi carik alias notulen. Begitu banyak hal menarik yang didiskusikan dalam waktu yang singkat, sampai-sampai ada beberapa butir pembahasan yang luput dari pencatatan #halesyan. Ada dua hal yang sangat menarik bagiku. Pertama, usulan Mbak Santie SW untuk mendaftarkan Komite Kompetensi & Sertifikasi (KKS) sebagai penyelenggara Tes Sertifikasi Nasional HPI (TSN HPI) untuk menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi sehingga sertifikat TSN HPI dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi. BSNP sebuah lembaga independen yang di bentuk pemerintah berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Badan ini bekerja untuk menjamin mutu kompetensi dan pengakuan tenaga kerja pada seluruh sektor bidang profesi di Indonesia melalui proses sertifikasi. Hal menarik kedua lebih berupa penawaran, yaitu pelatihan penerjemahan dokumen hukum dari Pak Tjan Sie Tek di kantornya untuk anggota HPI secara berkelompok yang terdiri dari 10-20 orang. Tawaran ini langsung disambut baik oleh teman-teman yang berminat. Sidang Komisi dilanjutkan ke Sidang Pleno III yang membahas hasil pembahasan ketiga komisi dan mengundang penilaian atas rekomendasi masing-masing Komisi. Setelah mengesahkan AD/ART, Kode Etik HPI dan Program Kerja HPI 2014-2015, Sidang Pleno III ditutup.

Baca Kongres XI HPI 2013 (2).

Iklan

3 thoughts on “Kongres XI HPI 2013 (1)

Add yours

  1. Laporan yang informatif dan lengkap. Sangat bermanfaat buat semua yang berkepentingan sebagai anggota HPI mau pun yang ingin tahu tentang HPI. Bravo Jeng Dina. — Indria Salim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: