Dina's Pensieve

Blog penerjemah bersertifikat HPI

Persiapan Pesta Demokrasi Himpunan Penerjemah Indonesia

Mbak Indra Blanquita, ketua panitia Kongres XI HPI memimpin rapat.

Beberapa minggu menjelang tanggal 30 November 2013 pengurus HPI masa bakti 2010 – 2013 membentuk panitia penyelenggaraan Kongres XI HPI 2013. Sebagai penerjemah yang tak asing bekerja dengan memanfaatkan internet, kami lebih banyak berdiskusi melalui email atau pesan Facebook. Eh, itu sih aku aja kali ya, mungkin yang lain lebih sering bertemu atau menelepon. Jarak dan waktu seakan tidak ada artinya buat panitia.

Panitia mengatur  pemilihan tempat, pembiayaan, susunan acara, konsumsi,  pendaftaran peserta, kit kongres, tanda pengenal peserta, rencana komunikasi dengan anggota, petunjuk arah, laptop dan alat perekam suara untuk notulen, memastikan ada ruang salat untuk para peserta yang muslim & muslimah dll. sampai menyediakan palu untuk ketua sidang dan mangkuk untuk tempat kertas suara.

Pada H-1 Ijul datang ke tempat pelaksanaan Kongres untuk cek sound, latihan vokal dan koreografi memeriksa agar segala sesuatunya siap untuk esok pagi.

IMG-20131129-WA0007

Goblet of Fire

“Ijul, besok kolam ikan buat ballot udah ada?”

“Nah itu dia punya gue pecah. Lo punya?”

“Ada tapi ga gede. Nah segitu.” (mengirim gambar melalui WA –>)

“Ada yang gedean ga? *Ngelunjak*”

“Enggak. Cuma itu. Kekecilan ya?”

“Kelihatannya sih kecil. Coba mangganya dikupas dulu.”

“Ide bagus.”

Kira-kira begitulah, kami menggunakan surat elektronik, pesan Facebook, WhatsApp, telepon untuk mengatur pesta demokrasi HPI yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 30 November 2013 di Universitas Atma Jaya, Jakarta, pukul 09.00 – 17.00.

Apa sih, Kongres HPI itu?

1. Kongres mempunyai kekuasaan tertinggi dalam organisasi;
2. Kongres diadakan sekali dalam 3 (tiga) tahun;
3. Kongres bertugas antara lain untuk:

  • menilai pekerjaan/usaha/kegiatan pengurus;
  • membahas masalah-masalah yang dikemukakan oleh sekurang-kurangnya 5 anggota sebelum atau pada kongres;
  • menyusun kebijakan umum dan program kerja untuk masa mendatang;
  • memilih pengurus baru;

4. Dalam kongres setiap anggota penuh mempunyai satu suara;
5. Keputusan kongres diambil dengan dua cara:

  • musyawarah untuk mufakat; atau
  • pemungutan suara berdasarkan suara terbanyak

6. Kongres sah apabila diikuti oleh lebih dari 50% jumlah anggota;

7. Apabila ayat 6 di atas tidak terpenuhi, ketentuan ART berlaku.

8. Apabila karena sesuatu hal kongres tidak dapat diselenggarakan, diadakan referendum;

9. Referendum sah apabila jawaban yang masuk mencakup lebih dari 50% jumlah anggota;

10. Keputusan referendum sama kuat dengan keputusan kongres;

11. Tata cara penyelenggaraan kongres atau referendum serta pelaksanaannya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

(Versi Hasil Kongres X HPI Oktober 2010)

Baca Kongres XI HPI 2013 (1).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Desember 1, 2013 by in Laporan Pandangan Mata and tagged , .

Bergabunglah dengan 325 pengikut lainnya

Arsip

Statistik Blog

  • 262,033 hits
%d blogger menyukai ini: