Dina's Pensieve

Blog penerjemah bersertifikat HPI

Tes Sertifikasi Penerjemah, Perlukah? (1)

Pertemuan HPI Komp@K (Komunitas Penerjemah dan Kerabat) tanggal 27 Oktober 2013 ini sengaja diselenggarakan menyambut diadakannya Tes Sertifikat Nasional Himpuan Penerjemah Indonesia (TSN HPI). Komp@k yang diaselenggarakan di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat ini dihadiri oleh sekitar 60 peserta yang di antaranya ada yang datang jauh-jauh dari Bandung dan Kalimantan. Narasumbernya adalah Ibu Rita Adisoemarta dan Bapak Evand Halim, didampingi Bapak Eddie Notowidigdo dan diampu oleh Ibu Indra Blanquita.

TSN HPI tahun 2013 (atau TSN 2013) ini diselenggarakan oleh Komite Kompetensi & Sertifikasi dengan personil baru. Ibu Rita dan Pak Evand sudah berpengalaman dalam penyelenggaraan tes kompetensi penerjemahan karena turut terlibat dalam UKP (Ujian Kemampuan Penerjemah) yang sudah tidak diselenggarakan lagi sejak tahun 2010.

Selain menguji kemampuan penerjemah dalam bidang  umum, TSN 2013 juga akan menggelar TSN Teks Hukum dengan pasangan bahasa Inggris – Indonesia dan Indonesia – Inggris. TSN 2013 akan diadakan pada tanggal 17 November 2013. Selain TSN penerjemahan, rencananya TSN kejurubahasaan (topik umum) akan diadakan paling lambat bulan Februari 2014 dan dua bulan kemudian diselenggarakan TSN kejurubahasaan bidang hukum.

Ditegaskan TSN 2013 ini tidak menganulir sertifikat TSN yang sudah diterbitkan. Perbedaan mencolok dari TSN 2013 yaitu metode ujiannya berbasis komputer, tidak tulis tangan seperti sebelumnya. Selain itu, peserta akan dibekali petunjuk penerjemahan (translation brief). Bukan hanya anggota penuh HPI saja yang boleh mengikuti ujian yang berorientasi pada pengguna jasa ini. Simak selengkapnya. Pada umumnya, peserta ujian TSN 2013 diharapkan dapat menghasilkan terjemahan yang memenuhi kriteria “3-B”, yaitu: (1) baik, (2) benar dan (3) berterima di dalam bahasa sasaran.

Menanggapi selentingan apakah ujiannya menjebak sehingga banyak yang tidak lulus, Ibu Rita mengutip kata-kata dosennya, Profesor Simatupang, “Tes yang baik adalah tes yang mampu membedakan siapa yang mampu dan yang tidak.”

Bagaimana kalau peserta tes ternyata lulus semua, karena memang sudah mumpuni, rajin ikut pelatihan dan sebagainya?

“Kalau begitu, it’s time we move on to the next level,” pungkas Ibu Rita.

Bersambung. Baca lanjutannya.

27102013-1

Dumbo juga mau ikut TSN.

Iklan

3 comments on “Tes Sertifikasi Penerjemah, Perlukah? (1)

  1. Anny
    November 4, 2013

    Mba Dina, blessing banget saya mampir ke rumahmu ini 😀
    Banyak makanan lezat yg bisa disantap dan sebagian saya bawa pulang ya…hmmm ilmu yang bermanfaat. Makasih Mba

    • Dina Begum
      November 4, 2013

      Makasih udah berkunjung. *suguhin teh manis*

  2. Hanna
    November 22, 2013

    Wah, sy ketinggalan berita… Klo pengen dpt berita kapan TSN berikutnya gmn, ya? Terimakasih :).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Bergabunglah dengan 325 pengikut lainnya

Arsip

Statistik Blog

  • 261,830 hits
%d blogger menyukai ini: