Dina's Pensieve

Blog penerjemah bersertifikat HPI

Makhluk Bernama CAT Tools

EddiePak Eddie Notowidigdo menulis postingan di grup Himpunan Penerjemah Indonesia di Facebook:

CAT Tools
Saya baru terima pertanyaan melalui inbox, apakah CAT itu. Di bawah ini saya salin-rekatkan jawaban agar teman-teman yang baru bergabung mendapat bayangan apa yang dimaksud dengan CAT Tools.

CAT itu akronim dari Computer Aided Translation, Penerjemahan berbantu komputer. Ini lain dengan Google translate atau Transtool atau Rekso translator. CAT tools ini berupa software yang sangat canggih dan rata-rata cukup mahal, mis. Wordfast (200Euro), Trados (sekitar 800an Dolar) dll., yang lebih mahal lagi.

Prinsip kerjanya adalah dengan menghimpun semua kata/kalimat/frase yang pernah kita terjemahkan ke dalam Translation Memory (TM). Pada saat kita sedang menerjemahkan sesuatu yang mirip atau sama dengan yang pernah kita terjemahkan sebelumnya, terjemahannya langsung tampil di layar sehingga tidak perlu ditulis lagi dan dengan demikian menghemat waktu pengetikan. Salah satu manfaat lainnya adalah konsistensi dalam menerjemahan terminologi.

Jadi, perangkat ini hanya berupa alat bantu saja, bukan perangkat yang langsung menerjemahkan teks dari satu bahasa ke bahasa lain. Dengan menggunakan CAT tools, kita dapat meningkatkan produktivitas kita sampai 50-75%. Dengan meningkatkan produktivitas, kita juga bisa menerima pekerjaan lebih banyak.

Sebagai penerjemah yang mengandalkan hidupnya dari terjemahan, produktivitas yg lebih tinggi berarti pendapatan yang lebih tinggi pula. UUD (Ujung-unjungnya duit) 

Silakan teman-teman lain kalau mau menambahkan penjelasan saya.

Ricky Zulkifli Kenyamanan kerja –> tata letak (teks sumber di kolom kiri, teks sasaran di kolom kanan)
Kerja post-editing sangat minimal –> format sumber tidak berubah.

Adhi M Ramdhan Investasi dalam pembelian CAT Tools biasanya cepat balik modal. Jangan khawatir. Asalkan mutu terjemahannya terjaga. Tapi juga jangan mudah tergiur beli semua CAT Tools. Prinsip 3B: Beli Bila Butuh. Bila ada klien/agensi ngasih proyek yang harus pake A, maka beli A. Bila harus B, maka beli B.

Maria Renata Pemikiran sebelum menggunakan CAT Tools:

1. Apakah Anda mulai muak ketika harus melakukan salin rekat kata2 yang itu2 saja ketika menerjemahkan? (Misal: Tabel 2.1 – Tabel 2.2 – Tabel 2.3 –> hadeuhhhhh

2. Apakah Anda memerlukan kemunculan kata-kata dan kalimat yang konsisten sifatnya? (Misal: “Peralatan medis hanya digunakan untuk keperluan medis” – kemudian muncul kalimat berikutnya “Peralatan darurat hanya digunakan untuk keperluan darurat” – cuma ganti kata “medis” dengan “darurat”, dan di mana kalimat sebelumnya muncul?? Oh no!!

3. Apakah Anda seringkali membaca pekerjaan terjemahan dan berpikir “Aduh kayaknya saya pernah mengerjakan materi ini XX bulan yang lalu, tapi gimana caranya saya mencocokkan dengan materi yang sekarang? (di mana saya simpan dokumen terdahulu??)

4. Apakah Anda seringkali kesal karena harus merapikan tab judul, rata kiri, rata kanan, rata tengah, dua kolom, plus puyeng gleyeng karena banyaknya jumlah embedded pictures dalam suatu dokumen, dan ketika Anda berusaha mengetikkan terjemahannya, FORMAT BERGESER? Waaaaaaks!!

Jika jawaban dari semua poin di atas adalah “Ya”, berarti “YA SAATNYA ANDA PAKAI CAT TOOLS!” (maaf, ini semua pengalaman pribadi  )

Harry Hermawan Untuk balik modal CAT tools ada benarnya, akan balik modal, dan logikanya juga jangan terlalu rendah tarif per katanya. Minimal cari tahu harga pasar yang relatif mapan. Setidaknya nanti ada yang namanya – repetition dll. Terutama untuk tarif penerjemahan dengan CAT Tools.

Masih kurang juga? Silakan klik di sini.

Simak pertimbanganku sebelum membeli CAT Tools dan bagaimana aku menggunakan CAT Tools untuk menggarap penerjemahan novel. Hasilnya? Lihat sendiri di sini.

Trados

Tampilan layar saat menerjemahkan menggunakan Trados Studio 2011.

Iklan

14 comments on “Makhluk Bernama CAT Tools

  1. Catur Rush
    Agustus 29, 2013

    Bermanfaat untuk menambah pengetahuanku tentang CAT Tools ini. Tur suwun.

  2. LIta
    Agustus 29, 2013

    Mbak Dina, makasih sdh mau berbagi 🙂 Tanya dong: sejauh apa CAT Tools membantu pekerjaan Anda sbg penerjemah novel/fiksi? CAT Tools hanya bisa digunakan jika sumbernya dlm bentuk elektronik ya ngga?

    • Dina Begum
      Agustus 29, 2013

      Aku menggarap novel dengan CAT Tool hanya karena terbiasa saja. (1) Beli mahal-mahal kalau dianggurin kan sayang. (2) Kalau tidak dipakai terus nanti lupa.
      Pada awal aku melakukannya, ada yang menilai terjemahanku kelewat konsisten karena kurang kontekstual dan aku belajar memperbaiki keterampilan dari itu. Jadi, karena terbiasa, menerjemahkan fiksi memakai CAT Tools asik-asik aja.
      Benar, menerjemahkan dengan bantuan CAT Tools hanya bisa dilakukan jika sumbernya file elektronik yang bisa diedit. Bila tidak, kan ada pemindai dan Nuance OCR.
      Selengkapnya: https://dinabegum.com/2011/05/24/si-katul-dalam-penerjemahan-novel/

  3. Loly Lusius
    Oktober 22, 2013

    Mba Dina sendiri sewaktu baru-baru mengirimkan contoh terjemahan ke para penerbit, memakai software atau hanya kamus-kamus online saja Mba?
    Saya cuma pakai freedictionary.com, sinonim.co.id, KBBI dan mbah google Mba sekarang.

    Kedua, CAT Tools mungkin memang bagus, tapi menurut hemat Mba Dina, rekomendasi software gratis apa yang paling cukup lumayan hasil terjemahannya untuk dipakai para penerjemah amatir (*unestabilish translation worker) seperti saya Mba? Karena kalau beli CAT Tools dahulu, waduh Mba, ntar saya ngga makan dong Mba, hehehe…. :p

    Trims before n teteup menjura, hehe… :p

    • Dina Begum
      Oktober 22, 2013

      Sewaktu memutuskan terjun ke dunia terjemahan, aku langsung membeli laptop, kamus eka bahasa (English-English & KBBI), Tesaurus (ID & EN), dan kamus bahasa Sunda. Tentunya aku juga memakai sumber-sumber online seperti KBBI, Kateglo, dll. Tautannya ada di Beranda blog ini, di bawah judul “Acuan.”
      Kalau yang dikau maksud dengan software gratis itu bukan CAT Tool aku enggak tahu yang dimaksud, (bukan Google Translate, kan?) jadi enggak bisa kasih rekomendasi.

      • Loly Lusius
        Oktober 22, 2013

        Hmm…, yah yah Mba Dina, makasih banyak buanget buat acuannya.
        Untuk Kateglo, yah itu aku yang kurang, padahal udah pernah liat sebelumnya.

        Mba Dina sekali lagi makasih banyak yah, semoga tambah maju n tambah terus berbagi dengan para pemirsa Blog ini, haha….

        *menjura _/\_ hehe…..

  4. nizar
    Januari 30, 2015

    Mbak mau nanya beli cat tool diman di indonesia? Apakah berlaku untuk bahasa lain seperti jepang? Makasih

    • Dina Begum
      Januari 30, 2015

      Aku beli ke vendornya langsung. Bisa di-google, mau CAT Tools apa lalu cari kontaknya di websitenya.

  5. Erni Rahmawati
    Maret 26, 2016

    Mbak Dina, waktu itu HPI pernah mengadakan pelatihan cat tools trados kalo gak salah. Lalu diinstaĺl di laptop. Waktu itu saya tidak ikut karena kalau tidak salah harus ada laptop, dan waktu itu hanya punya netbook.

    Bisakah saya membeli cat toolsnya dari HPI?

    Terima kasih Mbak Dina.

    • Dina Begum
      Maret 27, 2016

      Hai Erni, membeli lisensi Trados dari sdl dot com, bukan dari HPI.

  6. Mizu
    Mei 10, 2016

    Ngubah dari format Trados 2011/2014 ke format word office doc gimana ya, Mbak?

    Kerja di agensi, dan dari boss/senior biasanya sudah dalam format xliff, lalu langsung dikumpulkan untuk diedit. Tak pernah tahu bagaimana teks itu diubah lagi ke format words

  7. Ping-balik: CAT Tools adalah Partner: Sebuah Perkenalan dan Hasil Survey

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Agustus 29, 2013 by in Comotan and tagged , .

Bergabunglah dengan 330 pengikut lainnya

Arsip

Statistik Blog

  • 265,038 hits
%d blogger menyukai ini: