Dina's Pensieve

Blog penerjemah bersertifikat HPI

Lagi-lagi Menerjemahkan Makian

Ceritanya Mr L ini punya selera humor sarkastis. Dia pernah punya sejarah buruk dengan Mr. V tapi kali ini mereka terpaksa bekerjasama demi mencapai tujuan tertentu.

Nah, setelah berusaha menerjemahkan makian kasar yang bertaburan, aku ketemu dengan adegan ini. Semoga terjemahannya berterima.

Sumber:

“F**k. Me,” Mr. V breathed.

“I will so pass on that,” Mr. L muttered.

Terjemahan:

“Cecunguk. Bunting,” umpat Mr. V pelan.

“Bukan aku yang berbuat,” gerutu Mr. L.

Baca juga: Menerjemahkan Kata-kata Umpatan.

Iklan

14 comments on “Lagi-lagi Menerjemahkan Makian

  1. Lidya
    Juli 30, 2013

    ternyata jadi penerjemah juga pusing ya mbak menerjemahkan makian

    • Dina Begum
      Juli 31, 2013

      Iya, soalnya risi juga kan kalau kita baca makian dalam teks, padahal dalam cerita aslinya memang begitu.

  2. Wahyu
    November 5, 2013

    Wah, pas banget ketemu pembahasan ini. Mau tanya boleh ya mbak.
    Ceritanya ada 2 orang yang membahas kata-kata umpatan. Sampailah pada percakapan ini:
    “Bummer.” “What’s ‘bummer’?” “It’s a bad thing.” “Do you know ‘shit’?” “That’s a curse, isn’t it?” “Not if you say ‘shiitake’.” “Guess not.”
    Apa kata-kata umpatan itu perlu diterjemahkan?
    Ini terjemahan versi saya:
    “Bummer.” “Apa itu ‘bummer’?” “Itu berarti hal buruk.” “Apakah kau tahu ‘shit’?” “Itu umpatan, kan?” “Tidak jika kaubilang ‘shiitake.'” “Kupikir tidak.”
    Mohon pendapatnya mbak. Terima kasih 🙂

    • Dina Begum
      November 6, 2013

      Hai Wahyu.
      Kayaknya kalau aku dapat bahan kayak gitu aku cenderung membiarkan istilah aslinya (bummer, sh*t-shiitake) sampai nemu ide cemerlang.
      Inginnya sih memadankan materi kayak gini dengan bahasa Indonesia, misalnya ‘bummer’ jadi ‘kampret.’ Tapi sulit nyari pelesetan kayak ‘sh*t’ –> ‘shiitake’.

      Yang langsung terbit dalam pikiranku untuk sh*t – shiitake:
      “Apa kau tahu artinya ‘janc*k’?”
      “Makian, kan?”
      “Bukan kalau kau bilang ‘dipun anc*k’.”
      “Iya juga, ya.”

      Hehe… #abaikan. Ini agak susah juga diterima kayaknya, karena ga semua mengerti istilah bahasa Jawa Timuran itu.

      Ehm… kalau udah ketemu, kasih tahu aku ya? hehe ga membantu.

      • Wahyu
        November 6, 2013

        Whoops!!! Maaf lupa disensor. My bad >_<

        Sempat terbersit juga untuk menerjemahkan kata 'bummer' jadi 'bulus,' 'sh*t' jadi 'asem' dan 'shiitake' jadi 'asemmangat.'
        Tapi rasanya masih kurang gereget gitu, dan yang bikin lebih bingung adalah lanjutan dari percakapan itu. Ada pelesetan ini:
        “Succotash my Balzac, dipshiitake.” *Ngakak sendiri*
        Jadi kayaknya memang harus dibiarkan saja ya mbak?

        No way, you help me a lot!
        Note: saya baru akan terjun ke dunia penerjemahan (baca: newbie), dan postingan mbak Dina di blog ini sangat menginspirasi saya)

        • Dina Begum
          November 6, 2013

          Heu heu heu. Pasti asik tuh novelnya. Hih jadi penasaran hasil akhirnya gimana. Jangan lupa bagi-bagi ya kalau udah terbit. Kalau mau nitip tulisan tentang pengalaman nerjemahin novel ini di sini boleh, lho. Dengan senang hati!
          Selamat terjun ke dunia penerjemahan. Semoga makin banyak order 😀

  3. Arief Rakhman
    November 14, 2013

    LOL

    😀

  4. ds20121231
    Desember 5, 2013

    Setahu saya ‘bummer’ ungkapan utk sesuatu yg terlewat, sesuatu yg bagus yg terlewat…. jadi IMHO barangkali bisa diterjemahkan ‘sial’ atau ‘sial juga’…. tp jadi rancu kalau menterjemahkan ‘f..ck’ jadi ‘sialan’ …walaupun menurut saya itu paling pas krn kalau kata yang lain apa bisa lewat badan sensor 🙂

    Asal jangan spt penterjemah ‘Battlefield Earth’ yg bikin saya mundur beli bukunya…: ‘Human… is an endangered species.’ diterjemahkan menjadi ‘Manusia… adalah mahluk yang berbahaya.’

    Sedikit uneg2.. 🙂

    • Dina Begum
      Desember 5, 2013

      Trims. Penerjemah, bukan penterjemah.
      jadi, menurutmu, terjemahan yang baik untuk “Human… is an endagered species.” itu bagaimana?

  5. Femmy Syahrani
    Desember 5, 2013

    Manusia… adalah spesies yang terancam punah?

  6. ds20121231
    Desember 5, 2013

    Terjemahan Femmy Syahrani yg benar….
    Penerjemah yg benar ya??? Trms sdh dikoreksi.

  7. Martha
    Oktober 28, 2015

    Hai Dina,

    Salam kenal dari saya, Martha. Saya suka sesekali berkunjung ke sini…buat mengasah bahasa Indonesia saya biar tetap oke 😉 Senang baca tulisan-2 Dina. O,ya saya orang Indonesia yang kebetulan sudah lama tahun tinggal di Belanda. Pas baca tentang latar belakangmu, jadi ketawa sendiri. Banyak kesamaannya. Suka baca, kerja di perpustakaan, punya anak 2. Cuma saya gak beryoga tapi bertaichi 🙂

    Saya lagi sibuk mempersiapkan diri buat menerjemahkan buku-buku anak dari bahasa Belanda ke bahasa Indonesia. Makanya menyenangkan sekali bisa baca pengalaman-pengalaman yang kamu tulis di sini.

    O,ya..saya punya website yang berbicara ttg hal ini. Dengan ini saya ingin mengundang Dina, juga teman-teman lainnya yang tertarik untuk mengenal buku-buku anak terbitan Belanda dan mungkin ingin menerjemahkan atau menerbitkannya di Indonesia . Di website itu saya mencoba membagi apa saja yang saya tahu dan mungkin berguna buat teman-teman di Indonesia.

    http://www.duniabukuanak.net

    Salam musim gugur,
    Martha

    • Dina Begum
      Oktober 29, 2015

      Salam kenal, Martha. Wah bagus-bagus sekali bukunya. Beredarnya di Belanda atau di Indonesia juga?
      Musim gugur, pasti dingin banget ya. 🙂

  8. Martha
    November 15, 2015

    Hai Dina lagi,
    Sorry, baru skrg sempat mampir lagi. Buku2 itu terbit di Belanda dan kebanyakan sudah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa lain di Eropa, sayang hampir tidak ada dalam bahasa Indoneseia.
    Makanya saya buat website itu, untuk memperkenalkan buku-2 anak yang beredar di sana, dan nantinya menerjemahkan buku-2 itu ke dlm bhs Indonesia atau sebaliknya…buku bacaan anak yang bagus dari Indonesia ke dalam Bhs Belanda. Biar bisa saling menukar keindahan dari negeri masing2.

    Iya, dingin tapi belum banget….nanti di musim dingin baru benar-2 dingin 🙂

    O,ya mungkin kita bisa diskusi soal penerjemahan, Dian kan udah pakar :-). Boleh hubungi Dian ke email? Atau Dian bisa mampir ke website dan kirim pesan di sana kala ada waktu.

    Oke, selamat berakhir pekan!

    Martha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juli 27, 2013 by in Correct me if I'm wrong.

Bergabunglah dengan 325 pengikut lainnya

Arsip

Statistik Blog

  • 262,033 hits
%d blogger menyukai ini: