[Ulasan] Mata Dunia yang memberi arti baru pada kata ‘petualangan’.

Sebuah postingan lama, dibuang sayang.

Dari sampul bukunya saja Eye of the World sudah memikat minat baca. Sempat ragu-ragu karena bukunya tebal sekali… apakah aku siap memberikan waktuku untuk kisah yang belum jelas ini? Begitu membacanya, ternya tak ubahnya bagaikan menyesap kopi tubruk. Sempat tersendat pada awalnya karena nama-nama karakternya yang panjang-panjang tetapi begitu melewati sesapan tertama – bab pertama – ternyata rasanya enak. Hati pun gembira karena cangkirnya masih penuh! Bukunya tebal, jadi masih lama keasyikan ini bisa berlangsung.

Sesekali aku tersandung istilah-istilah yang jarang kutemukan di dalam novel, seperti ‘berdenyar’, ‘terlongong-longong’, ‘berkeredep’, tetapi seperti panasnya kopi yang menggigit, yang pada awalnya membuat sesapan terhenti, itu hanya selingan kecil yang menyebabkan jeda namun tidak mengganggu.

Ketika cangkirnya kosong – tiba di bab terakhir – saat Mata Dunia akhirnya ditemukan, aku merasa puas, tapi timbul satu pertanyaan: bagaimana petualangan ini bisa lebih seru lagi mengingat masih ada tiga belas buku kisah Wheel of Time ini? Akan tetapi, di penghujung bab buku ini menjanjikan petualangan berikut yang benar-benar membuat penasaran:
Apakah ramalan yang akan digenapi oleh Rand?
Bagaimanakah kelanjutan curahan hati Nynaeve terhadap lelaki itu?
Apa yang sebenarnya terjadi pada Thom si Juru Dongeng yang menghadapi Manusia Semu sendirian?
Dan masih banyak lagi.

Walaupun seru abis dan menegangkan, menurutku buku ini lebih mengasyikkan lagi jika 250 halaman lebih pendek. Terlalu banyak kisah yang diceritakan. Hampir di setiap babak baru ada kisah sejarahnya. Aku hanya berharap semoga kisah-kisah itu akan ‘berguna’ di buku-buku berikutnya.

Ah, ternyata aku mendapat kehormatan untuk menerjemahkan novel kedua (The Great Hunt) dan ketiganya (The Dragon Reborn).

Judul asli: The Eye of the World (Wheel of Time #1)
Penulis: Robert Jordan
Penerjemah: Femmy Syahrani
ISBN : 9789794335970
Rilis : 2010
Halaman : 900
Penerbit : Mizan Fantasi

Sinopsis:

“Kalian adalah sang penentu takdir. Roda takdir memintal di sekitar kalian. Menarik dan memilin orang-orang yang berkaitan dengan takdir kalian. Membentuk sebuah jaring takdir yang akan menentukan nasib dunia”

Kedamaian desa Two Rivers punah bersama datangnya serbuan penunggang hitam yang membawa teror saat perayaan Bel Tine. Penunggang hitam yang jubahnya tak tersentuh angin. Kegembiraan warga desa sontak berubah kengerian saat monster-monster kegelapan yang selama ini hanya mereka dengar dari kisah juru dongeng, bermunculan di tengah mereka. Demi menyelamatkan orang-orang yang mereka cintai, tiga pemuda desa Two Rivers–Rand, Matt dan Perrin–pergi meninggalkan kampung halaman, terjun ke dalam pertempuran abadi antara gelap dan terang, melawan makhluk-makhluk kegelapan. Sementara itu, kultus penyihir menginginkan mereka melawan Raja Kegelapan, dengan alasan mereka adalah ta’veren, penentu takdir zaman. Namun bagaimana dengan takdir mereka sendiri? Takdir yang mereka inginkan?

Novel ini menciptakan sensasi luar biasa di kalangan penggemar novel fantasi dunia ketika pertama kali terbit tiga puluh tahun silam. Robert Jordan menata kisah epiknya dengan gambaran yang terperinci tentang dunia magis, sejarah, politik, karakter-karakter dan latar belakang budaya yang realistis.

Buku pertama dalam serial Wheel of Time ini akan mengantarkan Anda pada petualangan yang jauh lebih dahsyat daripada Lord of the Ring.

Iklan

3 thoughts on “[Ulasan] Mata Dunia yang memberi arti baru pada kata ‘petualangan’.

Add yours

      1. wow, seru.. ini juga lagi beresin trilogi hunger game gak tamat2, padahal cuma tiga buku… maklum berubah jadi pentium II kalau baca novel terjemahan… 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: