Dina's Pensieve

Blog penerjemah bersertifikat HPI

Call a spade a spade

spadeSumber:
“Guess Z talked to you already,” he said, because there was no reason not to call a spade a spade.

www.phrases.org.ukcall a spade a spade : To speak plainly – to describe something as it really is..

Terjemahan:
“Rupanya Z sudah bicara denganmu,” katanya, karena tidak ada alasan untuk tidak bicara tanpa tedeng aling-aling.

KBBI:
te·deng /tédéng/ Jw n penutup atau pelindung (supaya tidak kepanasan, tidak kelihatan); tebeng;
— aling-aling ki yg dipakai untuk menutupi rahasia (perbuatan buruk): dng — aling-aling, dng secara tidak terbuka; tidak dng terus terang;

Cihuy, idiom dengan idiom 😀

Iklan

18 comments on “Call a spade a spade

  1. lulu
    Juni 3, 2013

    Senengnya kalau idiom bisa diterjemahkan dengan idiom juga ya, mba. Terkadang kalau bingung, akhirnya aku menerjemahkan artinya secara langsung… tapi sebaiknya dicari dulu seperti ini ya… Thanks, mba, aku pasang di glosarium idiomku ya 😀

    • Dina Begum
      Juni 3, 2013

      Iya… saking senengnya kucatet biar ga lupa 😀

  2. Tukar Cerita
    Juni 3, 2013

    Alternatif:
    1. Kalau baik disebut orang; kalau jahat, jahatlah.
    2. Yang baik akan dipuji, yang jahat, dikeji.

    Selamat bertukar cerita, menjura 😀

    • Dina Begum
      Juni 3, 2013

      Dude, you lost me.

      • Tukar Cerita
        Juni 3, 2013

        >.< ampun Mbak 😀

        • Dina Begum
          Juni 3, 2013

          “You lost me” itu artinya aku gak ngerti apa masudmu.

          • Tukar Cerita
            Juni 3, 2013

            Terima kasih Mbak Dina, saya jadi tau arti you lost me. 😀
            Awalnya tadi saya ingin berkomentar ini Mbak:
            Apa tanpa tedheng aling-aling itu termasuk idiom? Menurut saya itu bukan idiom, tetapi hanya bahasa Jawa dari “tanpa ditutup-tutupi.”
            Oleh karena itu, saya ingin memberi dua alternatif di atas. Setelah Mbak respon dgn “you lost me”, saya jadi berpikir ulang, jangan-jangan saya yang keliru. Dan akhirnya saya sadar bahwa alternatif tersebut tidak tepat konteks.
            Dari awal sebenarnya saya berpikir tentang sebuah idiom Jawa yang sesuai konteks di atas. Tapi sebagian orang yang tidak terbiasa menggunakannya terutama wanita akan merasa risih. Idiom itu adalah blak kotang.
            Mohon maaf jika komentar saya salah, alasan saya hanya suka pada tulisan-tulisan Mbak. Teruslah menari dengan jemari. Selamat bertukar cerita. 😀

          • Dina Begum
            Juni 4, 2013

            Terima kasih udah mampir ke sini dan membaca tulisan-tulisanku 🙂
            Ga usah minta maaf, kita kan sama-sama belajar.

            Sebenarnya kalimat bahasa Inggris di atas bisa saja kuterjemahkan secara harfiah menjadi:
            “Rupanya Z sudah bicara denganmu,” katanya, karena tidak ada alasan untuk tidak bicara secara gamblang.

            tapi, lebih puas rasanya bisa bisa memadankan makna idiom asing dengan idiom bahasa Indonesia. Benar, “tedeng aling-aling” bukan idiom melainkan kiasan. Ditilik dari label kelas kata lema Kamus Besar Bahasa Indonesia yang kukutip di atas, frasa itu termasuk ki, kependekan dari kiasan. Seperti yang kita tahu, idiom adalah kiasan yang sudah mapan.
            Label Jw menunjukkan bahwa frasa itu memang berasal dari bahasa Jawa.

            Dan, dalam kamus bahasa Jawa http://kamus.ugm.ac.id/jowo.php tidak ditemukan lema blak kotang.

          • Tukar Cerita
            Juni 4, 2013

            Ok terima kasih atas penjelasan Mbak Dina.
            Memang saya tidak mengecek kamus Jawa, hanya spontan sebagai penutur yang kadang memakainya. Saya anggap blak kotang yang artinya melepas/membuka bra lebih cocok dipakai karena punya makna khusus (idiom). Jika tidak ada dalam kamus, berarti mungkin hanya dialek daerah tertentu yang memakainya dan tentu tidak tepat juga kalau dipakai. Saya konsultasi Mbah Google malah juga menemukan bahwa “ora tedheng aling-aling” itu di bahasa Jawa dimasukkan Pb atau paribasan (peribahasa) yang artinya sama dengan blak kotang.
            Jadi, pendapat saya di atas yang mengira peribahasa tersebut bermakna biasa (bahasa Jawa) dari “tanpa pelindung yang menutupi” terbukti salah.
            Mohon maaf atas kekhilafan saya dan terima kasih atas ilmunya.
            Selamat bertukar cerita, menjura. 🙂

    • Dina Begum
      Juni 4, 2013

      😀

  3. Lidya
    Juni 3, 2013

    dapet ilmu dari mbak Dina 🙂

  4. masriri
    Juni 13, 2013

    wow jadi tertarik dengan bahasa nih… mba dina ngadain kursus jarak jauh gak nih…? kayaknya banyak ko yang tertarik denga dunia penerjemah.. atau mungkin cd tutorial atau semacamnya yang lebih luas cakupannya dan lebih khusus (misalnya resep rahasia=red) pembahasannya gitu mbak??

    • Dina Begum
      Juni 14, 2013

      Belajar itu enggak harus kursus. Silakan baca-baca, syukurlah kalau ternyata ada manfaat yang ditarik dari blog ini.

  5. metalia
    Juni 20, 2013

    thanks for sharing, mba.. aku nambah ilmu deh jadinya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juni 3, 2013 by in Correct me if I'm wrong and tagged .

Bergabunglah dengan 325 pengikut lainnya

Arsip

Statistik Blog

  • 261,818 hits
%d blogger menyukai ini: