Dina's Pensieve

Blog penerjemah bersertifikat HPI

Sekadar Berbagi Pengalaman (2)

Lanjutan dari Sekadar berbagi Pengalaman (1).

Penerjemahan nonbuku

T: Saya diminta untuk sekalian merapikan tabel-tabel yang ada dalam materi terjemahan yang saya garap. Apakah itu termasuk pekerjaan penerjemah?
J: Silakan baca tulisan ini.

T: Bisa saya minta no telpon Dina? Untuk berkonsultasi langsung. Saya pribadi lebih senang berkomunikasi langsung melalui telp untuk hal yang sifatnya singkat namun butuh penjelasan detail. Lebih interaktif dan cepat dan efektif.
J: Untuk ditanya tentang penerjemahan, aku lebih suka berkomunikasi melalui komentar blog atau email. Telepon hanya untuk menerima order saja 😉

T: Menerjemahkan invoice itu harus pakai penerjemah tersumpah nggak?  Bagaimana dengan website, apa perlu penerjemah tersumpah juga? 
J: Penerjemah bersumpah itu penerjemah yang memiliki sertifikat untuk mengerjakan penerjemahan dokumen hukum atau surat-surat yang memiliki konsekuensi hukum, seperti Akte Kelahiran, Ijazah, Akte Pendirian Perusahaan, dsb. Selain itu, tidak diperlukan penerjemah bersumpah untuk menerjemahkan.

T: Di mana saya bisa cari informasi tentang lowongan pekerjaan menerjemahkan?
J: Biasanya aku mendapat informasi lowongan di  milis Bahtera, grup HPI – Himpunan Penerjemah Indonesia  di Facebook, grup khusus penerjemah dan editor buku di Facebook, di milis khusus anggota HPI, dan dari teman.

T: Mengambil sertifikasinya dimana?
J: Untuk sertifikasi, penyelenggaranya ada beberapa, di antaranya adalah Himpunan Penerjemah Indonesia dengan Tes Sertifikasi Nasional-nya atau Ujian Kualifikasi Penerjemah (yang konon sudah tidak diselenggarakan lagi). Walhasil aku belom pernah ikut kedua tes itu… selain enggak murah, aku enggak pede, takut enggak lulus kan sayang uangnya hangus.

T: Kalau mau cari-cari referensi mengenai prinsip-prinsip menulis (seperti comment Mbak di blog soal pengulangan kata, penegasan, dll) itu bisa di mana ya, Mbak?
J: Sebenarnya kuncinya banyak membaca. Mungkin blog Catatan Penerjemahan ini berguna. Bila ingin membaca buku-buku tentang penerjemahan, silakan tengok postingan ini.

T: Apakah Mbak Dina berkenan berbagi projek sekaligus membimbing saya?
J: Dibandingkan dengan beberapa orang, aku belum lama jadi penerjemah dan tidak merasa punya kapasitas untuk membimbing. Proyek penerjemahan yang kukerjakan membutuhkan CAT Tool dan  secara eksplisit aku tidak diizinkan mengalihdayakan pekerjaan itu kepada orang lain. Untuk membimbing… simak The Blind Leading the Blind.

T: I am interested to join your team as a freelance translator if you have more projects.
J: Thank you, but I do not own an agency therefore I do not have any team.

T: Apa sih CAT Tool itu?
J: CAT Tool = Computer Aided Translation Tool. Perangkat lunak yang dipakai penerjemah untuk mendukung dan memfasilitasi proses penerjemahan. Keistimewaan perangkat lunak ini adalah mampu menyimpan hasil terjemahan kita, yang disebut juga Translation Memory (TM), sehingga bila menemukan frasa yang sama di lain waktu, frasa itu akan muncul kembali. Jadi, penerjemah tetap harus menerjemahkan, ya, jangan berharap perangkat lunak menyediakan “tabungan” TM. Simak selengkapnya.

T: CAT Tool untuk pemula banget seperti saya yang gampang pake apa ya?
J: CAT Tool pertama yang kupakai untuk belajar adalah OmegaT. Selain gratis, cara pakainya juga cukup mudah. Simak dasar-dasar menggunakan OmegaT dalam kerja penerjemahan ini: http://www.youtube.com/watch?v=3Wv79R9Sp6E

T: Bagaimana cara menggunakan CAT Tool Wordfast Classic?
J: Simak penjelasan Mas Wiwit Tabah Santoso ini.

Ini sebenarnya salinan dari surat-surat elektronik dan pesan melalui jejaring sosial yang sudah dirapikan. Karena sudah satu atau dua kali aku menjawab pertanyaan dengan menyalin-rekat, sekalian saja aku pasang di sini.

Sudah baca Order Terjemahan?

Selain pengalamanku di atas, mungkin Anda tertarik untuk membaca pengalaman teman-teman lain tentang serba-serbi jadi penerjemah:

Iklan

8 comments on “Sekadar Berbagi Pengalaman (2)

  1. Lidya
    Mei 28, 2013

    menyimak 🙂 harus banyak baca ya mbak sudah dikasih lnknya gratis disini

  2. Shinta Ries
    Juni 4, 2013

    lengkapp bangett, tapi pasti adaa aja yang masih nanya qiqiqi

  3. egipang
    Februari 7, 2014

    mbak, aku baru patah hati ditolak penerbit…
    jadi gak ada semangat nerusin kerjaan.. (mental cemennn :)) akhirnya kubaca lagi deh tulisan mba Dina ini dengan semua link di dalamnya.. mencari inspirasi dan membangun semangat…
    Doakeeen ya mbaaaaaaaa

    • Dina Begum
      Februari 7, 2014

      Yaaah jangan cemen gitu dong. Semangat!

  4. Wandy
    Juli 20, 2016

    Salam hormat mba Dina,
    Saya mau bertanya perihal pajak penghasilan bagi penerjemah.
    Saya telah mengerjakan proyek terjemahan dari vendor di luar negeri, saat akan membuat Invoice, mereka minta saya menyertakan pajak bagi jasa penerjemahan yang berlaku di Indonesia terkait Pajak Penghasilan..jika tidak disertakan, maka saya tidak akan mendapat hak saya, bagaimana itu mba ya…
    Mohon informasinya mba,
    Terima kasih

    • Dina Begum
      Juli 21, 2016

      Salam, Wandy.
      Sayangnya aku belum pernah mengalami hal seperti itu jadi tak tahu bagaimana mengatasinya. Aku sangat awam dengan perpajakan jadi tidak bisa membantu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Mei 28, 2013 by in Di balik layar, F.A.Q and tagged , .

Bergabunglah dengan 325 pengikut lainnya

Arsip

Statistik Blog

  • 261,830 hits
%d blogger menyukai ini: