Tata Letak Dokumen Terjemahan

Oh, no! Scanned PDF!
Menyiasati sumber terjemahan berformat PDF

Sering penerjemah mendapatkan bahan terjemahan untuk presentasi, misalnya, atau dokumen yang mengandung bagan/tabel, gambar yang berisi teks yang harus diterjemahkan, format materi dalam PDF dan bahkan scanned PDF. Seperti yang kita ketahui, kata-kata dalam bahasa Indonesia cenderung lebih panjang daripada bahasa asing. Akibatnya, setelah diterjemahkan tabel atau bagan jadi berantakan karena menyesuaikan diri dengan teks yang baru. Timbul pertanyaan, “Bagaimana ini, apakah merapikan tata letaknya termasuk pekerjaan penerjemah?”

Menurutku, merapikan lay out atau tata letak (apalagi gambar) tidak termasuk pekerjaan penerjemah. Ini menyangkut waktu pengerjaan dan keterampilan khusus. Tentu klien ingin cepat mendapatkan hasil terjemahan dan mengerjakan tata letak berarti membutuhkan waktu lebih banyak untuk menggarap proyek penerjemahan.

Sebaiknya, sejak awal tentukan bahwa honor kita hanya untuk penerjemahan dokumen yang dapat diedit dan hasil yang kita kirimkan berupa file MS Word. Kalau bisa, minta satu lembar contoh materi yang harus dikerjakan sebagai gambaran. Minta klien menyediakan format sederhana untuk diterjemahkan. Contohnya. Dengan cara ini, diharapkan klien menyadari bahwa konversi format itu tidak semudah yang dibayangkan dan membutuhkan keterampilan khusus.

Bila klien menginginkan kita merapikan dokumen dan penerjemah sanggup menerjemahkannya, sudah sepantasnya kita mendapatkan imbalan lebih, atau yang lazim disebut surcharge. Banyak penerjemah yang menetapkan surcharge berdasarkan waktu yang digunakan untuk merapikan layout, dibayar per jam. Ada juga yang menetapkan per halaman, tergantung tingkat kesulitan tata letak yang harus dikerjakan. Kisaran biaya pengerjaan tata letak, termasuk konversi dari format PDF ke Word, yaitu Rp10.000 – Rp25.000 per halaman. Tentu saja keputusan untuk membebankan surcharge ini kembali kepada penerjemah sendiri. Akan tetapi, bila kita direpotkan oleh pekerjaan tata letak yang belum tentu kita kuasai, waktu untuk menerjemahkan akan tersita dan dikhawatirkan kualitasnya yang jadi korban, misalnya jadi tidak sempat membaca ulang untuk memeriksa apakah ada kesalahan tik atau makna yang kurang tepat.

Alasanku membebankan surcharge ini karena prioritas. Sebagai penerjemah purnawaktu, tentunya jasaku tidak hanya dimanfaatkan oleh satu klien. Kalau aku harus mencurahkan waktu lebih untuk sebuah pekerjaan, otomatis ada pekerjaan lain yang harus dikorbankan. Itu harus ada kompensasinya.

Tips di atas tidak berlaku untuk klien yang mengirimkan bahan terjemahan berupa file dari CAT Tool (entah itu Trados, MemoQ, dll.). Namun, seharusnya sih honornya dengan sendirinya di atas rata-rata, mengingat selain keterampilan menguasai CAT Tool terbilang khusus, harga perangkat lunaknya pun mahal. 😉

Semoga bermanfaat.

Baca juga kiat-kiat menerjemahkan komik/cerita bergambar.

Iklan

6 thoughts on “Tata Letak Dokumen Terjemahan

Add yours

    1. Sama-sama, Lulu. Kebanyakan sih penerjemah baru menyadari bahwa dokumennya ternyata berisi tabel dll. setelah menyanggupi proyek. Akibatnya, hasil terjemahan bisa kurang maksimal atau enggak bisa memenuhi tenggat.

    1. Iya, aku terinspirasi oleh pertanyaanmu di forum. Karena udah beberapa kali ditanyakan, sekalian aja kujadikan postingan. Ntar kalau ada yang nanya lagi tinggal klik 😉

      1. Nah, aku belum nemu tuh di forum, apa kelewat ya? Tapi emang gak pake bantuan search sih. 😀 Baca postingan2x lama ternyata seru. *jadi waktunya abis buat baca milis ketimbang nerjemahin. Hahahaha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: