[Ulasan] Uji Coba Keseraman Cerita

“Ada cerita misteri tentang anak indigo nih, mau ga? Tapi ini novel.”

“Mau,” jawab si bungsu.

Anakku yang bungsu kurang hobi membaca novel, lebih memilih komik. Tapi, dia suka membaca kisah petualangan macam Sapta Siaga yang tidak terlalu tebal. Buku kumpulan cerpen “Neraka Cermin” karya Edogawa Ranpo juga dia baca berulang-ulang. Aku ingin membaca novel “Misteri Anak Jagung” karya Wylvera Windayana tapi agak bimbang karena dari sinopsisnya kulihat ceritanya seram. Aku teringat obrolanku dengan Wiwek, begitu Wylvera akrab disapa, sepulang dari acara gelar wicara dengan Jostein Gaarder di Gramedia Matraman bulan Oktober 2011. Aku menumpang mobil Wiwiek yang ternyata rumahnya tak jauh dari rumahku. Saat itu dia sedang mengajukan naskah novel ini ke penerbit. Kami mengobrol tentang indigo dan bertukar cerita tentang orang-orang indigo yang kami kenal. Terus terang semakin lama aku jadi semakin merinding. Oleh karena itu, kusodorkan novel ini kepada anak bujangku untuk uji coba keseraman cerita.

Ternyata, anakku menyelesaikan novel ini dalam satu hari saja. Dari situ aku tahu bahwa isinya pasti menarik. Dengan bersemangat dia menceritakan jalan ceritanya, yang kurang lebih sama dengan sinopsisnya:

Gantari dihantui lagi oleh sosok Anak Jagung. Sejak kepindahannya ke Urbana, Amerika, sosok itu kerap hadir dalam mimpi-mimpinya dan membuatnya penasaran sekaligus ketakutan. Gantari sering mendengar suara tangisan misterius dari arah ladang jagung yang dilewatinya. Benarkah kisah Misteri Anak Jagung yang diceritakan neneknya itu benar-benar ada?

Bersama Delia, Gantari berusaha mengungkap semuanya. Gantari semakin bersemangat setelah bertemu dengan Aldwin, seorang anak indigo yang memiliki teman imajiner bernama Robin. Namun, rasa ingin tahu Gantari yang besar malah membuatnya dan Aldwin terjebak dalam ladang jagung yang terbakar. Dalam kondisi terjepit itu, Robin muncul secara nyata di hadapan Gantari dan Aldwin. Bagaimana nasib Gantari dan Aldwin?

“Jadi, ceritanya seram ga?” tanyaku.

“Enggak. Ih ga ada serem-seremnya.” jawab anakku.

“Tapi Gantari beneran lihat hantu?”

“Iya.”

Bagiku itu sudah cukup seram. Tapi, aku diyakinkan bahwa walaupun ada hantunya ceritanya tidak horor.

“Dari skala 1-5, satu paling jelek dan 5 paling bagus, buku ini kamu kasih berapa?”

“Tiga,” jawabnya.

“Kenapa?”

“Itu genrenya apa?”

“Misteri.”

“Kalau begitu, empat.”

Baiklah, kalau begitu. Berarti cerita ini “aman” untukku. Kalau membaca novel, aku suka kebawa mimpi. Makanya, aku kurang suka menonton, membaca atau mendengarkan cerita yang seram, sadis atau sedih. Kalau terjaga aku bisa mengalihkan perhatian kepada hal lain, tapi dalam mimpi? Mau lari ke mana? Apalagi mimpiku full color dan setelah bangun aku masih bisa mengingat jalan ceritanya, betapa pun absurdnya.

Judul: Misteri Anak Jagung
Penulis: Wylvera Windayana
Penyunting: Bebi Haryanti Dewi
Penerbit: PT. Penerbitan Pelangi Indonesia
ISBN: 9876027800038
197 halaman.

Tentang penulis:

Awal tahun 2013, ini Wiwiek menjadi ketua panitia kontes Srikandi Blogger 2013 dan sukses menyelenggarakan acara Penganugerahan Srikandi Blogger 2013 yang bertaburan hadiah dari sponsor.

Iklan

4 thoughts on “[Ulasan] Uji Coba Keseraman Cerita

Add yours

  1. Hahaha.., makasih, Mbak Dina. Tersanjung aku digelar di sini ulasannya tentang novelku, Misteri Anak Jagung. Dari awal novel ini sudah terkesan seram, padahal aku sudah meyakinkan ceritanya nggak horor dan menakutkan. Aku hanya mengisahkan tentang petualangan anak indigo dan misteri yg ingin diungkapnya. Jadi, amaaan… eh, sudah dibaca kan? 🙂

    1. Iya, bener, ceritanya enggak horor. Kelihatan banget penulis novel ini guru. Isinya sarat dengan pelajaran yang dikemas apik menjadi satu kesatuan dengan cerita. Misalnya cara Gantari menaksir ketebalan salju (di bab 1). Cerdas banget. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: