Tips Bekerja dengan Dua Monitor

Terkadang, ketika kita bekerja di laptop, layar laptop terasa sempit. Solusi pertama, dan mahal, adalah ganti laptop dengan yang layarnya lebih besar.

Tetapi, ada solusi lain yang jauh lebih mudah dan murah. Pertama, tolong periksa apakah di laptop sudah ada colokan VGA out. Bentuknya itu seperti segi lima terbalik dengan tiga baris lubang. Kalau ada, segera beli layar LCD atau kalau dananya agak lapang, monitor LED. Besarnya tentu sesuaikan dengan dana teman-teman.

Setelah itu, tinggal pasang atau atur seperti foto. Karena saya memakai Windows 7, ketika monitor LCD dicolokkan, Windows langsung mendeteksi layar kedua dan menampilkan desktop saya sebagai desktop yang diperluas (extended). Layar utama bisa untuk kerja dan layar LCD untuk sumber daya. Ini jauh lebih murah daripada beli laptop baru dengan harga yang belum tentu murah. Sedangkan dengan tambahan layar seperti ini, harga layar LED 19 inci adalah sekitar 975ribu rupiah saja. Manfaat kedua, mata Anda tidak terlalu lelah karena layar besar memudahkan kita kerja.

Selamat mencoba.
Arfan Achyar

Setelah membaca tips Arfan, aku meminjam monitor my roomate untuk uji coba. Karena aku sering menggunakan perangkat lunak Trados Studio 2011 yang banyak window-nya, cara ini memang lebih nyaman dengan window-window di Trados ‘diseret’ ke layar kedua sehingga wilayah kerja jadi lebih luas.

Setelah menabung, aku pun bekerja memakai monitor tambahan dan keyboard serta mouse nirkabel.

ergonomis

Youll never know unless you try.

Baca juga:

Iklan

12 thoughts on “Tips Bekerja dengan Dua Monitor

Add yours

  1. Kalau aku tergantung bahan yang sedang kuterjemahkan. Terkadang dengan satu layar besar (komputer all in one, mouse dan keyboard nirkabel), terkadang dua layar (satu laptop, satu layar LED yang terkadang buat nyetel TV dan bisa digeser-geser).;Kalau lagi kemaruk, layarnya tiga: satu komputer all in love buat nyetel lagu, browsing, kamus, satu laptop yang tutupnya tidak dibuka lebar, cukup buat ngetik saja, satu layar LED. Pernah juga dengan dua layar besar seperti yang dipakai Arfan itu. Tapi sehari-hari sih sekarang cukup pakai satu all in one saja. Di mejaku memang tidak ada kamus, jadi tidak masalah kalau mejanya jadi penuh komputer.

    1. Iya, kalau sumbernya masih hard copy kemungkinan tidak cocok. Kalau aku dapat bahan hardcopy, lebih baik kupindai semua lalu dialihkan menjadi teks pakai OCR agar bisa dikerjakan pakai Trados. Karena terbiasa, pengerjaan seperti ini jadi lebih mudah dan cepat bagiku.

  2. Aku belum pernah nyoba dua layar ini, nggak tau keefektifannya seperti apa. Tapi sekarang jadi ingin menabung buat beli LED hehe… You‘ll never know unless you try <– setuju! 😀

    1. Ternyata aku lebih suka satu layar gede ketimbang dua layar seperti ini. Ukuran layar yang paling pas buatku 19″ di atas itu kegedean dan mata rasanya jadi melotot terus. @_@

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: