Dina's Pensieve

Blog penerjemah bersertifikat HPI

Mengirimkan Hasil Terjemahan Buku

Mengenang saat pertama kali mendapatkan order penerjemahan buku.

Sumber gambar: http://annkroeker.com/2012/11/28/destructive-criticism-vs-healthy-critique-2/Yeeeey, selesai! Oh iya, bagaimana hasil karyaku ini harus dikirimkan ke penerbit? Apakah per bab atau semuanya sekaligus dalam satu file? Lalu, bagaimana dengan tata letaknya, apakah spasi ganda, spasi tunggal, menggantung atau tidak? Apa ada font standar, bolehkah aku memakai font kesukaan?

Biasanya aku mengirimkan naskah terjemahan dalam satu file, disesuaikan dengan permintaan pemberi kerja. Mengacu ke Surat Perintah Kerja atau SPK, jika disepakati bahwa honor dihitung per lembar dengan ketentuan 2 spasi, jenis huruf Times New Roman 12, margin kiri 3,17, margin atas dan bawah 3,54, tata letak hasil terjemahan seyogianya mengikuti aturan ini.

Ada juga yang menentukan satu lembar=30 baris dan ke kanan 65 karakter. Untuk yang seperti ini tata letaknya yaitu spasi 1,5 Times New Roman 12, margin kiri-kanan-bawah 1″.

Aku lebih sering menerima order terjemahan buku dengan honor dihitung per karakter (dengan atau tanpa spasi). Kalau begini, biasanya aku mengirimkan naskah hasil terjemahan dalam satu file, spasi 2, jenis huruf Book Antiqua 12, margin kiri-kanan-bawah 1″.

Bab-bab biasanya kupisahkan dengan jarak 2 ketukan Enter.

Berikut ada cara untuk menghitung berapa banyak kata dalam satu halaman dan berapa halaman sekian jumlah kata itu: http://www.wordstopages.com/ berlaku untuk bahasa Inggris saja.

Bagaimana dengan Anda?

Bu Sofia Mansoor:

Saya biasanya dibayar per karakter naskah terjemahan. Saya membaginya menurut bab, jadi ada file bernama Bab-01 s.d bab terakhir, misalnya Bab-10. 

Bagian pendahulu atau preliminary pages, dari sampul dalam s.d. prakata, biasanya saya satukan dan diberi nama Bab-00. Bagian akhir atau penyudah saya satukan dalam bab yang diberi nama Bab-11 (nomor bab terakhir ditambah 1). 

Saat mengirimkan hasil terjemahan, biasanya saya buatkan file excel bernama “jumlah kata XXX”. XXX adalah judul buku dalam bahasa sumber. Di situ dituliskan nama file dari awal s.d. akhir serta dicantumkan jumlah karakter per file. Jumlahkan semuanya.

Menurut editor saya, hal ini sangat memudahkan karena dia tinggal mengirimkan file excel buatan saya itu ke juru bayar, tinggal dikalikan dengan fee saya per karakter… dapat deh angka honor yang dibayarkan 2 minggu kemudian.

Baca juga: Cara menggabungkan beberapa file MS Word.

Iklan

15 comments on “Mengirimkan Hasil Terjemahan Buku

  1. egipang
    Maret 18, 2013

    Hehehehehe… Pergumulan hati anak bawang (saat harga bawang lagi mahal-mahalnya).
    Thanks ya mbak!!!

  2. Rini Nurul Badariah
    Maret 19, 2013

    Terjemahan pertamaku dengan harga per halaman, jadi ikut aturan penerbit. Times New Roman 12, spasi ganda, A4. Marginnya lupa, tapi yang pasti tidak lebar-lebar amat, juga tidak sempit.

  3. Sem Muhaling
    Mei 19, 2013

    Mohon info. Apakah untuk penerjemahan buku asing harus ada lisensi dari pemilik hak cipta? (Baik penerjemahannya inisiatif sendiri maupun inisiatif penerbit) Kalaua ada, bagaimana prosedurnya?

    • Dina Begum
      Mei 19, 2013

      Hai. Aku belum pernah menerjemahkan buku atas inisiatif sendiri, selalu penerbit yang menentukan bukunya. Dengan sendirinya penerbit sudah menguus hak ciptanya. Aku kurang paham bagaimana proses pembelian hak cipta, mungkin tulisan ini sedikit memberikan gambaran:
      http://mizanmag.com/baca/kisah-perburuan-inferno.html

      • Femmy Syahrani
        Mei 19, 2013

        Proses yang digambarkan dalam artikel itu merupakan pengecualian karena bukunya diincar banyak penerbit pada waktu bersamaan. Pada umumnya berlaku siapa cepat dia dapat.

    • Femmy Syahranie
      Mei 19, 2013

      Penerjemahan buku asing harus dengan seizin pemilik hak cipta (bisa diurus penulis, agennya, atau penerbitnya). Pihak penerbit Indonesia harus menghubungi pemilik hak cipta ini untuk menegosiasikan ketentuan kontrak penerjemahan (royalti dll). Setelah semua disepakati dan kontrak ditandatangani, barulah penerbit Indonesia menerjemahkan dan menerbitkannya.

      Biasanya pemilik hak cipta hanya mau memberi hak terjemahan kepada penerbit, soalnya mereka yang dinilai mampu memproduksi buku dengan baik, mendistribusikannya secara meluas, membayar royalti dan melaporkan hasil penjualan secara teratur. Kalau penerjemah meminta hak cipta, biasanya mereka meminta penerjemah mencari dulu penerbit Indonesia yang mau menerbitkan buku itu, lalu penerbit yang menguruskan hak ciptanya.

      • Dina Begum
        Mei 19, 2013

        Makasih, Femmy. Sebenernya aku penasaran juga sih sama proses hak cipta ini. Jadi tahu deh. Mungkin ini salah satu tugas Right Editor? Sering melihat nama jabatan itu dan membatin, kalau ada right editor apakah artinya ada left editor… :p

        • Femmy Syahrani
          Mei 19, 2013

          Yap, itu tugas Rights Editor. Dulu aku pernah memegang jabatan itu di Mizan 🙂 Asyik juga lho berburu hak terjemahan.

          • Dina Begum
            Mei 19, 2013

            Nah, sekalian tanya, apa pernah ada penerjemah yang mengusulkan sebuah buku buat diterjemahin lalu dikabulkan?

          • Femmy Syahrani
            Mei 19, 2013

            Dulu aku mengusulkan seri “Wheel of Time” ke Mizan 🙂

      • rkarniati
        Februari 15, 2017

        Halo mbak Femmy
        Salam kenal
        Mbak kalo kita mau menerjemahkan karya orang lain misalnya novel bahasa Inggris ke bahasa Indonesia alurnya gimana mbak?
        Saya penasaran karena saya punya novel bahasa Inggris yang saya pakai untuk data skripsi saya jadinya saya tertarik untuk menerjemahkannnya sekalian mempelajari kosakata mbak

  4. anggunpara
    Februari 13, 2017

    Hai kak Dina, terimakasih infonya.. infonya bagus banget..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Maret 18, 2013 by in Di balik layar and tagged , .

Bergabunglah dengan 325 pengikut lainnya

Arsip

Statistik Blog

  • 261,995 hits
%d blogger menyukai ini: