Dina's Pensieve

Blog penerjemah bersertifikat HPI

Belajar Menerjemahkan

Dulu, saat mulai timbul keinginan belajar menerjemahkan, kubaca novel-novel asli yang versi terjemahannya pernah kubaca dan masih ada dalam koleksiku.

Beruntung, saat itu aku bekerja di perpustakaan British Council Jakarta yang punya koleksi lengkap karya-karya Enid Blyton. Berhubung buku-buku favorit, membaca kembali kisah petualangan remaja-remaja Inggris itu tetap saja menyenangkan, walau itu termasuk bacaan anak-anak.

Jadi, kupikir beberapa contoh terjemahan yang sudah terbit ini mungkin bisa berguna buat teman-teman yang ingin belajar menerjemahkan novel. Aku menampilkannya karena teks ini sudah tersedia di internet. Khusus untuk novel “Charlotte’s Web” atau “Laba-laba dan jaring Kesayangannya,” kurasa penerbitnya tidak akan keberatan, karena aku pernah meminta izin untuk menampilkan hasil suntingan di blog.

Semoga berguna.

Simak juga trik ‘berkhianat’ agar hasil terjemahan jadi lebih enak dibaca.

Iklan

10 comments on “Belajar Menerjemahkan

  1. hana sugiharti
    Maret 5, 2013

    aku punya yang laba-laba dan jaring itu

    film nya juga ada kan ya mak 😀

    mak kalau diary of a whimpykid diterjemahkan juga ya?

    • Dina Begum
      Maret 5, 2013

      yeey! Film Charlotte’s Web ada, yang main Dakota Fanning sebagai Fern. Bagus banget.
      Wimpy Kid versi bahasa Indonesia (Diari si Bocah Tengil) udah diterbitin sampai yang ke-5, kalau ga salah. Penerbitnya Atria.

  2. Sari
    Maret 5, 2013

    Enid Blyton? suka bangeeettt…. jadi inget masa kecil… eh sekarang jg masih suka baca sih Mbak hehe 🙂

    • Dina Begum
      Maret 5, 2013

      Novel kesayanganku tuuuuh… Dulu aku naksir Dick #eh.

  3. yuniarinukti
    Maret 6, 2013

    Saya juga suka baca enid blyton, petualangannya seru dan selalu ada masalah, pun endingnya gak bisa ditebak

  4. Faradis Muhammad
    Maret 6, 2013

    kalau saya enggak terlalu suka novel. lebih suka manga atau cerita bergambar 😀
    heheheh

  5. Dita Marina
    Maret 16, 2013

    Wah bagus. Saya pingin bgt jadi translator mbak, tapi apa sih enak ga enaknya jadi translator dan dapet budget berapa? Wkwk thx

    • Dina Begum
      Maret 16, 2013

      Enaknya karena aku senang mengerjakannya dan mendapatkan penghasilan dari situ. Tidak perlu ngantor, tidak perlu mandi dulu, biar order aja yang nyamperin. Enggak enaknya kalau enggak ada order. Tentang berapa penghasilannya ya… enggak tentu. Yang jelas bila dikelola dengan baik, cukuplah untuk menghidupi keluarga dan membiayai kuliah & sekolah anak-anak. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Maret 5, 2013 by in Di balik layar and tagged , , , .

Bergabunglah dengan 325 pengikut lainnya

Arsip

Statistik Blog

  • 261,830 hits
%d blogger menyukai ini: