Insiden Juru Bahasa Dihardik oleh Marzuki Alie

Beberapa hari ini para penerjemah  baik di milis Yahoo! Bahtera maupun grup HPI di Facebook membahas berita tentang Marzuki Alie yang mengomeli seorang penerjemah dengan cara yang tidak elegan. Bagiku ini mencerminkan betapa orang kurang memahami, apalagi menghargai, profesi penerjemah (dalam hal ini juru bahasa).

Berikut salin rekat dari linimasa @meily_badriati (dosen Komunikasi UI) tentang insiden Marzuki Alie menghardik penerjemah:

“Pak Marzuki Alie, cara Anda sangat tdk elegan mengganti mhsw yg berusaha menerjemahkan pidato Anda. Anda shrsnya menyuruh staf Anda dr awal”

“@AnnettaDarandri Bahasa Inggrismu bagus. Sy bangga dgn kamu. Kamu MC bukan penerjemah. Cara Marzuki Alie memang sangat tdk elegan. Kelakuan!”

“1. Kemarin muncul beberapa berita, ttg “Marzuki Alie Protes Penerjemah Pidatonya” dsb. Rasanya ada hal yg harus diluruskan.”

“2. Peristiwa itu terjadi di Ruang Terapung UI Depok dalam acara: “Belajar Dari Penjajahan Etnis Modern di Azerbaijan”.”

“3. Acara diselenggarakan Program Vokasi UI dan Kedubes Azerbaijan. UI menyediakan tempat, MC dan panitia mahasiswa sbg pelaksana.”

“4. Di luar rencana, MC yg mahasiswi UI, diminta Said Agil Siradj membantu menerjemahkan sambutannya ke bhs Inggris.”

“5. Tak ada insiden ketika MC menerjemahkan pidato Said Agil Siradj. Ia sama sekali tak tampak kecewa.”

“6. Seusai Said Agil Siradj memberi sambutan, Marzuki Alie ikut meminta MC yg sama membantu menerjemahkan pidatonya.”

“7. Mohon dicatat, mahasiswi saya ini tidak ditugaskan sebagai penerjemah. Dia hanya disiapkan sebagai MC”

“8. Mendapat tugas dadakan, mahasiswi ini menerjemahkan semampunya. Namun di tengah jalan ia dihentikan Marzuki Alie dgn cara yang tak elegan”

“9. Tiba2 Marzuki Alie mengatakan terjemahan mahasiswi/MC ini tak tepat.Lalu seorang staf dr Marzuki kemudian maju & melanjutkan penerjemahan”

“10. Yang menjadi pertanyaan: mengapa tidak sejak awal Marzuki Alie meminta stafnya menerjemahkan?”

“11. Teguran Marzuki Alie dan keputusan mengganti penerjemah, dengan cara yg kurang elok bisa memberi kesan salah pada panitia dan UI.”

“12. Bisa muncul kesan bahwa UI tidak mampu menyediakan penerjemah yang bagus. Bahwa UI tak siap sebagai panitia.”

“13. Sekali lagi harus dicatat: mahasiswi UI yang menjadi MC memang tidak pernah diminta/disiapkan menjadi penerjemah.”

“14. UI juga tak pernah diminta menyediakan penerjemah. UI hanya menyediakan MC. MC menjadi penerjemah itu di luar skenario.”

“15. Yg juga harus dicatat: kedubes Azerbaijan sebenarnya sudah meminta pidato Marzuki Alie diterjemahkan tertulis ke dalam bhs Inggris.”

“16. Hal itu agar pada hari H tamu/undangan asing bisa langsung membaca naskah pidato Marzuki Alie.”

“17. Jadi dalam rencana, penerjemah memang tidak diperlukan pada hari H.”

“18. Namun ternyata pada hari H hanya naskah Pidato Marzuki Alie versi Bahasa Indonesia saja yang tersedia.”

“19. Seharusnya, sebagaimana diminta oleh Kedubes Azerbaijan, staf Marzuki Alie sudah menyediakan naskah pidato versi Inggris pagi itu.”

“20. Jika pidato versi Inggris sudah tersedia, insiden yang mengecilkan upaya mahasiswa UI itu tidak akan terjadi.”

“21. Catatan ini saya twit, semata agar tak timbul kesan bahwa Universitas Indonesia tidak bisa menyediakan penerjemah yang mampu.”

“22. Jika memang diminta, saya yakin universitas kami ini lebih dari mampu untuk menyiapkan penerjemah yang kapabel. Sekian.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: