Dina's Pensieve

Blog penerjemah bersertifikat HPI

Legenda Valentine

Sejarah hari Valentine – dan kisah tentang santo pelindungnya – masih terselubung misteri. Yang kita tahu bahwa bulan Februari sudah sejak lama dirayakan sebagai bulan yang romantis, dan bahwa hari Santo Valentinus, yang kita rayakan pada tanggal 14, mengandung muatan tradisi Kristen dan juga agama Romawi kuno. Tapi siapakah sebenarnya Santo Valentinus dan bagaimana dia kemudian diasosiasikan dengan ritual kuno ini?

Gereja Katolik mengakui paling tidak ada tiga orang suci yang bernama Valentine atau Valentinus, dan ketiganya adalah martir. Salah satu legenda menyatakan bahwa Valentinus adalah pastor pada abad ke 3 di Roma. Ketika itu, kaisar yang berkuasa Claudius II berpendapat bahwa prajurit yang bujangan berfungsi lebih baik daripada yang sudah berkeluarga. Dan karena itu, Claudius II memandatkan bahwa para prajurit muda itu dilarang menikah. Valentinus, yang merasa bahwa mandat tersebut tidak adil, menentang sang kaisar, dan secara diam-diam tetap memberikan pemberkatan nikah kepada pasangan-pasangan muda yang saling mencintai. Ketika tindakan Valentinus terbongkar, ia ditangkap dan dijatuhi hukuman mati.

Di dalam penjara, menanti pelaksanaan hukuman matinya, Valeintinus membuat ucapan valentine yang pertama ketika ia jatuh cinta pada seorang gadis muda, Julia, anak sipir penjara, yang rajin mengunjungi dan menghiburnya selama ia ditahan. Sebelum kematiannya, konon, ia menulis surat kepada Julia, yang ditandatanganinya dengan “your Valentine,” suatu ekspresi yang masih dipakai sampai sekarang.

Walaupun kebenaran kisah-kisah Valentine ini masih belum jelas, semuanya menegaskan tentang Valentinus sebagai seorang yang simpatik, heroik dan –yang paling penting – sangat romantis. Pada abad pertengahan, karena reputasinya ini, Valentinus menjadi salah satu santo yang paling populer di Inggris dan Prancis.

Muasal hari Valentine : Festival Pagan di bulan Februari

Walaupun kebanyakan orang percaya bahwa Hari Valentine yang dirayakan pada pertengahan bulan Februari ini adalah peringatan kematian atau penguburan Santo Valentinus – yang kemungkinan terjadi sekitar tahun 279 M, ada sebagian orang lain yang percaya bahwa gereja Kristen menempatkan perayaan Santo Valentinus pada pertengahan bulan Februari ini untuk mengkristenkan festival pagan Lupercalia. Biasanya dirayakan pada tanggal 15 February, Lupercalia adalah festival kesuburan yang didedikasikan kepada Faunus, dewa pertanian Roma, dan juga kepada Romulus dan Remus, pendiri kota Roma.

Festival ini dimulai dengan berkumpulnya para anggota Luperci, suatu ordo dalam kependetaan Roma, pada sebuah gua suci, yang dipercayai sebagai tempat di mana bayi Romulus dan Remus, para pendiri Roma, dibesarkan oleh serigala betina (Lupa). Para pendeta itu kemudian mengurbankan seekor kambing , untuk kesuburan dan seekor anjing untuk penyucian. Kambing itu lalu dikuliti dan dipotong-potong memanjang, lalu dicelupkan pada darah. Mereka lalu membawa kulit itu ke jalan-jalan, dan mencambukkannya kepada para wanita dan juga pada tanaman di padang dan kebun. Para wanita yang dicambuk itu tidak takut dan bahkan menginginkan sentuhan kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa itu akan membuat mereka lebih subur di tahun mendatang. Setelah itu, pada hari yang sama, semua wanita yang belum menikah akan menaruh kertas bertuliskan namanya pada sebuah guci besar di tengah kota. Setiap pemuda lajang kemudian akan mengambil secarik kertas bertuliskan nama itu, lalu akan memacari perempuan yang namanya tertulis di sana selama setahun. Kebanyakan dari kisah roman ini berakhir dengan pernikahan.

Perayaan Lupercalia ada awalnya masih berlangsung pada awal bangkitnya agama Kristen, tetapi kemudian dilarang karena tidak sesuai dengan kepercayaan Kristen, yaitu pada akhir abad ke 5, ketika Paus Gelasius menyatakan tanggal 14 Februari sebagai Hari Raya Santo Valentine. Namun hari itu tidak langsung diasosiasikan dengan kasih sayang. Pada abad pertengahan, umumnya dipercayai di Inggris dan Prancis, bahwa tanggal 14 februari adalah awal dari musim kawin bagi burung, yangmenambahkan keyakinan bahwa hari Valentine harus diasosiasikan dengan romansa.

Surat atau kartu Valentine mulai bermunculan sekitar tahun 1400. Kartu Valentine yang tertua yang masih ada sampai sekarang adalah sebuah puisi yang ditulis pada tahun 1415 oleh Charles, Duke of Orleans untuk istrinya, ketika ia sedang dipenjara di Tower of London. Surat puisi itu sekarang menjadi koleksi dari manuskrip bersejarah di Perpustakaan London. Beberapa tahun kemudian Raja Henry V membayar seorang penulis bernama John Lydgate untuk mengkomposisikan sebuah ucapan Valentine kepada Catherine dari Valois.

Dewasa ini hari Valentine dirayakan di hampir semua negara. Di Inggris, kepopulerannya dimulai sekitar abad ke-17, saat biasanya orang saling bertukar cendera mata dan surat tanda cinta kasih. Pada sekitar tahun 1900an kartu Valentine mulai dicetak menggantikan surat-surat bertulis tangan. Di beberapa negara non-Kristen, perayaan Valentine pada awalnya tidak populer bahkan dilarang, namun dengan mengglobalnya hubungan antar manusia, pelarangan adalah hal yang obsolet, dan perayaan hari Kasih Sayang ini sekarang adalah milik dunia, tanpa memandang bangsa dan agama.

(terjemahan bebas dari artikel di History.com oleh Tya ‘Sylvan Elf’)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Februari 13, 2013 by in Comotan, Ini-itu and tagged , .

Bergabunglah dengan 325 pengikut lainnya

Arsip

Statistik Blog

  • 261,995 hits
%d blogger menyukai ini: