Dina's Pensieve

Blog penerjemah bersertifikat HPI

Puisi lagi… puisi lagi.

Seperti biasa, kalau harus nerjemahin puisi aku senewen. Jadi… please correct me if I’m wrong. 😉

Though youngest here, you are no longer small, Meski paling muda di sini, kau bukan lagi kanak-kanak,
But life is very hard since one and all Tapi hidup ini sangat sulit, karena semua orang dan sekalian sanak,
Aspire to be your teacher, thus and thus: Ingin menjadi gurumu, dan masih banyak lagi:
“We have experience, take a tip from us.” “Kami punya pengalaman, dengarlah petunjuk kami.”
“We know because we did it long ago.” “Kami sudah mengetahuinya karena kami pernah melakukannya dulu.”
“Elders are always better, you must know.” “Orang yang lebih tua selalu lebih baik, kau harus tahu itu.”
At least that’s been the rule since life began! Setidaknya begitulah aturannya sejak kehidupan dimulai!
Our personal faults are much too small to scan; Kesalahan pribadi kami terlalu kecil untuk dipindai,
This makes it easier to criticize Oleh karena itu, rasanya lebih mudah mencela
The faults of others, which seem double size. Kesalahan orang lain, yang tampak dua kali lipat besarnya
Please bear with us, your parents, for we try Bersabarlah terhadap kami, orang tuamu, karena kami mencoba
To judge you fairly and with sympathy. Menilaimu dengan adil dan timbang rasa
Correction sometimes take against your will, Pembetulan terkadang bertentangan dengan kehendakmu,
Though it’s like swallowing a bitter pill, Walapun rasanya bagaikan meneguk jamu,
Which must be done if we’re to keep the peace, Yang harus dilakukan bila menginginkan tentram,
While time goes by till all this suffering cease. Sementara waktu berjalan hingga semua derita ini bungkam.
You read and study nearly all the day, Kau membaca dan belajar hampir sepajang hari,
Who might have lived in such a different way. Padahal bisa saja menjalani kehidupan berbeda sama sekali.
You’re never bored and bring us all fresh air. Kau tidak pernah bosan dan menjadikan hari-hari kami ramai.
Your only moan is this: “What can I wear? Satu-satunya keluhanmu hanyalah ini: “Apa yang bisa kupakai?
I have no knickers, all my clothes are small, Aku tidak punya celana, semua pakaianku kekecilan,
My vest might be a loincloth, that is all! Rompiku bisa menjadi cawat, dan hanya itulah yang tersimpan!
To put on shoes would mean to cut off toes, Memakai sepatu artinya harus memotong jari-jemari kaki,
Oh dear, I’, so worried by so many woes!” Ya ampun, betapa banyak penderitaan yang harus kualami!”

Untung ada kamus rima ini: www.kamusrima.com dan www.rimakata.com.

Baca artikel Penerjemahan nursery rhymes dan puisi dalam novel di Blog Bahtera (Bahasa dan Terjemahan Indonesia). Baca juga Crazy Password Poem yang jenius tulisan Poppy D Chusfani.

Iklan

7 comments on “Puisi lagi… puisi lagi.

  1. Rini Nurul Badariah
    Januari 2, 2013

    Kalau aku menerjemahkannya begini, Mbak Dina:
    “We know because we did it long ago.”-> Kami tahu karena dulu mengalami.
    Satu-satunya keluhanmu hanyalah ini: “Apa yang bisa kupakai?-. Keluhanmu hanya ini: “Apa yang bisa kupakai?”

    • Dina Begum
      Januari 2, 2013

      Oia…. udah pake ‘hanya’ ga usah lagi pake ‘satu-satunya’ ya…. haha trims.

      Kalau yang “We know because we did it long ago.”-> “Kami tahu karena dulu mengalami.”
      gandengannya:
      “Elders are always better, you must know.”-> “Orang yang lebih tua selalu lebih baik, kau harus pahami.” kali ya….
      Adoooh… boleh gak ya dikoreksiiii…. terjemahannya udah dikirim O_o

      • Rini Nurul Badariah
        Januari 2, 2013

        Hehe, itu rimanya kugandeng dengan “Kami punya pengalaman, dengarlah petunjuk kami.”
        Coba aja hubungi editornya Mbak, siapa tahu belum diproses:)

  2. makri ali
    April 24, 2013

    klo melihat cara penerjemahanya begitu saya akan menerjemahkannya begini:

    walau yang paling muda di sini, kau tidak kecil lagi

    hidup makin keras dari satu perjalanan manusia ke perjalanan manusia lainnya

    ingin menjadi gurumu, ini dan itu

    kami punya pengalaman, belajarlah dari kami

    kami tahu karena pernah melakukannya di waktu lalu

    yang lebih tua selalu lebih baik, kau harus tahu itu

    setidaknya itu lah yang menjadi aturan sejak hidup dimulai

    kesalahan pribadi kita cukup kecil untuk dipindai

    maka akan mudah untuk mengkritisi

    kesalahan orang lain yang berlipat ganda

    bersabarlah bersama kami, orang tua mu, kami perjuangkan

    menilaimu secara seimbang dan simpati

    terkadang koreksi akan bertentangan dengan keinginanmu

    meski pahit seperti menelan pil pahit

    harus dilakukan jika kita tetap menjaga perdamaian

    hingga waktu berlalu sampai semua penderitaan ini hilang

    kau membaca dan belajar hampir sepanjang hari

    bagai hidup dengan cara yang berbeda

    kamu tidak pernah bosan dan membawakan kami udara segar

    hanya satu keluhan mu, “apa yang bisa aku pakai”

    aku tidak punya celana pendek, semua pakaianku kecil

    rompiku bisa jadi celana dalam, begitulah

    pakai sepatu bisa berarti memotong jari kaki

    Oh sayang, aku begitu khawatir dengan semua kesusahan.

    • Dina Begum
      Juni 6, 2013

      Makasih udah berbagi.

      Aku berusaha mempertahankan rima aa-bb.
      Rupanya terjemahanku berterima, dengan sangat sedikit suntingan. Bukunya sudah terbit, lho!

      Baris kedua sebetulnya nyambung dengan baris ketiga

      But life is very hard since one and all aspire to be your teacher, thus and thus:

      jadi jika diterjemahkan menjadi

      “hidup makin keras dari satu perjalanan manusia ke perjalanan manusia lainnya ingin menjadi gurumu, ini dan itu”

      menurutku malah maknanya kurang pas.

      • Monalisa
        April 15, 2014

        Menurut mba mba, puisi ini tentang apa? 🙂

        hee, *ingin nimbrung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Januari 1, 2013 by in Contoh terjemahan, Correct me if I'm wrong, Puisi and tagged .

Bergabunglah dengan 325 pengikut lainnya

Arsip

Statistik Blog

  • 261,830 hits
%d blogger menyukai ini: