Dina's Pensieve

Blog penerjemah bersertifikat HPI

[Ulasan] Savor the Danger

Penulis: Lori Foster.

Empat bintang untuk novel ini. Lima kalau saja aku tidak harus menerjemahkannya selama bulan puasa, karena ceritanya ‘panas’ (apa hubungannya ya?). Betapa tidak, kisah dimulai dengan Jackson Savor yang terbangun pada pagi hari di samping seorang wanita cantik, Alani Rivers, yang tidak mengenakan busana, dengan kepala sakit bukan main dan…. mengalami amnesia. Habis ngapain tuuuuh? #eh

Rupanya Jackson diracun. Bersama Trace Rivers (abang Alani) dan Dare Macintosh, Jackson prajurit bayaran. Ketiga orang itu dapat disewa untuk menyelesaikan kasus-kasus yang tidak dapat diselesaikan secara ‘resmi’. Namun, mereka juga punya kode etik dan sangat anti perdagangan manusia. Ke dalam kasus inilah mereka terlibat.

Perlahan tapi pasti Jackson berusaha mengungkapkan misteri kenapa dia sampai mengalami kehilangan ingatan dan siapa yang bertanggungjawab atas perbuatan itu. Ternyata bukan hanya nyawanya saja yang terancam, melainkan juga nyawa Alani. Jackson, si lelaki macho, jatuh cinta kepada Alani sejak pertama kali mereka berjumpa. Namun, karena gadis itu adik Trace, rekannya yang juga orang yang merekrutnya ke dalam bisnis prajurit bayaran, dia menjaga jarak.

Aku bersyukur mendapat kesempatan menerjemahkan novel ini karena memang menggemari kisah laga seperti ini, penuh aksi dan ‘aksi.’ Bagiku, menerjemahkan novel ini cukup sulit. Seperti film-film laga Amerika sejenis, novel ini juga penuh dengan umpatan-umpatan kasar. Agar tahu sampai seberapa kasar sih terjemahan umpatan kasar yang berterima itu, aku beli novel thriller ‘Swimsuit’. Aku memilih novel itu karena penulisnya salah satu penulis favoritku 😉

Di samping umpatan-umpatan, novel ini juga penuh dengan idiom. *garuk-garuk tanah* Tengok saja kalimat ini:

He surveyed the decorations that mostly consisted of the naked female form. He now knew that none of them held a candle to Alani

Untung saja aku ‘curiga’ terhadap frasa yang digarisbawahi dan mencari maknanya dulu sebelum menerjemahkannya. Lagi pula, ‘tidak ada yang mengangkat lilin untuk Alani’ kedengarannya Jaka Sembung alias enggak nyambung. Benar saja:

Can’t hold a candle to somebody/something = if someone or something cannot hold a candle to someone or something else, they are not as good as that other person or thing.
Thefreedictionary.com

Jadi, kuterjemahkan:

Diamatinya dekorasi yang sebagian besar terdiri dari berbagai bentuk perempuan telanjang. Sekarang ia tahu, dibandingkan dengan Alani patung-patung itu tidak ada apa-apanya.

Semoga benar.

Oh, iya, aku juga suka covernya. Adegan-adegan 18 tahun ke atas dipaparkan dengan gamblang tapi tidak norak. Menurutku novel ini lebih pantas dibaca oleh orang yang sudah punya suami atau istri. 😉

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 12, 2012 by in Adult, Contemporary, Fiksi, Gramedia Pustaka Utama, Romance, Suspense, Terjemahan, Ulasan and tagged .

Bergabunglah dengan 325 pengikut lainnya

Arsip

Statistik Blog

  • 261,830 hits
%d blogger menyukai ini: