Dina's Pensieve

Blog penerjemah bersertifikat HPI

Tips bagi Para Penerjemah Pemula

Aku juga pernah jadi pemula. Bahkan sekarang pun, dibandingkan dengan para senior pengalamanku belum seberapa, walau sudah tidak bisa mengaku (padahal masih merasa) pemula.

Berikut adalah tips-tips serta  tindakan yang dapat dicontek/ditiru/diamalkan/diterapkan oleh siapa saja, termasuk olehku, dengan sedikiiiiiit dimodifikasi.

Tidak ada jalan pintas untuk meraih kesuksesan.

Tidak perlu banting harga. Banting harga mungkin bisa bikin kita kebanjiran proyek. Tapi sampai kapan kita bisa begadang 20 jam sehari mengerjakan proyek-proyek murah meriah?

Jangan menyerah.

Gagal dapat proyek dari agensi luar negeri tidak berarti harus berhenti jadi penerjemah. Cari penerbit atau agensi lokal untuk mendapatkan pekerjaan terjemahan.

Belajarlah dari  kesalahan di masa lalu maupun masa kini.

Tidak perlu marah atau kesal kalau terjemahan kita diedit oleh editor/klien. Ini justru kesempatan belajar gratis untuk memperbaiki mutu terjemahan kita.

Bersiap-siaplah menghadapi masa “kekeringan”.

Kalau dua bulan berturut-turut dapat proyek sebesar 20 juta. Jangalah berasumsi pendapatan kita akan terus 20 juta per bulan. Jaga gaya hidup agar tetap sederhana. Bisa jadi dua bulan berikutnya kita hanya dapat proyek 5 jutaan per bulan atau tidak sama sekali.

Selama masa “kekeringan” tersebut, kita bisa mengisinya dengan berbagai hal yang mungkin tidak sempat kita kerjakan selama masa “banjir” seperti: mempelajari cat tools baru, minta teman/senior untuk mengkritik hasil terjemahan kita, mendefrag PC/laptop, bersih-bersih file terjemahan supaya lebih rapi, ‘Me-time’ dengan pergi ke salon dan memanjakan diri yang pastinya penat sangat setelah membabat singa mati alias (dead lion) deadline sekian lama tanpa jeda, dll. (tambahan dari Isnarti).

Bersabarlah dan bertekunlah.

Jangan bosan mengikuti pelatihan-pelatihan penerjemahan, pertemuan penerjemah, seminar penerjemahan, dan sebagainya. Tidak ada biaya bukan alasan untuk tidak belajar. Sisihkan pendapatan untuk investasi yang paling menguntungkan, yaitu investasi pada diri kita sendiri.

Butir-butir diatas merupakan intisari tulisan yang dirangkum Yopi Jalu Paksi. Uraian tindakan yang dapat diterapkan dijabarkan oleh Ade Indarta. Tulisan ini disebarkan di milis Bahtera, Bahasa dan Terjemahan Indonesia.

Iklan

17 comments on “Tips bagi Para Penerjemah Pemula

  1. Isnarti
    Agustus 30, 2012

    Postinganku di milis ndak ditayangin…hiks..itu lhoo…yang ‘kalo lagi sepi job, kita nyalon aja yuk chyyynn’ :p

  2. akhlisblog
    Agustus 30, 2012

    Kewl, tante…hehe . Sabtu minggu depan hadir ga?

    • Dina Begum
      Agustus 30, 2012

      Insyaalah dateng dong… Apa kita mau jumpalitan? #eaaa

      • akhlisblog
        Agustus 30, 2012

        Haha,,,boleh kalo udah sepi yahhhh,nanti diliatin orang kirain ada sirkus gratisan.. haha

  3. Rini Nurul Badariah
    Agustus 31, 2012

    Setuju banget no. 4, poin terpenting menurutku.

  4. Ria
    Februari 6, 2013

    Trims buat sharing-nya 🙂

  5. hana89
    Februari 22, 2013

    hmm…mbak, saya hampir menetapkan ‘penerjemahan’ sebagai hobi, tapi belum pernah dapet proyek di luar kantor..harus gimana dan kemana?

    *desperate*

    • Dina Begum
      Februari 22, 2013

      Ya harus dicari. Ikutan milis Bahtera, terkadang ada informasi orang yang cari penerjemahan. Ikut aktif dalam diskusinya, beritahu orang lain bahwa dirimu penerjemah andal. Dengan begitu, bila ada peluang kemungkinan orang akan mempertimbangkanmu.
      Kalau berminat terjun ke dalam bidang penerbitan buku, kirim lamaran ke penerbit-penerbit.
      Kalau belum menemukan pasar memang enggak bisa duduk diam.

      • hana89
        Februari 22, 2013

        kalau freelance di penerbit utk ‘amatiran’ peluangnya gimana mbak? hehe, soalnya sama sekali ga ada link translator/editor mana pun, totally blank 😛

        • Dina Begum
          Februari 22, 2013

          Asal hasilnya bagus, tentu peluang masih terbuka.
          Aku dulu juga enggak punya banyak kenalan ‘orang-orang penerbitan’ tapi aku mendatangi tempat-tempat mereka mungkin berkumpul: pameran buku, peluncuran buku, himpunan penerjemah, dll.

          • hana89
            Februari 22, 2013

            emmm, berarti awalnya di komunitas ya mbak?

          • Dina Begum
            Februari 23, 2013

            Menurutku begitu. Minimal kita bisa belajar dari kiat-kiat sukses dari orang yang udah berkecimpung di dunia penerjemahan. Kita juga bisa memasarkan diri, dikenal bahwa kita penerjemah… sukur2 kalau dapat klien, walau enggak selalu bisa. 😉

  6. Ping-balik: Ingin Jadi Penerjemah (Buku)? | Zona Aini

  7. Ping-balik: Ingin Menjadi Penerjemah Buku? – eha translator

  8. intanrawits
    November 18, 2016

    Salam kenal mb Dina, terima kasih sekali tipsnya, saya ingin sekali menekuni dunia penerjemahan walau sekarang masih dalam tahap ‘sambilan’ atau part time job saja. Ternyata harus serius mengupgrade kemampuan ya mb, dan saya juga ingin ikut sertifikasi penerjemah yang dari HPI itu mb. Tapiiii sepertinya kemampuan saya masih jauh panggang dari api trus belum tau juga pengennya fokus nerjemah apa. Selama ini kadang-kadang dapat job translate paper atau website saja

    • Dina Begum
      November 18, 2016

      Salam kenal, Mbak Intan.
      Walaupun sekarang belum fokus menjadi penerjemah, tidak ada salahnya dikau terus berlatih. Hitung-hitung menambah “jam terbang”.
      Semoga sukses.
      Dina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Agustus 30, 2012 by in Di balik layar and tagged .

Bergabunglah dengan 325 pengikut lainnya

Arsip

Statistik Blog

  • 262,033 hits
%d blogger menyukai ini: