Jangan Tanggung-tanggung Kalau Berkhianat

Teringat saat pertama menghadiri acara pertemuan Himpunan Penerjemah Indonesia di Gedung Pusat Bahasa di Rawamangun tahun 2008 silam, ketika untuk pertama kalinya mataku terbuka mendengar wejangan yang disampaikan oleh Direktur Utama Gramedia, Pak Wandi S Brata:

“Tradurre est tradire” kata beliau, “menerjemahkan sama dengan berkhianat.”

Maksudnya, menerjemahkan tidak sekadar memindahkan kalimat dari satu bahasa ke bahasa lain dengan mencari padanannya, melainkan mengalihkan maknanya. Terkadang kita bahkan harus mengkhianati arti harfiah demi mendapatkan terjemahan yang baik. Di kursus penerjemahan yang pernah kuikuti, dosenku, Bu Inanti Diran, memberi contoh:

It’s no use crying over spilt milk = nasi sudah menjadi bubur

(atau naskah sudah menjadi buku <– karangan bebas 😉 ) walau ‘tidak ada gunanya menangisi susu yang tumpah’ adalah terjemahan yang benar, namun penggunaan ‘nasi sudah menjadi bubur’ lebih tepat. Selain maknanya sampai, alih bahasanya juga pas, dari peribahasa ke peribahasa.

Kupikir ‘pengkhianatan’ku sudah cukup:

Sumber Terjemahan
“Sophia Mercer,” Elodie intoned, “we have come to induct you into our sisterhood. Say the five words to begin the ritual.”
I blinked at her. “Are you freaking kidding me?” 
Anna gave an exasperated sigh. “No, the five words are ‘I accept your offer, sisters.’” *
“Sophia Mercer,” kata Elodie, “kami datang untuk memasukkanmu ke dalam persaudarian kami. Ucapkanlah keempat kata itu untuk memulai ritual.”
Aku berkedip kepadanya. “Apa kau sedang bercanda?”
Anna mendesah putus asa. “Bukan, keempat katanya adalah, ‘Aku menerima tawaranmu, Saudari.'”

Hex Hall, Rachel Hawkins.

Ternyata masih tanggung. Seandainya aku lebih berani ‘berkhianat’ mungkin hasil terjemahannya jadi enak dibaca (mungkin juga tidak, maklum, newbie). Berikut masukan dari editor, penerjemah sekaligus penulis andal, Rini Nurul Badariah:

Rini Nurul Badariah: Saranku: ‘memasukkan ke persaudarian kami’, Mbak.
Dina Begum: Oh iya… lebih enak! Trims ^_^
Rini Nurul Badariah: Sama-sama. Berhubung aku pribadi lebih suka kalimat pasif untuk dialog, aku nerjemahinnya ‘tiga kata’: ‘Kuterima tawaranmu, Saudari’. 🙂
Dina Begum: hmmm iya ya… dan jawaban Sophie bisa ‘Apa kau bercanda?’ Tsk… ga tegaan pengkhianatannya nih…. nanggung
Rini Nurul Badariah: Kalau novelnya buat remaja, bisa juga ‘Kau bercanda ya’? Menurutku, penekanan ‘freaking’-nya lebih berasa:)
Rini Nurul Badariah Kalau boleh kasih saran lagi, ‘intone’ sebaiknya tetap diartikan ‘berkata dengan nada khusus’, supaya makna ‘suara melantun seperti bernyanyi’ .
Dina Begum melagukan?
Rini Nurul Badariah Dipanjangkan artinya nggak apa-apa, misalnya ‘suara Elodie seperti bernyanyi’. Atau kalau mau ringkas, mungkin ‘lantun Elodie’.
Dina Begum Aku pernah nemu ‘intone’ dipakai untuk seseorang yg mo pidato. Jadi kupikir urusannya resmi-resmi gitu…
Rini Nurul Badariah Hmm, kalau yang itu mungkin cocok dengan makna ‘intone’ yang ini: 2. (intr) to speak with a particular or characteristic intonation or tone
Dina Begum Aaaah! sip sippp.

‘Pengkhianatan’ manis seperti yang dilakukan Rini hanya bisa didapat dari memiliki jam terbang menerjemahkan yang cukup dan banyak membaca.

Baca juga ‘pengkhianatan’ku yang lain dalam catatan penerjemahan.

Iklan

5 thoughts on “Jangan Tanggung-tanggung Kalau Berkhianat

Add yours

  1. Wah… wah, saya merasa selama ini “kurang berkhianat”. Hm, sungguh info yang sangat berharga. Saya harus lebih berani “berkhianat” lagi demi mendapatkan terjemahan yang lebih luwes 😉

  2. halo mbak Dina salam kenal. Saya newbie di bidang terjemahan, terima kasih sharingnya, selama ini saya malah nyoba untuk tidak jauh2 dari arti harfiah karena khawatir kalo nggak plek gimana gituuh dan menyerahkan interpretasinya ke pembaca, tapi ternyata pengkhianatan dibolehkan toh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: