Sudah Sukseskah Kamu, Freelancers?

Posted by Muthia Alfiani on July 2, 2012 in Diskusi at Ruang Freelance.

Masih ingat tulisan di masjid atau ruang kantor yang sering kita temukan terpampang di cermin dinding? Biasanya tulisannya berisi kalimat iseng seperti “Sudah Rapikah Anda Hari Ini?”, atau pertanyaan makin iseng seperti “Sudah Cantikkah Kamu Hari Ini?” yang bikin gregetan untuk secepat kilat saya jawab “Ya udah cantiklah, dari kecil!”. :p

Tapi sekarang, makin lama kita hidup, pertanyaan-pertanyaan iseng macam tadi sudah bukan lagi jadi pertanyaan iseng yang paling bikin gregetan buat bisa kita jawab. Pertanyaan-pertanyaan seru lainnya muncul seiring makin dewasa kita secara umur. Dan pertanyaan isengnya kini berubah menjadi “Hei! Sudah kerja di mana kamu?”, lalu kadang dilanjut dengan “Berapa fee per bulan di sana? Besar dong pastinya?”, atau yang lebih parah lagi “Sudah bisa beli apa aja dari hasil kerja kamu selama ini? Mobil? Apartemen? Sukses lah yah sekarang”. Duh, kok kamu jadi perhatian banget sih, tumben *timpuk batu bata*.

Pertanyaan-pertanyaan macam itu mungkin memang bikin sakit telinga, atau malah sakit hati. Ya, jangankan pertanyaan tadi, ditanya “Gimana? Sudah lulus belum? Sidang kapan?” saja rasanya sudah sukses bikin kita pengen ngunyah beling. #curhat :p

Kenapa Freelance?

Klik foto untuk membaca alasanku jadi freelancer.

Anyway, sudahlah mari kita tinggalkan pertanyaan-pertanyaan yang bikin panas hati, jiwa dan raga itu. Sekarang mari kita tengok hal-hal membahagiakan tentang pekerjaan freelance kita. Beberapa waktu lalu, twitter @ruangfreelance ramai dengan diskusi seru obrolan siang #RF bareng para tweeps.

Serunya diskusi dimulai dengan sudah sejak kapan parafreelancer memutuskan untuk menjadi freelancer. Dari berbagai jawaban yang masuk, ternyata banyak freelancer yang sudah mulai ber-freelance sejak 1 tahun, 2 tahun, 4 tahun, bahkan 5 tahun yang lalu. Hebatnya lagi, ada yang bilang bahwa dia sudah bertahun-tahun jadifreelancer dan kemungkinan besar akan seterusnya menjadi freelancer.

Aku udah 4 tahun jadi freelancer dan kemungkinan besar buat seterusnya – @dinabegum

Melihat jawaban para tweeps yang ternyata jam terbang freelance-nya sudah nggak main-main lagi, rasanya tidak salah kalau banyak yang bertanya-tanya, sebenarnya apa sih alasan para freelancer memutuskan menjadi freelancer dan bahkan berniat untuk terus menjadifreelancer hingga ke depannya? Seseru apa sih jadi freelancer?

Hasil obrolan seru dengan para tweeps, beberapa bilang bahwa jadi freelancer sudah merupakan passion mereka sejak dulu. Memiliki pekerjaaan dengan jadwal fleksibel juga jadi keutamaan mengapa mereka memilih untuk menjadi seorang freelancer. Seluruh aturan dan ketentuan semuanya diserahkan pada kita. Tinggal bagaimana kita mengatur cara kerja kita dalam ber-freelance.

Karena disuruh jd dosen sm orang tua, tp tetep mau punya pengalaman kerja di bidang lain – @RMuryantina
Karena ga terikat waktu dan bs sesuka kita kerjanya – @vienacahaya
Kalau dirumah aja dapat uang, knp harus jauh2 ke kantor?? – @helloditho
Seneng diuber dateline *andrenaline junkie* | penuh sensasi – @banglych
Pengen bisa punya waktu n penghasilan flexible – @ikmalFauzan
Ketemu klien baru, relasi baru, tantangan baru yg jarang gw dapet kalo jd backstage man di kantor – @adiwidyawan
Sambil ngefreelance, sambil ngerjain yg lain. Bebass kemana aja.. – @maulaQ

Freelancer Bisa Sukses?

Dan ngomong-ngomong tentang sukses, beberapa freelancer juga dengan senang hati membagi pengalaman dan ceritanya tentang menjadifreelance yang tak hanya bisa membiayai hidup dan biaya sehari-hari, tapi bahkan lebih dari itu, kalau memang kita bersungguh-sungguh.

Alhamdulillah bisa nyekolahin & nguliahin anak di IPB dari hasil menerjemahkan – @dinabegum
Saya sukses beli MacBook Pro – @zulsdesign
Alhamdulillaah, waktu saya menikah, semua hampir di danai oleh kerja2 freelance saya… – @ipotisme

Sebenarnya perihal sukses ini memang nggak bisa dengan mudah diungkapkan dan ditentukan. Tapi coba deh dilihat mundur ke belakang. Sebelum melakukan sesuatu, biasanya kita punya target dan harapan yang ingin kita capai. Benar nggak?

Nah, keinginan awal itulah yang biasanya menjadi motivasi untuk kita melakukan hal tertentu, bahkan jadi penguat supaya tetap stay on the track sama si tujuan dan target. Dan tujuan, harapan serta target setiap orang dalam pilihan hidup dan pekerjaannya, pastinya juga beda-beda dong.  Nah, ini dia beberapa pendapat berbeda-beda dari para freelancertentang tujuan dan harapan mereka.

Kepengen bahagiain orangtua – @synclicious
Harapan gw ga muluk, ngumpulin modal buat buka usaha sendiri – @minogaku
Pgn buka lapangan pekerjaan buat orang lain dan tentu saja pengen kaya – @ikmalFauzan
Pengen punya toko buku dan perkebunan teh. Aminn – @gobobonk
Jd freelancer sampe punya bisnis, bisa hire karyawan. Ga selamanya kita muda dan se-produktif sekarang – @nvsh
Punya studio sendiri dan bebas bereksperimen –@kupu_ajaib

Lalu, setelah melakukan berbagai usaha dan akhirnya kita bisa mencapai target tersebut, apakah itu berarti bahwa kita sudah bisa dibilang sukses? Atau belum?…

Apa Sukses-mu?

Baca selengkapnya.

Iklan

4 thoughts on “Sudah Sukseskah Kamu, Freelancers?

Add yours

    1. Salam kenal juga, Mbak Tanti. Terima kasih udah ‘mampir’.
      Walau enggak punya jam kerja, aku mengikuti prinsip jam kerja kantorku dulu yang fleksibel. Pokoknya jam kerjaku seminggu 40 jam. Mau mulai jam 5 pagi atau jam 9 pagi pokoknya sehari 8 jam. Kalau mulai lebih awal artinya aku punya waktu untuk bobo siang atau jalan-jalan. Aku juga punya jadwal rutin lain seperti latihan yoga, misalnya. Nah, waktunya kuganti pada malam atau pagi-pagi sekali. Kalau aku ‘terpaksa’ harus bekerja lebih dari itu artinya lembur, bayarannya harus dobel dong 😉
      Tentu saja kantorku dulu punya core office hours sementara aku enggak. Tapi karena sudah terbiasa kerja seperti itu aku bisa ngukur waktu. Yang jelas aku enggak biasa begadang. Mendingan bangun jam 3 pagi daripada harus kerja lewat jam 10 malam. Nanti kereta kencanaku berubah jadi labu hehehehe

  1. Wah ternyata tetap harus disiplin juga ya …
    Thanks ilmunya Mbak …
    Saya juga sudah tengok blog yoga Mbak.
    Kita punya minat yang sama : reading, translating, yoga (aku masih belajar, belum flexible spt mbak Dina)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: