Goodreads Indonesia · Laporan Pandangan Mata

Asyiknya Jadi Relawan Acara “Amazing Race” GoodReads Indonesia

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dalam rangka ulang tahun ke-5, komunitas GoodReads Indonesia (GRI) menyelenggarakan acara “Amazing Race” di Kebun Raya Bogor. Acaranya mirip dengan reality show “Amazing Race”, di mana para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan berlomba menjadi yang tercepat dalam menyelesaikan tantangan-tantangan yang diberikan oleh GRI. Satu kelompok akan terdiri dari 5-6 orang. Supaya lebih bisa kenalan, maka kelompok akan dibuat di tempat.

GoodReads Indonesia adalah sebuah komunitas yang dibentuk tanggal 7 Juni 2007 oleh Femmy Syahrani dan ditujukan untuk para pembaca buku berbahasa Indonesia yang ingin mendiskusikan buku-buku dan merupakan upaya untuk mengumpulkan buku-buku berbahasa Indonesia.

Sebagai relawan yang dapat tugas jaga pos 2 yang harus datang lebih pagi, aku nginep di tempat kos anakku di Bogor. Pukul 07:30 tiba di pintu utama KRB ternyata masih setengah jam menjelang KRB buka. Aku gabung sama Klara, Ijul dan Jati menanti di trotoar berparfum aroma pasar sambil dilirik-lirik bapak-bapak penjual makanan kecil yang sedang buka lapak. Kemungkinan besar karena Ijul dikira saingan yang akan merebut lokasi strategis buat jualan. Maklum, Ijul bawa kotak gede berisi buku2 buat bookswap/bookwar, banner dan kantong kresek besar. Setelah KRB resmi dibuka dan kami masuk ke aula loket karcis, entah bagaimana radar Harun menangkap tukang jual bubur ayam yang melintas sambil membawa nampan berisi bubur lalu langsung memesan 4 mangkuk. *Glek* Menyesalll aku udah sarapan semangkuk oatmeal.

Setelah diberi petunjuk sekadarnya oleh Mia, aku dan Anop melangkahkan kaki dengan pede mencari lokasi Pos 2 berbekal petunjuk “1855” dan “Air” tempat kami bertugas. Ternyata kami tersesat, sodarah-sodarah! Memang siih, aku sudah melihat foto survei pohon bertanda “1855.” Tapiiii enggak ada petunjuk tentang bagaimana mencapai tempat itu!! *Grrrr* Tiga kali Anop menelepon Sisil, belum ada titik terang. Setiap pohon besar yang mirip dengan yang di foto kami periksa apakah ada tulisan 1855-nya, sampai-sampai toilet kukira petunjuk kedua (air). Kan engak banget kalau ternyata peserta udah pada nungguin di pos 2 sementara penjaganya baru muncul sambil mengucurkan peluh. Akhirnya pos ketemu. Lokasinya di dekat air mancur dan pohon Kenari Babi bertanda “1855,” tahun ditanamnya. *Gubrakk* Gembira dong. Foto-foto, bergaya, berguling, jumpalitan (eh itu aku doang, Anop sih enggak).

Tunggu punya tunggu kok enggak ada peserta yang datang. Setiap rombongan orang lewat kami kira peserta, termasuk yang di dalamnya ada nenek-nenek dan rombongan orang bule.

Selfie sambil kayang. Mengisi waktu sambil menunggu peserta Amazing Race muncul. Foto hasil jepretan Anop.

Akhirnya, tepat pukul 10:40 ada juga peserta Amazing Race yang nongol. Dua jam setelah perlombaan dimulai! Hampir terjadi adegan aku dan Anop menyambut rombongan dengan gerakan slow motion. Emang tempatnya rada terpencil (boooo eyke aja sampe nyasar ya.) Bahkan, karena enggak ketemu-ketemu juga, ada yang kembali lagi ke pos 1 dan melakukan sweeping memeriksa pasangan-pasangan yang sedang berduaan di KRB untuk memastikan bahwa mereka bukan penjaga pos yang sedang menyamar.

Iiw (berkaus merah, berdiri) melakukan sweeping. Foto hasil jepretan Iyut.

Di pos 2 ini peserta diberi tugas menebak judul buku dengan cara memperagakannya tanpa bicara. Satu orang dari kelompok bertugas jadi peraga, sisanya menebak. Ada 37 judul buku dan harus menebak sebanyak-banyaknya dalam waktu 10 menit. Kami pun terbahak-bahak dan ketawa gelundungan melihat aksi kelompok demi kelompok bermain tebak judul buku dengan peragaan.

Permainan tebak judul buku. Bu Anop (partnerku menjaga Pos 2) dan Ki Hippo yang memperagakan ‘Lima Anak Cukup’ eh “Negeri Lima Menara.” Foto hasil jepretan Iyut.

Judul-judul buku yang tertebak oleh semua regu:

  • Negeri Lima Menara,
  • Si Buta dari Gua Hantu,
  • Laskar Pelangi,
  • Kite Runner,
  • Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya,
  • The Road,
  • Interview with the Vampire,
  • Fight Club,
  • Shopaholic.

Judul terakhir rata-rata diperagakan dengan cara ngambilin tas satu per satu dan menentengnya sambil bergaya. Yang perempuan langsung bisa menebak, tapi yang laki-laki rata-rata tebakannya: “Copet?” “Maling?” “Banci?” *ngakak sampe nyaris pengsan*

Yang diperagakan oleh semua regu tapi enggak semua bisa menebaknya:

  • To Kill A Mocking Bird,
  • Drunken Monster,
  • The Lion, The Witch and the Wardrobe,
  • Around the World in Eighty Days,
  • Selimut Debu, The Princess Diary,
  • The Hunger Games,
  • The Three Musketeers,
  • Little Women,
  • Last Tango in Paris,
  • Harry Potter dan Ordo Phoenix.

Yang paling juara Noura memperagakan Selimut Debu sampe telentang di jalan dan lari berputar2 untuk memperagakan Around the World in 80 Days. Untung larinya gak sampe 80 hari.

Noura memperagakan “Around the World in 80 Days.”

Nah, untuk Last Tango in Paris, aku sempat ikut-ikutan berpose ala penari ballroom buat satu kelompok tapi enggak ketebak juga. *nangis kejer* Ada yang memperagakan To Kill a Mocking Bird dengan cara pertama-tama menggerakkan tangannya bagaikan kepakan sayap, lalu entah bagaimana memperagakan menghantamkaan sesuatu yang dipegang dengan tangan kanan ke sesuatu yang digenggam dengan tangan kiri. Kyaaaaaaaa!! “Thor!” kata penebak. @_@ Eh, ternyata ketebak juga dong judul buku yang diinginkan. Duh, Pak, kalau burung udah digenggam itu artinya udah gak berdaya. Kenapa juga pake dipalu segala *nangis pilu*

Yang diperagakan dengan sangat baik walau hanya dua regu yang bisa menebaknya (AJE GILE, keren banget deh!):

  • Musashi,
  • Krakatau,
  • By the River Piedra I Sat Down and Wept.

Sewaktu Peter dari Bandung memperagakan judul buku terakhir, serombongan orang lewat dan memandangnya dengan iba. *ngabarakatak*

Yang hanya 1x berhasil ditebak (HEBAT, euy!):

  • The Hobbit,
  • Kuantar ke Gerbang,
  • A Thousand Splendid Suns,
  • Captain Corelli’s Mandolin,
  • The Secret Garden,
  • Lolita,
  • Layar Terkembang,
  • Lelaki Tua dan Laut,
  • Love in Time of Cholera,
  • The Name of the Rose.

Peter memperagakan “Kuantar ke Gerbang” pertama-tama dengan menggambar kotak besar dan daun pintu yang terkuak dengan gerakan lengannya. Dia lalu menggandeng Akbar sambil tersenyum manis *uhuk* dan membimbingnya ke ‘gerbang’ tadi. Dengan gigih Andre (dari JOGJA!) langsung menebak: “Pasangan homo?” *TERBAHAKBAHAK* Woooiiiii…. judul bukuuuuu, inget, judul bukuuuuuuuuu…. Tapi hebatnya hanya kelompok mereka yang berhasil nebak judul buku itu. Ada yang memperagakan Love in Time of Cholera dengan begitu meyakinkannya sampe enggak tertebak, mungkin malah dikira sakit perut betulan. Berikut kesaksian Hippo yang memperagakan Lolita:

yang kocak ntu pas meragain Lolita. Beneran puyeng meragainnya. ahirna setelah diperagain ama gw ama si feli dengan cara niru2 cover bukuna ketebak juga. carana si feli berdiri hadap2an ama gw. dia menengadah ke arah gw dengan muka mupeng *uhuk* sambil rada jinjit. blon ketebak juga. ahirna gw nyuruh dia pura2 ngangkat rok nya dikit. dikasi peragaan yang lumayan seronok ntu seorang veteran EA (Enny Arrow) bisa jawab juga… Lolita! =))

Yang sama sekali tidak pernah diperagakan atau diperagakan tapi baik peserta maupun penjaga pos tidak bisa mengira-ngira judul apakah itu: Charlie and the Chocolate Factory.

Yang berusaha diperagakan tapi tidak tertebak juga:

  • Alice in Wonderland,
  • Giganto: Primata Purba Raksasa di Jantung Borneo,
  • Invisible Man.

Usaha Akbar memperagakan judul buku terakhir patut diacungi jempol. Tiba-tiba dia berlari ke balik pohon (padahal pohonnya kurus). Belum puas, dia pindah ke pohon lain (yang sama kurusnya). Para penebak bengong, penjaga pos hampir mati gara-gara ketawa.

Sayang enggak sempat banyak motret. Sibuk ketawa, menghitung berapa banyak judul yang ketebak dan ngetawain Anop yang entah gimana selalu jadi obyek penderita dijadiin alat peraga, terutama untuk judul-judul Fight Club, Little Women, Interview with Vampire dan Last Tango in Paris.

GRI emang top banget deh!

Setelah berlelah-lelah dalam Amazing Race, panitia sudah menyiapkan hadiah istimewa di ujung pelangi penghujung acara (rekaman video youtube).

Baca Laporan Pandangan Mata selengkapnya.

Lihat rekaman video bookwar yang super seru.

Iklan

4 tanggapan untuk “Asyiknya Jadi Relawan Acara “Amazing Race” GoodReads Indonesia

    1. Trims. Lebih seru lagi ikutan acaranya. Anakku yang ngintil ke KRB dengan niat suci hendak belajar (Senin masih ujian semester) aja sampe pingin acara itu diadain lagi.

  1. wkwkwkkkk….baca reportasenya ada udah ngakak abis, gimana lihat aslinya ya? Aku jg member di GRI sih, tapi kenapa aku nggak aktif posting yg udah aku baca ya? Lho! tanya pd diri sendiri? Tp aku suka nimbrung aja kalau ada diskusi dg om Tanzil di socmed. & foto yg paling menggetarkan tentu saja pose yoganya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s