Ulasan Buku: Putri Salju yang Gagah Berani

Membaca kisah Snow White dan si Pemburu ini membuatku merasa ibarat harddisk komputer yang defragmenting. Semua pakem yang sudah kukenal dengan baik tentang seorang putri raja yang bangun dari mati surinya setelah dicium oleh pangeran tampan ditata ulang. Bagi yang berharap akan membaca kisah imut penuh dengan nuansa Disney dan lagu-lagu merdu, bersiaplah untuk kecewa. Tapi bagi penyuka kisah petualangan jagoan perempuan, cerita ini cukup mengasyikkan.

Kita semua tahu, kan, Snow White yang itu dibuang ke tengah hutan lalu hidup bersama tujuh kurcaci lucu karena terancam oleh ibu tirinya yang jahat. Nah, dalam kisah Snow White yang ini diceritakan bagaimana ia sampai bisa mendapatkan ibu tiri, Ravenna. Ternyata Ravenna berniat menguasai kerajaan dan membunuh raja pada malam pengantin mereka kemudian memenjarakan Snow White.

Ravenna yang ternyata penyihir ini ingin selalu awet muda dengan cara menghirup kemudaan gadis-gadis cantik di kerajaan itu. Ketika adik Ravenna, Finn, hendak mengambil jantung Snow White untuk diberikan kepada kakaknya sebagai obat awet muda, gadis itu berhasil melarikan diri hingga masuk ke dalam Hutan Kelam yang angker. Tidak semua orang bisa masuk ke dalam Hutan Kelam dan keluar dalam keadaan hidup. Oleh karena itu, Ravenna menggunakan jasa Pemburu yang dibawakan oleh Finn untuk melacak Snow White. Setelah bertemu Snow White, Pemburu ternyata malah berbalik menolong gadis itu dan tidak jadi menyerahkannya kepada Finn. Petualangan demi petualangan pun dilalui Snow White dan si Pemburu.

Jangan khawatir, walau berbeda jalan cerita, dalam kisah ini juga ada kurcaci-kurcacinya, adegan saat makhluk-makhluk hutan terpesona oleh Snow White, lengkap dengan apel beracun dan…. ciuman lelaki tampan yang membangkitkan Snow White dari kematian. Sebagai bonus, Snow White bertemu troll, penduduk sebuah kampung yang hanya dihuni oleh kaum wanita dengan bekas luka sayatan di wajah, dan berbagai monster seram penghuni hutan. Menurutku pengemasan ulang kisah legendaris ini menarik dan apik. Pangsanya bukan untuk anak-anak melainkan remaja dan dewasa. Mungkin sekarang sedang tren mengemas ulang kisah-kisah terkenal menjadi kisah yang berbeda, seperti Red Riding Hood karya Sarah Blakley-Cartwright, Juliet karya Anne Fortier dan entah apa lagi. Tidak buruk, malah menarik bagiku.

Kisah ini juga dibumbui cinta segitiga, antara Snow White, William si Pangeran Tampan, dan Pemburu yang notabene seorang duda. Duda keren. Jadi, siapakah yang akan memberikan ciuman itu? Oh iya, adegan ciuman ini juga bikin gemas karena menjadi rahasia antara penulis dan pembaca. Enggak mau cerita banyak, takut jadi spoiler.

Yang membuatku memberi novel ini tiga bintang adalah karena novelnya tipis, jadi terasa kuraang banget. Tidak ada ruang untuk membangun karakter Snow White yang lebih mirip warrior princess ketimbang putri raja yang lemah gemulai. Padahal, dikisahkan setelah dikurung selama sepuluh tahun di penjara sempit, tanpa diberi makan dengan baik atau mengolah raga, ia sanggup kabur dari kejaran pengawal. Memang diceritakan betapa tubuhnya lemas dan pusing saat menuruni anak tangga tapi anehnya ia sanggup mengarungi petualangan demi petualangan dengan gagah berani. Kok bisa?

Nonton Bareng Film Snow White and the Huntsman dan peluncuran novelnya. Novel dan film saling melengkapi. Ada bagian-bagian di buku yang tidak ada di film, dan ada adegan film yang memperjelas cerita di buku.

Novel ini diluncurkan berbarengan dengan film layar lebar berjudul sama dengan pemeran Kristen Steward sebagai Snow White, Charlize Theron sebagai Ratu Ravenna dan Chris Hemsworth sebagai Pemburu. Mengutip komentar Ami “Big Daddy” Raditya, ini adalah saat-saat kikuk ketika ratunya lebih cantik daripada Snow White, dan aku jadi bertanya-tanya apakah alasan cerminnya memilih Snow White ketika ditanya ratu siapa perempuan yang paling cantik di dunia adalah karena dipaksa oleh pakem cerita. Bisa jadi ini karena Snow White punya inner beauty yang jauh lebih memesona daripada kecantikan fisik Bu Ratu tapi, lagi-lagi, balik lagi ke buku, bukunya terlalu tipis untuk menggalinya.

Ulasan:

Judul asli: Snow White and the Huntsman
Penulis: Lily Blake
Penerjemah: Dina Begum
Penyunting:  Reni Indardini
Bahasa asli: Inggris
Penerbit: Nourabooks
Jumlah halaman: 247
Terbit: 7 Juni 2012

Sinopsis:

TAKDIR MEMBERINYA PILIHAN…. TERBUNUH OLEH SANG RATU ATAU BERJUANG BERSAMA PEMBURU.

***

“Wahai, Cermin Ajaib, siapakah yang tercantik di seluruh negeri?”

Permukaan cermin yang diam itu beriak … Tiba-tiba sebentuk cairan tumpah ke lantai, membentuk patung perunggu yang seolah-olah diselubungi kain tebal, namun memantulkan ruangan di sekelilingnya.

Wajah Cermin Ajaib menampakkan wajah Ravenna apa adanya. “Andalah yang paling cantik, Baginda Ratu Ravenna,” katanya.

Snow White kecil dikurung dalam penjara kerajaan sejak ayahnya, Raja Magnus dibunuh oleh Ratu Ravenna—ibu tirinya. Takhta kerajaan pun direbut oleh Ratu Ravenna yang angkuh dan egois. Rakyat dipimpin dengan tirani.
Tujuh belas tahun berlalu dan sebuah ramalan muncul. Cermin Ajaib menyampaikan sebuah kabar pada Ratu, bahwa Snow White akan menjadi wanita tercantik di seantero negeri dan merebut takhta kembali. Hanya ada satu jalan untuk mencegahnya: Ratu harus memakan jantung Snow White.

Bonus: poster keren.
Iklan

6 thoughts on “Ulasan Buku: Putri Salju yang Gagah Berani

Add yours

  1. [aku jadi bertanya-tanya apakah alasan cerminnya memilih Snow White ketika ditanya ratu siapa perempuan yang paling cantik di dunia adalah karena dipaksa oleh pakem cerita]

    hahaha ngikik baca ini 😀

    1. [Padahal, dikisahkan setelah dikurung selama sepuluh tahun di penjara sempit, tanpa diberi makan dengan baik atau mengolah raga, ia sanggup kabur dari kejaran pengawal. Memang diceritakan betapa tubuhnya lemas dan pusing saat menuruni anak tangga tapi anehnya ia sanggup mengarungi petualangan demi petualangan dengan gagah berani. Kok bisa?]

      hahaha…i wondered abt the same thing when i watched the movie 😀 dan setuju, ratunya lbh cantik n anggun drpd si Snow White ;))

  2. Ping-balik: Puisi « Pensieve

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: