Ulasan Buku: Siapa Bilang Jadi Keturunan Malaikat Itu Enak?

Unearthly by Cynthia Hand

My rating: 4 of 5 stars

Ceritanya ABG banget. Enteng dan menghibur. Seorang gadis ‘biasa-biasa’ saja, yang ternyata bukan sembarang gadis, dicintai oleh dua pemuda tampan (hmmm… mengingatkan kita pada cerita apa yaaa.) Clara, gadis yang tidak super cantik, super kaya atau super culun, adalah keturunan malaikat. Ibunya separuh malaikat (Dimidius) ayahnya manusia, jadi dia dan adiknya, Jeffrey, seperempat malaikat (Quatarius). Kemampuannya memang di atas kemampuan rata-rata manusia biasa tapi bukan kemampuan super. Yang paling asyik, dia punya sayap! *mauuuu!* Walau cuma keturunan malaikat, Dimidius dan Quatarius juga memiliki misi yang menjadi tujuan hidup mereka di dunia ini. Tujuan itu membawa Clara pindah dari California ke Wyoming yang indah. Di Wyoming, Clara mendapati dirinya ternyata keturunan malaikat yang payah karena mengalami kesulitan saat belajar terbang, dan walau sudah ditakdirkan untuk seorang pemuda yang nyaris sempurna dia malah jatuh cinta kepada seorang koboi. Sebagai keturunan malaikat yang dilahirkan ke bumi untuk mengemban tugas, tentu Clara tidak bisa dengan begitu saja berpaling dari tujuannya dan mengejar kebahagiaan dengan pemuda pilihan hati. Akankah dia melupakan si Koboi dan menerima takdirnya (yang ganteng) itu?

Tidak usah diperdebatkan masuk akal atau tidaknya malaikat bisa punya keturunan. Atau bagaimana sayap mereka bisa disembunyikan dan dipanggil hanya dengan kehendak tapi harus dicuci untuk membersihkan jelaga yang menempel (kemungkinan harus dikeringkan dengan pengering rambut juga hehehe). Atau ternyata di Wyoming banyak malaikat. Terima sajalah, maka Anda bisa menikmati novel ini, meskipun alur ceritanya terkesan lambat jadi gong-nya numpuk di bagian akhir cerita.

Yang menarik bagiku, kisah ini dilengkapi dasar-dasar pemikiran yang akhirnya menyokong konsep yang Cynthia Hand tawarkan. Ia memaparkan bahwa surga dan neraka berkaitan dengan dimensi, berada tepat di atas dunia, seperti tirai atau cadar (hal. 140). Menurutnya juga malaikat murni itu laki-laki, tapi bisa berwujud perempuan, atau apa saja, sesuai kehendak. Oleh karena itulah, timbul kisah-kisah tentang mahluk supranatural, seperti vampir, manusia serigala, hantu, putri duyung, alien, dan sebagainya, semua bisa jadi berkaitan dengan malaikat (hal. 168). Mirip yang ‘dianut’ oleh novel Hex Hall-nya Rachel Hawkins 😉

Sungguh, kisahnya enak dibaca dan menghibur. Cynthia menggambarkan setting-nya, Wyoming, dengan indah. Pepohonan pinus yang harum, danau berkilauan, Taman Nasional, pohon-pohon redwood... romantis! Aku mulai melantur. Maaf, aku penggemar kebun raya. ‘Remah-remah roti’ yang ditinggalkan untuk buku kedua juga cukup menggelitik, sehingga aku jadi kepingin baca juga.

“Show thyself.”
*menengok punggung dan menunduk kecewa*

Judul asli: Unearthly
Penulis: Cynthia Hand
Penerjemah: Dina Begum
Bahasa asli: Inggris
Penerbit: Ufuk
Terbit: Juni 2012

Sinopsis:

Clara Gardner baru tahu kalau dirinya keturunan malaikat. Namun, memiliki sebagian darah malaikat bukan berarti membuatnya lebih pintar, lebih kuat, lebih cepat daripada manusia biasa. Hanya saja, kini dia memiliki tujuan, sesuatu yang harus dia lakukan di dunia ini.

Penglihatannya tentang kebakaran hutan hebat dan orang asing yang menawan membawanya ke sekolah baru di kota lain. Ketika bertemu Christian, yang ternyata adalah pemuda impiannya, semuanya tampak normal. Lalu, muncul lelaki lain, Tucker, yang juga menarik hatinya. Akan tetapi, ketika sedang mencoba mencari jalan di dunia yang tak bisa dipahaminya ini, Clara berhadapan dengan mara bahaya tak kasat mata dan berbagai pilihan yang harus dibuatnya—antara kejujuran dan pengkhianatan, cinta dan tugas, baik dan jahat. Saat sesuatu yang mengerikan dari penglihatannya akhirnya terjadi, apakah Clara siap menghadapi takdirnya?

Unearthly adalah sebuah kisah menyentuh tentang cinta dan takdir, serta perjuangan antara mengikuti peraturan dengan mengikuti kata hati.

“Kisah yang menghanyutkan dan membuat kita terus membalik setiap halamannya. Aku sangat menyukainya!”
—Alexandra Adornetto, Penulis Halo, bestseller New York Times

“Benar-benar memukau. Salah satu buku yang paling membuat ketagihan yang pernah kubaca.”
—Richelle Mead, Penulis Vampire Academy

“Sebuah kisah memikat tentang takdir, keluarga, dan cinta pertama. Unearthly mencuri napas dan hatiku.”
—Kimberly Derting, Penulis The Body Finder

Unduh Prolog dan Bab 1 di sini.

Lihat thrillernya di youtube.

Ulasan:

Iklan

5 thoughts on “Ulasan Buku: Siapa Bilang Jadi Keturunan Malaikat Itu Enak?

Add yours

  1. Hmmm…mengingatkan kita pada cerita apa yaaa…”
    Banyak…yg satu sudah difilmkan sampai buku terakhir, yg satu baru difilmkan buku pertamanya 😀 kenapa formula cinta segi3 itu selalu mujarab ya?

  2. Mbak Dina tanya..
    Kelanjutannya kira2 kapan ya? Aku belum baca sih, tp suka sebel kalo harus nunggu terlalu lama, hehehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: