Tidak Punya Kantor, Bukan Tidak Punya Pekerjaan: Eksis Dengan Internet

Officeless, not jobless
Officeless, not jobless

Menurut kamus Oxford Advanced Learner, ‘exist’ adalah ‘ to be real; to be present in a place or situation.’ Jadi kira-kira pengertian eksis adalah ada di suatu tempat atau situasi. Nah, dengan internet menurutku kita bisa eksis tanpa perlu berada di suatu tempat tertentu. Setidaknya itulah yang kualami sekarang.

Saat terjun ke dalam dunia penerjemahan beberapa tahun silam aku sama sekali bukan siapa-siapa. Aku hanya punya keinginan yang sangat besar untuk jadi penerjemah. Belum punya klien, kemampuan menerjemahkan masih bau kencur, walaupun pengalaman menerjemahkan sudah terbilang lama yaitu sejak di bangku kuliah. Seusai mengikuti sebuah acara pertemuan Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI), aku mengikuti mailing list Bahtera, Bahasa dan Terjemahan Indonesia, dan kemudian menjadi anggota HPI. Aku aktif mengikuti kegiatan dan diskusi-diskusinya baik dalam jaringan (online) maupun di luar jaringan (offline).

Setelah sekian banyak mengirimkan surat elektronik lamaran serta contoh terjemahan ke berbagai penerbit, akhirnya aku mendapat order menerjemahkan novel dari sebuah penerbit besar di Bandung. Satu demi satu tawaran order penerjemahan kuterima dan kukerjakan, dan pembayaran pun dilakukan sesuai kesepakatan. Berkat internet, walau tidak punya kantor aku tetap bisa punya penghasilan.

Berbelanja pun demikian, dari mulai belanja buku, sepatu, baju, benang dan peralatan merajut, sampai komputer. Walau begitu, karena pernah tertipu saat membeli alat elektronik, aku jadi lebih berhati-hati dalam bertransaksi. Tetangga-tetanggaku (juga tukang bubur, kurir, pak pos dan tukang buah langgananku) sempat bertanya-tanya apa pekerjaanku sekarang karena walau sudah tidak ngantor lagi kelihatannya keluargaku baik-baik saja (semoga enggak ada yang berburuk sangka). Anakku yang sulung sudah kuliah dan adiknya bersekolah di SMA swasta. Tidak bosan-bosannya aku menjelaskan, ketika ditanya saat berbelaja sayur atau ke warung, bahwa aku penerjemah dan memanfaatkan internet untuk mencari, menerima dan mengirimkan pekerjaan.

Dengan internet aku tetap berhubungan dengan teman-teman lewat jejaring sosial. Walau hanya sesekali bertemu secara langsung, aku tidak ketinggalan berita dan gosip ;). Dengan menulis blog, aku pun bisa berbagi tentang pengalaman serta suka-duka menjadi penerjemah di samping mendapat berbagai manfaat lainnya.

Eksis dengan internet? Siapa takut!

Iklan

13 thoughts on “Tidak Punya Kantor, Bukan Tidak Punya Pekerjaan: Eksis Dengan Internet

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: