Bye-bye Office

Di dalam kamarnya, pikiran Nurhayati Pujiastuti cemas tak karuan mencari sesuatu yang bisa ia jual untuk melunasi utang yang menggunung. Usaha yang ia rintis bersama suaminya bangkrut, namun ia tak mungkin mundur dan kembali ke kantor lamanya.

Pada saat yang sama, senyuman riang justru tak henti mewarnai wajah Arumi Ekowati yang kewalahan mengerjakan pesanan sepatu lukis. Keahlian menggambar yang ia tuangkan di atas sepatu-sepatu kanvas cantiknya diburu dan dibicarakan banyak orang.

Sementara itu, jauh di dataran Sumatra, Nana Tobing begitu serius mempelajari setiap teknik bordir yang ia peroleh dari tempat kursus. Satu per satu teknik rumit berhasil ia kuasai demi meningkatkan kualitas jahitan kebaya untuk para pelanggannya.

Jauh dari rumah mereka, dua belas wanita hebat lainnya terjebak dalam gejolak perang batin maha dahsyat, menanggalkan  karier mapan di perusahaan mereka, dan merintis usaha dari nol.

Mereka, 15 wanita hebat, dari 15 latar belakang, dengan 1 tujuan: meraih kesuksesan mandiri tanpa bergantung pada gaji bulanan yang mereka terima dari kantor. Mereka, 15 wanita hebat, mampu menghalau tantangan demi keluarga, kepuasan pribadi, serta pencarian jati diri.

Semua pengalaman jatuh-bangun mereka terangkum manis dalam buku ini. Di dalamnya, Anda akan menemukan suatu perjalanan karier yang akan menginspirasi Anda. Bersiaplah menemukan pelajaran-pelajaran berharga membangun sebuah usaha dari ke-15 wanita hebat ini.

Simak ringkasan cerpenku, “Berpenghasilan Tanpa Bekerja.”

Data buku:
Penulis: 15 Finalis Lomba Share Your Story: Bye-bye Office
Penerbit: Mic Publishing
Ukuran: 14 x 20,5 cm
Tebal: xiii + 162 halaman
Cover: Soft cover
ISBN: 978-979-18146-5-2
Harga: Rp 39.000,-

Ulasan buku.

Pesan sekarang juga.

Iklan

9 thoughts on “Bye-bye Office

Add yours

  1. Bagus banget deh kalo mampu..masalahnya bagaimana bisa tau bakat yg dimiliki, trus kalo kemampuan yg ada cuma sekedarnya gimana ? Gak bisa menghasilkan kali ya ?

    1. Untuk mengetahui bakat yang dimiliki ya harus cari tahu, tidak dengan diam saja tentunya. Petunjuk sederhana adalah menelusuri minat. Banyak-banyaklah membaca dan berdiskusi dengan orang yang memiliki minat serupa. Kalau kemampuan baru sekadarnya (bukan ‘hanya’ lho ya 😉 ) ya harus terus diasah.

    1. Pesannya ke Mic Publishing, Indah. Rencananya mereka akan memasarkannya online, enggak ke toko buku offline. Klik aja ‘Pesan sekarang juga’. Udah kutautkan ke MiC kok. Trims ya.

    1. ayo dibeli… dibeli…. dibeli…. *dengan gaya Agan-agan buka lapak* Tinggal klik ‘Pesan Sekarang Juga’ hehehe… Walaupun kisahmu sebagai pengusaha butik seharusnya berada di dalam buku itu 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: