Dina's Pensieve

Blog penerjemah bersertifikat HPI

Menerjemahkan Buku yang Pernah Diterjemahkan

Mendapati buku yang sedang kuterjemahkan ternyata sudah pernah diterjemahkan itu membuat semangat merosot beberapa derajat. Mendapati ternyata penerjemah pertama adalah orang yang ahli dalam bidangnya, wartawan pula, benar-benar membuat nyali ciut, merosot dan terkapar di ubin. Itulah yang kualami beberapa hari yang lalu.

Saat sedang mencari-cari bahan acuan untuk istilah-istilah tertentu, aku menemukan resensi untuk buku yang sedang kuterjemahkan. Lho, kok? Setelah menyelisik, ternyata buku itu diterbitkan enam tahun yang lalu. Aku mengabari penerbit pemberi order dan menanyakan apakah penerjemahannya akan dilanjutkan. Walau sempat kaget, pihak penerbit mengatakan tetap ingin menerbitkannya dan menyarankan agar aku mencari buku itu sebagai bahan acuan. Kemungkinan ini terjadi karena masa hak cipta bukunya sudah habis dan penerbit pertama tidak memperpanjangnya.

Nyaliku sempat ciut karena terpikir olehku jangan-jangan nanti aku dituduh menyontek terjemahan pertama. Atau, kalau sudah terbit nanti dibanding-bandingkan terjemahan siapa yang lebih bagus. Sebenarnya ini bukan untuk yang pertama kalinya aku menerjemahkan buku yang sudah pernah diterjemahkan tapi entah mengapa keraguan itu masih muncul. Akhirnya aku memutuskan untuk percaya diri saja dengan kemampuanku karena teringat nasihat teman sekaligus mentorku dalam menerjemahkan,

“Kenapa takut dikira nyontek? Kalau ‘I love you’ terjemahannya pasti ‘Aku cinta padamu,’ bukan yang lain-lainnya.”

Iya juga sih. Perkara nanti dibandingkan, yah, itu sudah biasa. Bagaimana kalau ternyata terjemahan pertama lebih bagus? Nah, aku tinggal berusaha menggulinya saja kan…? hehehe….

Iklan

8 comments on “Menerjemahkan Buku yang Pernah Diterjemahkan

  1. Linda B
    Februari 15, 2012

    uahhh yang itu ya? jadi juga akhirnya? huiii cemangadddhhh \(^^)/

    • Dina Begum
      Februari 15, 2012

      Iiiaaa…. keder boo… Apalagi ternyata bukunya cukup terkenal di kalangan pendaki gunung. *pasrah*

  2. Rizka Felyna
    Februari 16, 2012

    semangat mbak Dina …. 🙂

  3. niar83xc
    Februari 17, 2012

    semangat mba dina…..mudah2an saya juga bisa kayak mba dina..trus belajar dan gak mau berhenti karena satu permasalahan saja….

    • Dina Begum
      Februari 17, 2012

      Trims Niar. Ayo, ayo sama-sama belajar.

  4. Petz
    Februari 17, 2012

    pada akhirnya orisinalitas-lah yang menyelamatkan kita dari masalah banding-membandingkan 😀

    • Dina Begum
      Februari 17, 2012

      Trims. Mudah-mudahan hasil terjemahanku nanti orisinil dan enggak menyesatkan 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Februari 15, 2012 by in Di balik layar and tagged .

Bergabunglah dengan 325 pengikut lainnya

Arsip

Statistik Blog

  • 262,033 hits
%d blogger menyukai ini: