Ulasan buku: My Touch Is Lethal My Touch Is Power

shatter-meJudul: Shatter Me karya Tahereh Mafi
Terbitan Mizan Fantasy, November 2012.
Penyunting: Prisca Primasari

Aku memberi peringkat: 3 dari 5 bintang

“Shatter Me” mengisahkan Juliette yang dikucilkan dari masyarakat karena dia memiliki ‘kutukan’ yaitu sentuhannya bisa menewaskan orang. Dia dikurung di rumah sakit jiwa selama tiga tahun sampai akhirnya ‘diadopsi’ oleh ketentaraan yang ingin menjadikannya sebagai alat penyiksaan. Hiiy. Dunia sudah berubah menjadi masyarakat yang pengecut, tertindas, dan tanpa harapan. Di tengah keputusasaan itu, ada Adam yang ternyata telah jatuh cinta kepada Juliette sejak di bangku sekolah dulu. Adam sudah lama mencari Juliette hingga masuk tentara dan akhirnya mereka kabur bersama.

Kisah ini sarat oleh romantika antara Adam dan Juliette meski dirundung kutukan yang ternyata adalah sebuah kekuatan super.

Seingatku ini buku pertama yang kubaca yang latar belakangnya distopia, sebuah masyarakat yang umumnya hidup di bawah pemerintah yang totaliter atau otoriter, atau diawasi di bawah pengawasan sosial yang ketat dan menindas. Saat membaca tentang ‘kutukan’ Juliette, aku teringat tokoh Rogue di X-men. Benar saja, ternyata ujung-ujungnya ke sana. Yang menarik dari kisah ini adalah gaya bercerita Mafi yang unik.

“Maafkan aku karena aku berengsek, bisiknya ke tembok. Dia tidak menyentuhku dan aku kecewa senang dia tidak melakukannya. Seandainya dia menyentuhku. Dia tidak boleh menyentuhku. Tidak seorang pun boleh menyentuhku.

Jadi, sekali baca aku seakan bisa menangkap kata-kata yang Juliet ucapkan, baik yang di dalam hati maupun yang bukan. Rasanya seperti jadi teman curhatnya Juliet.

Simak juga ini:

1 kata, 2 bibir, 3 4 5 jari membentuk 1 kepalan.

1 sudut, 2 orangtua, 3 4 5 alasan bersembunyi.

1 anak, 2 mata, 3 4 17 tahun ketakutan.

Sapu patah, sepasang wajah liar, bisikan-bisikan marah, gembok di kamarku.

Mafi mengajak pembaca memandang dunia yang rusak itu melalui mata tokoh yang tadinya dianggap sampah masyarakat lalu menjadi salah seorang makhluk unik berkekuatan super yang bangkit melawan kezaliman.

Banyak kalimat-kalimat yang kusuka di dalam novel ini, tapi yang paling aku suka ada di bagian ucapan terima kasih:

“Kau mengisi hari-hariku dengan bintang jatuh, dan suatu hari nanti aku akan memetik rembulan dari langit dan mengirimkannya ke kotak suratmu.”

sooo sweet!

Sinopsis:

Negara melihat betapa menguntungkan betapa berbahayanya aku, dan mereka pun memutuskan untuk menyekapku di sebuah penjara menjauhkanku dari manusia normal. Mereka ingin menjadikanku senjata pemusnah menciptakan kedamaian yang sempurna di dunia ini.

Datanglah Adam. Tampan, memikat, memesona, baik hati. Di matanya, aku cantik aku tidak berbahaya. Lalu, kami pun bersekongkol berdiskusi. Adam akan membantuku keluar dari kurungan pengasingan ini, dan kami akan hidup bahagia nun jauh di sana. Itu janjinya.

Tapi, apakah dia bisa menepatinya? Tidakkah dia sadar bahwa suatu saat nanti aku bisa saja mengubah dan menghancurkannya menjadi serpihan abu?

“Mendebarkan, bikin ketagihan, dan penuh romantisme. Aku iri. Aku tidak bisa berhenti membacanya.”
Lauren Kate, penulis novel best-seller Fallen

Lihat book trailernya di youtube.

Ulasan:

Baca sinopsis Unravel Me (Shatter Me #2)
Baca sinopsis Ignite Me (Shatter Me #3)

Iklan

8 thoughts on “Ulasan buku: My Touch Is Lethal My Touch Is Power

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: