[Ulasan] Pangeran Gagak (Princes Trilogy #1)

Judul Asli: Raven Prince (Princes Trilogy #1)
Penulis
: Elizabeth Hoyt
Bahasa asli: Inggris
Penerbit: Gradien Mediatama

Sinopsis:

Ada kalanya seorang wanita harus melakukan sesuatu yang di luar kordrat dalam kehidupannya – yaitu mencari pekerjaan. Bagi Anna Wren yang janda, itu artinya menerima pekerjaan sebagai seorang sekretaris untuk Earl Swartingham. Sekretaris selalu laki-laki – tidak pernah wanita – seperti yang Anna ketahui dengan baik. Tetapi yang sebenarnya menghancurkan kariernya adalah saat ia menyadari bahwa dirinya sudah jatuh cinta kepada Edward de Raaf – Earl of Swartingham. Ketika Anna menyadari bahwa pria itu hendak mengunjungi rumah bordil di London untuk memenuhi ‘kebutuhan’nya, Anna merasa terancam – dan memutuskan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memenuhi ‘kebutuhan’nya – dengan sang Earl sebagai kekasihnya tanpa sepengetahuan lelaki itu.

Rupanya Earl punya alasan lain pergi ke London. Ia sedang menyelesaikan urusan pertunangannya dan mencoba (tanpa sedikit pun berhasil) melupakan sekretarisnya yang tidak seharusnya seorang wanita. Karena tidak tampan, ia tahu tak seorang wanita pun yang menginginkannya. Kecuali wanita misterius yang menemaninya melewati dua malam yang tak terlupakan di Aphrodite’s Grotto, rumah bordil yang paling penuh skandal di London.

Ketika rencana Anna terungkap, sedikit pemerasan mewarnai kisah, sebuah lamaran ditolak dan bahkan Earl sendiri tidak siap menghadapi intrik yang menjerat mereka.

***

Lagi-lagi aku merasa tertantang untuk menerjemahkan novel dengan genre yang belum pernah kugarap. Kisah ini berlabel ‘Historical Romance.’ Alur ceritanya lumayan tidak membosankan, kocak, walau akhirnya bisa ditebak.

Aku sempat bimbang apakah mau melajutkan menerjemahkan novel ini atau tidak, pasalnya ada adegan-adegan dewasa yang membuatku risih. Setelah meminta masukan kepada teman-teman penerjemah buku dan berdiskusi dengan editornya, maka penerjemahan pun kulanjutkan hingga rampung. Editornya berjanji akan “memberikan pakaian” pada adegan-adegan tersebut. Seperti apakah “pakaian” itu? Kita lihat saja hasilnya kalau sudah terbit.

Baca juga: The Serpent Prince (Princes Trilogy #3)

Iklan

8 thoughts on “[Ulasan] Pangeran Gagak (Princes Trilogy #1)

Add yours

    1. Laris manis tapi risih juga sih. Sempat terpikir untuk pakai nama alias segala :p
      Penerbitnya pingin meluncurkan seri ini berbarengan kayak kembar tiga, jadi diterjemahin secara simultan. Aku kebagian yang dua ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: