Docking Murah Meriah Untuk eBook Reader

Setelah beberapa tahun memimpikan punya, akhirnya kebeli juga ebook reader. Si kecil ini dengan setia menemaniku ke mana-mana, bahkan muat di tas tangan pestaku. Selain untuk bersenang-senang, dia juga jadi teman setia saat bekerja. Kalau kebetulan aku dapat bahan terjemahan dalam bentuk soft copy, saat membaca ulang naskah terjemahan sebelum dikirimkan ke penerbit, biasanya naskah asli kupasang di e-book reader, agar naskah terjemahan bisa terpampang penuh di layar monitor.

Karena bentuknya yang mirip sabak atau tablet, sulit untuk membuatnya berdiri tanpa dipegangi agar mempermudah membaca. Ternyata, ada produk yang namanya docking untuk keperluan tersebut. Harganya jangan ditanya… mahal deh! Barangnya juga sulit didapat.

Tak kekurangan akal, aku ambil pengganjal buku (book end) kecil dari rak dan kucoba memodifikasi dengan cara melentikkan ujung lidah penahan bukunya (agar hasilnya lebih bagus, manfaatkan tenaga dalam atau tenaga suami, misalnya hehehe). Hasilnya? Tidak kalah memuaskannya.

Oh iya, sebaiknya ‘sandaran’-nya dilapisi dulu sebelum dipakai untuk mencegah agar eBook readernya tidak tergores logam. Dulu aku pakai lap pembersih kacamata, tapi sekarang kubungkus pakai selubung hasil rajutan sendiri šŸ˜‰

Gunakan kembali, kurangi pemakaian, daur ulang!

Lihat jugaĀ penjepit bukuĀ danĀ penahan bukuĀ buatan sendiri.

Iklan

6 thoughts on “Docking Murah Meriah Untuk eBook Reader

Add yours

  1. Jiaaah…pemerkosaan book end!
    Tapi boleh juga yah idenya, pake tang kan bisa.
    Sekarang tinggal beli e-book readernya dulu, hehe…
    Ada rekomendasi e-book reader yg bagus & lumayan murah?

    1. Hehe… tadinya aku berlagak jadi Xena the Warrior Princess… terus terpikir olehku ‘eh kan ada roomate‘ ngapain repot-repot hihihi.
      iRiver ini aku beli dengan harga diskon (di bawah 2jt) di papataka dot com. Engga berwarna dan engga 3g tapi cukupanlah. Mungkin sebentar lagi juga sabak-sabak 7 inci harganya turun tuh, kalo mau sabar šŸ™‚

      1. Aku gak pernah pake e-reader. Kalo buka pdf misalnya, apakah besar fontnya sama dengan kalo kita print di kertas? Sekarang sih aku masih pake cara itu (hard copy), tapi sama juga, susah mau meletakkan kertasnya di mana…

        1. Di e-book reader font-nya bisa diperbesar. Cocok buat mataku yg udah uhuk-uhuk-plus-uhuk Kalau sumber (Pdf) dan dokumen sasaran (word) dibuka bersamaan dalam satu layar ‘kan window-nya jadi kecil-kecil tuh… kalau dipisah kan bisa ‘ngok’ selayar penuh #halesyan aja sih pingin punya ebook reader hihihi. Kalo dapat bahan hard copy, peralatan perangku lumayan lengkap nih:
          https://dinabegum.wordpress.com/2011/08/10/penjepit-buku-buatan-sendiri/
          https://dinabegum.wordpress.com/2011/10/14/penahan-buku/
          Untuk kertas: http://www.sz-wholesale.com/p/Bubble-Document-Holder/Bubble-Document-Holder-102671.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: