Dina's Pensieve

Blog penerjemah bersertifikat HPI

Bunyi Burung

Untuk menerjemahkan tiruan bunyi, tulisan tentang onomatope dan tiruan bunyi ini sangat berguna. Akan tetapi, kalau bunyinya agak ‘tidak standar’, maka kita perlu sedikit memutar otak. Misalnya contoh ini:

  • From the edge of the woods, the white-throated sparrow (which must come all the way from Boston) calls, “Oh, Peabody, Peabody, Peabody!” On an apple bough, the phoebe teeters and wags its tail and says, “Phoebe, phoe-bee!” The song sparrow, who knows how brief and lovely life is, says, “Sweet, sweet, sweet interlude; sweet, sweet, sweet interlude.”

Kurasa setiap budaya punya terjemahan sendiri untuk bunyi-bunyian. Aku teringat my roomate yang orang Jawa Timur selalu memprotes kami orang Sunda yang mengatakan bunyi ayam jago berkokok itu “kongkorongok,” padahal menurutnya seharusnya “kukuruyuk.” Jadi kupikir paragraf di atas bisa diterjemahkan begini:

  • Dari tepi hutan, burung pipit leher putih (yang datang jauh-jauh dari Boston) memanggil, “Cit-cit-cuit, cit-cit-cuit, cit-cit-cuit!” Di atas dahan apel, yang betina bergoyang dan mengibaskan ekornya sambil berkicau, “Cuit-cuit, cuit-cuit!” Syair lagu burung pipit, yang tahu betapa singkat dan indahnya kehidupan itu, mengatakan, “Liburan nan indah, indah, indah; liburan nan indah, indah, indah.”

Ada lagi kalimat ini:

  • If you enter the barn, the swallows swoop down from their nests and scold. “Cheeky, cheeky!” they say.

Aku sampai mencari bunyi burung layang itu seperti apa sih, ternyata ada lho yang merekamnya. 😉 Rupanya bunyinya memang sedemikian rupa sehingga kupikir tak salah jika kuterjemahkan menjadi:

  • Jika kau masuk ke lumbung, burung layang-layang menukik dari sarang mereka dan menghardik.  “Cerewet, cerewet!” kata mereka.

Satu lagi:

  • From across the road a bird sang “Whippoorwill, whippoorwill!”

Kuterjemahkan:

  • Dari seberang jalan seekor burung berdendang, “Trilili, trilili!
Iklan

4 comments on “Bunyi Burung

  1. g. hapsari
    Februari 7, 2012

    Nerjemahin novel memang musti ekstra kreatif ya, Mbak…wew.

    • Dina Begum
      Februari 7, 2012

      Ah sama aja dengan nerjemahin bahan lainnya… eh.. kecuali teks hukum kali ya… kalo terlalu kreatif bisa berabe

  2. Saya Martha
    Juli 24, 2012

    aihhh, catatan2 terjemahanmu sangat menarik utk disimak mbak dina. 🙂
    betul, kreatif nih…

    • Dina Begum
      Juli 24, 2012

      Trims… Aku pelupa. Kalau enggak dicatet nanti ilang begitu saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Bergabunglah dengan 325 pengikut lainnya

Arsip

Statistik Blog

  • 261,830 hits
%d blogger menyukai ini: