Dina's Pensieve

Blog penerjemah bersertifikat HPI

Pahit pun terasa manis… pada akhirnya

Menjadi wirausaha kreatif itu membutuhkan nyali, perlu tulang punggung, jiwa dan raga. Anda terus-menerus bergerak, menghadapi tantangan, dan meraih peluang sehingga meluangkan waktu untuk merayakan di mana pun Anda berada dalam perjalanan kewirausahaan itu sangat penting. Bahkan langkah mundur, kegagalan, dan kekecewaan juga patut dirayakan. Walaupun rasanya mungkin tidak terlalu menyenangkan, pengalaman buruk merupakan pembelajaran yang tak ternilai harganya, dan itu layak dihormati.

The Right-Brain Business Plan oleh Jennifer Lee, p. 198.

Kecuali membuat perencanaan bisnis dengan cara mengasyikkan, buku “The Right-Brain Business Plan” tidak terlalu mengejutkan buatku, karena tanpa diajari aku sudah melakukan sebagian besar petunjuknya. Akan tetapi, ketika aku membaca tulisan di atas, langsung deh ‘jlebbb!!’

Aku jadi teringat pengalaman pahitku awal tahun 2010. Selama kurang lebih setahun aku bekerjasama dengan sebuah perusahaan Hubungan Masyarakat untuk menerjemahkan materi kliping koran dan majalah dari Bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Hubungan itu harmonis sampai terjadi peristiwa yang sangat memalukan. Aku sedang mengerjakan order dari perusahaan Humas itu, sambil giat mengerjakan tes penerjemahan dari sebuah penerbit. Kemudian, datanglah penawaran menerjemahkan artikel tentang gempa bumi (EN>ID) yang tenggatnya tidak terlalu mendesak dari orang lain. Di otakku yang terbayang adalah sekian rupiah kali sekian ratus kata dengan tenggat ‘terjangkau’.

Ternyata, karena cukup teknis, aku membutuhkan lebih banyak waktu untuk memahami seluruh artikel gempa bumi dan mencari padanan katanya sehingga waktu yang tersisa untuk menggarap penerjemahan lain hanya sedikit. Akibatnya, hasil terjemahanku yang dikerjakan secara terburu-buru sangat buruk. Aku mendapat teguran dari klien perusahaan Humas dan dengan sangat menyesal tidak menagih honornya. Ketika perusahaan itu tidak menghubungiku lagi, walau sakit aku pun maklum. Ini pelajaran pahit yang sangat berharga. Tidak boleh menganggap remeh suatu pekerjaan, betapa pun sedikitnya volume pekerjaan tersebut. Sebaiknya tidak menerima pekerjaan tanpa terlebih dulu memeriksa tingkat kesulitan materi dan jangan menerima pekerjaan hanya karena honornya tinggi padahal sedang punya pekerjaan lain yang harus diselesaikan. Lebih baik sebelum menerima pekerjaan kita berterusterang bahwa karena kebetulan saat itu sedang mengerjakan sesuatu dengan tenggat tanggal tertentu, maka tidak bisa menyanggupi tenggat yang diminta, walaupun honor yang ditawarkan menggiurkan. Jika ternyata tenggatnya bisa ditawar, maka pekerjaan itu memang milik kita. Jika tidak, jangan ragu untuk menolaknya, daripada menghancurkan reputasi yang telah dibangun dengan susah-payah.

Surat elektronik teguran itu sudah kuhapus. Walau begitu, kritikan tajam bagaikan sayatan sembilu tak pernah hilang dari benakku. Setelah memandang kejadian itu dari sudut pandang baru, aku bersyukur telah mengalaminya. Semoga tidak menjadikan aku takabur dan mengulanginya. Oleh karena itu, aku melaksanakan perayaan yang tertunda ini kemarin dengan menikmati sebatang es krim Magnum.

Sekarang, boleh dibilang aku sudah sedikit lebih mahir dalam berakrobat otak. Dan hasil pembelajaran tersebut bisa Anda lihat sendiri di sini.

Iklan

3 comments on “Pahit pun terasa manis… pada akhirnya

  1. nafasdunia
    Februari 13, 2013

    di saat2 seperti itu, biasanya jadi inget toko sebelah. maksudnya rekan penerjemah 😀
    tentu saja teman yg udah jelas bagus kualitas terjemahannya.
    (dan kalo bisa sih, yg baik hati dan suka bagi2 rejeki :D)

  2. barliant
    Juli 1, 2013

    Kalo emang rejeki, mustinya Tuhan tahu kapan order terjemahan itu memang pantas buat kita. Jadi, jangan takut menolak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Oktober 20, 2011 by in Di balik layar.

Bergabunglah dengan 325 pengikut lainnya

Arsip

Statistik Blog

  • 261,995 hits
%d blogger menyukai ini: