Dina's Pensieve

Blog penerjemah bersertifikat HPI

Menerjemahkan dokumen nonbuku

Sebelum menerjemahkan buku, aku memulai karier sebagai penerjemah dengan menerjemahkan dokumen non buku. Diawali dengan menerjemahkan berbagai artikel semasa kuliah untuk keperluan tugas sendiri, kemudian merambah ke ‘menjual’ jasaku kepada teman kuliah dengan imbalan yang kemudian jadi uang tambahan untuk jajan :D.

Dengan mengacu kepada Acuan Tarif Penerjemahan HPI, aku lebih suka menentukan honor berdasarkan hitungan per kata dari bahasa sumber karena dengan begitu klien bisa mengira-ngira berapakah nilai proyek tersebut. Dibandingkan dengan per lembar, menurutku penghitungan berdasarkan kata lebih adil jika dokumennya mengandung gambar, atau bahan presentasi, misalnya, karena gambar yang bukan berupa teks tidak ikut diterjemahkan. Apabila klien tidak punya softcopy-nya, maka apa boleh buat, tapi risikonya tidak bisa cepat.

Biasanya, pemberi kerja maunya cepat selesai. Tapi, menerjemahkan tidak seperti mengetik karena perlu proses agar tidak salah tafsir. Aku mengharapkan klien memberikan dokumen berbentuk softcopy yang bisa diedit (bukan hasil pindaian), karena akan mempercepat penggarapan dengan bantuan CAT Tools, dan akan memberikan hasilnya dalam format MS Word.  Terkadang di dalam dokumen ada teks berupa gambar yang perlu diterjemahkan, contohnya tabel. Atau klien ingin aku memberikan hasil penerjemahan bahan presentasi PowerPoint dalam format aslinya. Mengolah grafik dan mengatur kembali bahan presentasi itu selain menyita waktu juga di luar pekerjaan menerjemahkan. Untuk mengolah grafik aku menggunakan program Adobe Photoshop. Oleh karena itu, aku membebankan biaya terpisah. Besarnya tergantung dari kerumitannya.

Honor menerjemahkan dokumen memang lebih tinggi daripada menerjemahkan buku. Apalagi dokumen ilmu-ilmu khusus, seperti bidang hukum, kedokteran dan lain-lain. Belum lagi kalau kliennya luar negeri, imbalannya DOLAR atau mata uang asing lainnya (pssst… banyak lho kawan-kawan penerjemah yang berpenghasilan bak eksekutif karena sudah go international atau membeli sebidang tanah dari hasil menerjemahkan kontrak mega proyek).  Konon kalau sudah go international harus siap 24 jam karena perbedaan zona waktu dan biasanya klien menginginkan penerjemah memakai program (CAT Tools) yang harga lisensinya ada yang senilai motor skuter baru.

Iklan

One comment on “Menerjemahkan dokumen nonbuku

  1. Ping-balik: Sekadar berbagi: bagaimana aku bisa sampai menjadi penerjemah « Pensieve

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Oktober 9, 2011 by in Di balik layar, Terjemahan and tagged .

Bergabunglah dengan 325 pengikut lainnya

Arsip

Statistik Blog

  • 262,033 hits
%d blogger menyukai ini: