Salah Yoga

Hari Kamis lalu seseorang menelepon aku yang sedang dalam perjalanan ke suatu tempat. Yoga. Dia menawarkan untuk terlibat dalam suatu pekerjaan sebagai copywriter lepas. Kontan saja aku bersemangat, berhubung aku lagi ‘between jobs’ alias nganggur. Mungkin karena aku selalu bersemangat kalau hari Kamis tiba soalnya hari itu aku latihan yoga di sanggar, dan saat itu aku masih merasa berpuas diri karena berhasil melakukan pose-pose rumit yang sebelumnya belum kukuasai, tanpa curiga aku mengasumsikan lawan bicaraku itu adalah Yoga Anggoro, kenalanku yang bekerja di penerbitan.

Pembicaraan di siang hari yang berhujan itupun berlangsung tanpa insiden. Pembicaraan berlanjut saat aku udah tiba kembali di rumah sore harinya. Dengan semangat tinggi aku menceritakan isi pembicaraan itu sama my roomate yang menyemangati supaya aku lebih percaya diri dan berani mencobanya.

Nah, malamnya selagi gue mau nonton Bioskop Trans TV, ga sengaja aku browsing ke O Channel. Entah acaranya apa tapi lagi meliput kegiatannya Yoris Sebastian. Saat itu Yoris mengumandangkan bahwa selanjutnya dia akan meeting dengan British Council. Berhubung aku alumni BC, ya, tentu dong aku melanjutkan menonton, siapa tau ada wajah-wajah yang gue kenali.. ternyata ada Pipit!! Aku langsung kirim SMS ke Pipit dan mengomentari betapa perutnya sudah mulai memproklamasikan kehamilannya (wink!). SMS pun berbalas …lalu…eng … ing…eng… muncullah pertanyaan yang mengagetkan itu “gimana job dari Yoga, menarik ga?” (SMSNYA udah kuhapus – MALU)

….HAH!!?? Ternyata yang tadi itu Yoga-nya Pipit! OMG!! Asli aku malu banget…  Komentar Pipit cuma “Hahaha kebiasaan nyasar blm ilang mbak hehehe”.

Tapi suwer, pembicaraanya nyambung kok, urusannya seputar tulis-menulis dan sedikit menyinggung soal terjemahan. Anybody can make the same mistake. Siapa saja dengan track record nyasar yang keliwat sempurna kayak aku, tepatnya. Ternyata disorientasiku bukan hanya terhadap arah mata angin saja.

Kalau diingat-ingat, memang ada beberapa keanehan sih seperti nomor teleponnya kok engga ada di phonebookku tapi dengan kebiasaan orang jaman sekarang yang punya beberapa nomor telepon pribadi sekaligus hal itu tidak membuat aku curiga. Selain itu kalau ga salah di awal pembicaraan dia nanyain soal pekerjaan terjemahan dari BlueScope. Tapi, aku kan emang suka tebar pesona sekaligus promosi soal terjemahan ke orang-orang yaaa… Yoga Anggoro kan pernah main ke rumah, siapa tau saat itu juga aku menyebut-nyebut BlueScope – kan ga semua orang pelupa kayak aku, mungkin dia punya ingatan fotografis…? Terakhir… kenapa juga namanya sama, kan bukan salah aku tuh!

Heheheh

10 Februari 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: