Perahu Kertas

Setelah penantian panjang selama kurang lebih satu tahun, akhirnya novel ‘Perahu Kertas’-nya Dee sampai juga ke haribaanku. Diantar oleh Pak Kurir yang kepanasan (datang sekitar tengah hari di musim kemarau di perempatan bulan suci Ramadhan), yang tercengang demi melihat aku terpekik kegirangan menyambut kedatangannya. Terlihat jelas bahwa beliau jarang menerima sambutan semacam itu dan sepertinya jadi agak-agak trauma juga. Mungkin besok-besok kalau ada kiriman ke alamatku dia ogah nganter lagi.

Anehnya, buku tidak serta-merta kubaca. Sayang. Nanti cepat habis. Aku ga tau kapan novel Dee berikutnya akan terbit, atau apakah Dee mulai menulis lagi. Akhirnya aku cuma memasukkan datanya ke dalam katalog koleksi (entri ke-159) lalu kupandangi halaman pertama tempat tanda tangan Dee tergurat dengan anggunnya, habis itu kusimpan di rak buku, di sebelah Supernova ‘Petir’. Sungguh pemandangan yang indah.

Novel istimewa berhak dibaca pada saat istimewa juga. Seperti di sore hari yang mendung, dengan ditemani secangkir kopi panas dan alunan musik merdu, misalnya, di saat anak-anak belum bangun dari tidur siang atau belum pulang dari sekolah. Atau saat menunggu sesuatu, sebagai tameng agar tidak terganggu oleh pertanyaan-pertanyaan ga penting dari orang asing sesama penunggu. Atau sebagai pelipur lara saat order terjemahan sedang sepi :p. Atau saat berada di rumah mertua, sebagai hiburan di tengah tekanan yang pastinya ada ;).

30 Agustus 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: