Dina's Pensieve

Blog penerjemah bersertifikat HPI

Penerjemahan teks film

Menerjemahkan teks film itu mengasyikkan dan penuh tantangan. Anda bisa nonton filmnya duluan, itu asyiknya. Tantangannya, selain menerjemahkan teksnya, seorang penerjemah teks film atau subtitler juga bertugas mengatur kemunculan teks sesuai dengan kemunculan ucapan-ucapan di dalam film. Untuk itu, aku menggunakan perangkat lunak Subtitle Worksop yang bisa diunduh secara gratis. Cara menggunakannya cukup mudah, aku belajar sendiri dengan bantuan blog orang-orang yang dengan baik hatinya berbagi pengalaman.

Biasanya, pemberi kerja mengirimkan DVD berisi film dengan format tertentu plus naskahnya. Kalau naskahnya tidak ada, kita bisa mencarinya di http://www.addic7ed.com/. Kita diminta untuk mengirimkan file hasil penerjemahannya saja, filmnya engga dikembalikan:).

Menerjemahkan subtitle tidak bisa dengan cara menerjemahkan naskah subtitlenya secara langsung tanpa menonton filmnya. Terkadang ada kata-kata yang lebih pas diterjemahkan ke dalam ungkapan tertentu dalam Bahasa Indonesia tergantung ekspresi karakter dalam film itu dan tentu saja konteksnya. Hasil penerjemahan subtitlenya pun dibatasi, misalnya teks tidak boleh melebihi sekian karakter dan hanya boleh ada dua baris subtitle yang muncul dalam satu frame. Jika dalam satu frame ada dua dialog, maka kalimat pertama dan kedua diberi tanda minus dan spasi (- )sebelum kalimat, misalnya, ada juga yang memakai garis miring (/). Di sinilah kepiawaian seorang subtitler diuji. Selain menerjemahkan dialog yang terkadang panjang dengan segala keterbatasan ini, juga harus membagi kemunculan teks sedemikian rupa sehingga subtitlenya bisa terbaca walau kalimatnya panjang dan frame-nya berganti dengan cepat.

Film yang paling sulit diterjemahkan adalah film komedi. Apalagi kalau filmnya banyak menggunakan ungkapan-ungkapan yang engga ada padanannya di dalam Bahasa Indonesia. Film-film tentang kedokteran seperti film seri ER atau Trauma juga tantangannya tinggi, karena selain dialognya sering menggunakan istilah-istilah kedokteran yang belum tentu kupahami, filmnya juga terkadang menampakkan adegan mengerikan, seperti adegan bedah-membedah atau orang terluka parah. Hiiiiy! Beruntung banyak naskan subtitle yang menyertakan keterangan tambahan untuk memudahkan penerjemahan, misalnya dalam film seri ER E13-01 Bloodline ini:

WEAVER
(o.s.) (to Detective Greider) I think they took one of my nurses.
(‘…they…’ : i.e. ‘…Steve, Rafe and Mary…’)
(‘…took…’ : i.e. ‘…kidnapped…’)
BYSTANDER
(to Greider) They got in the van and just plowed right by.
(‘…plowed…’ : slang for ‘…drove carelessly…’)
(‘…right by.’ : idiomatic for ‘…very close to me and past me.’)

Hasilnya menjadi seperti ini:

00:00:59:13  00:01:01:05
Kurasa mereka menculik salah satu perawatku.
00:01:01:08  00:01:02:05
Mereka masuk ke mobil lalu kabur.

Meskipun ‘kabur’ bukan padanan yang tepat untuk ‘drove carelessly’ tapi karena keterbatasan tempat, ‘kabur’ jadi lebih sesuai ketimbang ‘tancap gas’, misalnya, atau ‘mengemudi dengan ceroboh’.

Deretan angka itu dihasilkan oleh Subtitle Workshop. Angka-angka itulah yang mengatur kemunculan teks di dalam film.

Menerjemahkan acara talkshhow seperti Oprah juga lumayan sulit, karena mereka bicara terus, jarang jeda, dan umumnya dengan kecepatan tinggi :p. Meskipun menerjemahkan film horor atau suspense mungkin akan lebih mudah karena isinya toh banyak adegan orang yang menjerit-jerit atau celingukan plus melarikan diri ketimbang dialog, tapi aku membayangkan prosesnya bakalan lama selesainya karena bisa-bisa penerjemahnya ketakutan sendiri dan dihantui mimpi buruk…

Sebagaimana pekerjaan menerjemahkan lainnya, aku menyukai menerjemahkan teks film. Dan kalau imbalannya sepadan dengan pekerjaannya cukup menyita waktu, aku pasti dengan senang hati menerima pekerjaan sejenis.😀

Film-film yang subtitle-nya kugarap ada di sini.

Informasi honor berdasarkan pengalaman teman penerjemah:

Sekitar 2008, per 30 menit (disediakan transkripsi & rekaman program): 150.000, ENG-IND.
2013-2014, per 30 menit (transkripsi via email, DVD program diantar, potong iklan jadi yang digarap tidak sampai durasi 30 menit): $100, ENG & JAPANESE-IND. Pemberi kerja dari luar negeri.
– Itut W.

76 comments on “Penerjemahan teks film

  1. Aini
    Agustus 30, 2011

    Deretan angka kemunculan teks itu langsung keluar otomatis dari Subtitle Workshop atau mesti diatur dulu ma kita?

    • dinabegum
      Agustus 30, 2011

      Setelah kita menerjemahkan frasanya, kita harus mengatur kemunculannya dengan menekan tombol pada Subtitle Workshop (SW), atau shortcut-nya, untuk mengepaskan kemunculan frasa itu dengan saat tokoh di film bicara. Hasil pengaturan itulah yang jadi deretan angka tersebut. Setelah teks dianggap pas dengan film, maka teks itu disimpan dengan file .srt. Saat SW memutar film dengan file .srt yang sudah kita buat, SW membaca kode deretan angka itu sehingga muncullah subtitlenya seperti yang kita tonton di TV. Jika terjemahannya pas dan kemunculannya juga pas, rasanya bangga banget heheheh….
      Oia, setelah pihak stasiun TV/pemberi kerja menerima hasil kerja kita, katanya masih ada 1 tahap lagi yang harus mereka kerjakan untuk mengolah film agar siap tayang di TV atau sebelum direkam di DVD, tapi itu bukan tugas subtitler.

  2. Sudiatno
    September 2, 2011

    ulasannya menarik. saya belum pernah dapat subtitling order, tapi dari uraian bu Dina, I guess I won’t hesitate to accept such an order.😀.

    Btw, it’s surprising to see how much your blog has grown as compared to mine. Keep blogging, bu!

    • dinabegum
      September 3, 2011

      Terima kasih… senang rasanya disambangi😀

  3. Ping-balik: Sekadar berbagi: bagaimana aku bisa sampai menjadi penerjemah « Pensieve

  4. Sunu Tri Susatyo
    Januari 26, 2012

    Kereeeeen…. Mau jadi freelance subtitler Mbak, gimana caranya?

    • Dina Begum
      Januari 26, 2012

      Tempo hari sih aku menjawab iklan lowongan subtitler di milis dari Indovision, itung-itung jajal kemampuan menerjemahkan film sambil belajar. Dengar-dengar mereka selalu nyari tenaga subtitler baru. Aku enggak melanjutkan hubungan kerja itu karena honor yang mereka tawarkan kurang sesuai dengan harapanku😉

      • Sunu Tri Susatyo
        Januari 26, 2012

        Makasih ya mbak:) Milis Bahtera ya Mbak?

        • Dina Begum
          Januari 26, 2012

          Iya… aduh Mas Sunu sih jangan ngelamar ke situ kali… peanut, Mas hehehehe….

          • Sunu Tri Susatyo
            Januari 26, 2012

            Ooo… peanut😀 ….. *peanut teh apa?😀

        • Dina Begum
          Januari 26, 2012

          Peanut itu honornya imut hihihi

          • Sunu Tri Susatyo
            Januari 26, 2012

            Oooo… honornya cuma cukup buat beli peanut… hihihi… Apa dong yang honornya duren, Mbak?
            Aku pernah pake subtile workshop URUSoft, dibanding nerjemahinnya, lebih lama cueing nya😀

        • Dina Begum
          Januari 26, 2012

          Betul banget. Kadang nerjemahinya cepet tapi karena harus mengapaskan dengan film jadi lama… makanya ga sebanding kalau dibayar dengan honor ‘peanut’. Kalau honor ‘duren’ aku belom pernah dapat tuh hahaha aku juga mahuuu kalau ada.

  5. metalia
    Maret 29, 2012

    Hai mba Dina.. salam kenal:)
    Iya mba, nerjemahin teks film itu emang susah susah gampang ya… aku ngalamin harus nerjemahin teks bahasa daerah ke bahasa indonesia aja kadang garuk garuk kepala nyari kalimat yang pas. Timingnya juga harus pas.. hehehe.. Tapi seru..

    • Dina Begum
      Maret 29, 2012

      Hai Metalia. Salam kenal juga. Waaah hebat! Bahasa daerah? Seru banget tuh…Ada skripnya? Kalau enggak ada tambah pusing tujuh keliling ya.

      • metalia
        Maret 30, 2012

        hahaha..kl pas ada reporternya yang liputan nemenin sih enak mba, bisa nanya.. tp kalo pas ga ada, biasanya ada scriptnya.. tp tetep aja nyocokin dia ngomong ama yg di tulisan suka susah.. hahahaha… cuman asiknya jadi tau bahasa lain ya..😀

  6. Ping-balik: Menerjemahkan Novel « Dina's Pensieve

  7. keiria
    Maret 13, 2013

    honornya berapa ya kalo untuk penerjemah subtitle?
    hehehe..

    • Dina Begum
      Maret 13, 2013

      Saat aku menggarap subtitle ini honornya kecil banget dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan untuk merampungkan pekerjaan. Mungkin setara dengan harga 16 kaleng Coca Cola per film.😦

      • keiria
        Maret 13, 2013

        tapi sekarang udah gede kan, mbak?😀
        kalo sambil kerja yg lain bisa ga, ya?
        aku minat jg pengen nyoba jd penerjemah subtitle freelance, tp takut keteteran soalnya sambil ngajar juga tiap sore di kursusan..

        • Dina Begum
          Maret 13, 2013

          Terakhir kudengar sih honor subtitling di perusahaan ini belum membaik.

          • hana
            November 7, 2013

            betul mbak, blum naik2 tuh :v

  8. Arita
    Mei 22, 2013

    Salam kenal mbak Dina..
    Aku waktu jaman kuliah ambil mata kuliah Film Translation, trus aku jadi pengen gitu jadi subtitler.
    Aku pernah lamar dan tes di Indovision, tapi kok tes nya ga pake script ya? Malah disuruh nonton reality show trus suruh terjemahin gitu.. padahal dalam bayanganku, jadi subtitler itu menterjemahkan naskah film. Jadilah saya gagal masuk Indovision😦

    Kalo cari tau lowongan subtitler freelance gitu dimana ya mbak? makasih ^^

    • Dina Begum
      Mei 22, 2013

      Hai, salam kenal juga. Mungkin beda-beda cara tesnya. Kebetulan aja aku dapat tes yang ada skrip-nya. Aku kurang paham di mana cari informasi lowongan untuk subtitle.

    • alvi
      Juli 28, 2013

      hai salam kenal, aku juga juga pernah tes di indovision, tapi ya gitu tesnya langsung menggunakan video reality show. ahirnya gagal deh..

  9. Hendra Arrifiandi
    Juni 11, 2013

    Salam kenal mba Dina, aku baru mau mulai nyoba jadi penerjemah lepas tapi kira2 yang bisa part time enaknya nerjemahin apa ya? Buku, film, or something else ? Aku si sukanya nonton film,tapi kata mba honornya kecil….?
    Mohon advisenya mba Dina, thx

    • Dina Begum
      Juni 12, 2013

      Hai, salam kenal juga.
      Coba dulu dari yang kamu suka aja. Kalau kualitas terjemahan sudah bagus, dengan sendirinya imbalan honor juga membaik kok

  10. momtraveler
    Juni 26, 2013

    NICE….. this is what I call a dream job mbak. sambil nonton film (which is also my hobby) tapi bisa dapet duit. kl mo cari info ttg nerjemah film dimana mbak??

    • Dina Begum
      Juni 26, 2013

      Aku pernah lihat iklan lowongan pekerjaan untuk subtitle di jobsdb.com dan di milis yahoogroup Bahtera.

  11. Poetro
    Juli 17, 2013

    Salam kenal Dina. Saya tertarik juga dengan pekerjaan penerjemah freelance buat isi waktu karena di main job saya lagi under capacity nih. Selain itu, untuk adik saya juga sih. Selanjutnya boleh saya banyak tanya-tanya ya? Moga-moga gak mengganggu. (Maaf belom ada fotonya)

    • Dina Begum
      Juli 17, 2013

      Hai Mas Poetro, terima kasih kunjungannya.:)
      Silakan dibaca-baca postingan dan komentar di bawahnya, mungkin pertanyaannya terjawab. Sekarang aku sudah enggak melakoni penerjemahan teks film.

  12. alvi
    Juli 28, 2013

    salam kenal mba dina,
    aku alvi, aku suka banget dengan dunia penerjemahan, aku pengen jadi penerjemah novel…sudah beberapa bulan ini lagi cari lowongan, tapi masih belum beruntung…karena aku masih pemula, aku pengen belajar dari yang ahlinya, syukur-syukur jadi asisten….

  13. khadis
    Juli 31, 2013

    Salam kenal Mba Dina,
    Nama saya Khadis. Sering lihat postingan Mba di Bahtera:)
    Saya juga suka ngasih subtitle, lebih tepatnya sih “belajar menerjemahkan” transkrip film. Karena kebanyakan yang saya kerjakan adalah transkrip film-film pendek (indie) dan dokumenter karya teman-teman saya di komunitas film. Mudah-mudahan ke depan bisa ngasih subtitle film “beneran”, dengan honor beneran hehehe….

    • Dina Begum
      Juli 31, 2013

      Salam kenal juga Mas Khadis. Berarti subtitling pasangan bahasa ID-ENG dong ya kalau filmnya karya teman-teman? Hebat!! Semoga segera terwujud keinginannya:)

      • khadis
        Juli 31, 2013

        Ada yang ID-EN, ada juga yang dari Bahasa Jawa ke Bahasa Inggris. Cuma ya, kalau film dokumenter pesanan orang, masih sering kena koreksi sama reviewer dari pihak klien hehe….

        • Dina Begum
          Juli 31, 2013

          Kalau aku dikoreksi dan hasilnya lebih baik aku sih malah senang. Belum pernah sih dapat koreksi tapi malah maknanya jadi kurang tepat.😉

          • khadis
            Juli 31, 2013

            Jadi terasa sia-sia ya Mba kerjaannya, kalau koreksiannya justru “tidak lebih bagus” hehe…

          • Dina Begum
            Juli 31, 2013

            Batuuuuuul. Rasanya ya nasib ya nasib deeh.

          • khadis
            Juli 31, 2013

            Apalagi kalau (ngomongin) honornya juga kecil wahaha….

  14. sri sech
    September 24, 2013

    Mba, sy mau tanya, link website apa ya mba, misalnya kita nyari film yang mau dan belum diterjemahin.. terus dikirm kmana kalo udh selesai? mksh…

    • Dina Begum
      September 24, 2013

      Hai Sri.
      Maksudnya mau kirim lamaran disertai contoh terjemahan gitu ya? Maaf aku enggak tahu jawabannya. Aku belum pernah menjajaki penerjemahan teks film secara serius.

  15. reyna herichan
    November 14, 2013

    Hai, salam kenal.
    Saya tertarik ingin menambah penghasilan dengan menjadi penerjemah freelance, terutama untuk film. Bagaimana ya prosedurnya dan saya baiknya menghubungi pihak mana ya? t

  16. Sigit Dwi Hartono
    Desember 17, 2013

    Mohon bisa bantu anda mbak dina bila ada job ini, low paid juga gpp. Saya sangat tertarik tapi belum pernah ada peluang. Sejauh ini saya menerjemahkan artikel, surat perjanjian dan makalah atau beberapa bab dari sebuah buku. fyi, saya juga adalah anggota HPI.

    • Dina Begum
      Desember 17, 2013

      Makasih udah main ke sini.
      Aku sudah enggak menggarap subtitle film lagi.

  17. hendra arrifiandi
    Desember 17, 2013

    Belum lama ini saya mengikuti training subtitling film, tapi ternyata untuk film durasi 40 menit butuh waktu 4 – 5 jam menyelesaikannya n honornya emang peanut. Akhirnya saya putuskan untuk tidak meneruskannya. Mba Dina, apa memang butuh waktu selama itu ya, thx Mba Dina.

    • Dina Begum
      Desember 18, 2013

      Bagiku mengerjakan subtitle itu lama. Jadi, silakan menakar sendiri sepadankah honor yang didapat dengan upaya yang dikeluarkan.

  18. Tania Cuis
    April 4, 2014

    Mba Dinaaa salam kenal:)
    Mau nanya nih, dari gajah kakinya empat sampe jerapah yang lehernya jadi panjang, aku nya gak nemu satu pun website atau perusahaan yang ngasih kerjaan translate ke aku. Gimana sih mba nyarinya? Aku sampe putus asa nih😀
    Makasih sebelumnya:)

  19. Chacha
    Maret 7, 2015

    Salam kenal mbak^^, mau tanya,, kalo misal subtitler yg nggak freelance itu nanti ngelamarnya dimana ya?

    • Dina Begum
      Maret 7, 2015

      Silakan baca komentar-komentar di halaman ini. Salah satu modal untuk menjadi penerjemah itu jeli dalam mencari informasi.

  20. Nicco Machi
    April 5, 2015

    Halo Mbak, saat ini saya sedang menjadi freelancer untuk TV berbayar yang disebut-sebut di atas. Honornya memang kecil banget sih padahal kerjaannya susah; ngerjain 20 menitan aja nyampe 5 jam. Ini saya malah dapat yang nggak ada script-nya.😥

    Mau tanya Mbak, kan saya dikontrak setahun nih. Kalau mau mundur sebelum itu caranya bagaimana Mbak? Seperti Mbak Dina yang hanya beberapa film setelah itu tidak melanjutkan. Soalnya saya juga kerja kantoran dan menerjemahkan subtitle ini berat banget apalagi tanpa script. Makasih Mbak:)

    • Dina Begum
      April 5, 2015

      Hai Nicco. Pelajari saja kontraknya.
      Dulu aku enggak pakai kontrak jadi bisa berhenti sewaktu-waktu.

  21. siapa aja
    September 27, 2015

    hallo kak dina… salam kenal. kebetulan aku pernah jadi subtitle di TV berbayar di atas… tapi bukan freelance, kerja di sana… tapi ga lama sih… ga di perpanjang soalnya…. hahaha. Memang berat bikin subtitle, blom lagi nyari padanan kata.

  22. Pandi Anggita
    Oktober 20, 2015

    Halo mbak dina~ bisa bagi pengetahuan gimana cara bisa jadi penerjemah film nggak? harus menghubungi kemana ya? thanks ^^

    • Dina Begum
      Oktober 21, 2015

      Silakan baca komentar tulisan ini. Sudah pernah ada yang bertanya dan sudah kujawab.

  23. arga
    Januari 9, 2016

    ini masih aktif blognya?
    saya sendiri pengen banget jadi penerjemah
    ntah itu film atau penerjemah komik

    ahahahahahaha
    i’m not that good yet, but i start translating news paper article for practice

  24. Aisyah
    Januari 20, 2016

    Menerjemahkan subtitle itu memang penuh perjuangan, apalagi kalau tidak ada naskahnya. Kalau sudah begitu, harus membersihkan telinga dulu supaya dapat mendengar dengan jelas percakapan para tokohnya hehe Saya senang bikin subtitle tapi hanya sekedar hobi, Mba. Pernah bergabung sama fansub gitu, menerjemahkan subtitle dari bahasa Inggris ke Indonesia untuk drama atau variety show Jepang. Kalau untuk dijadikan sebagai salah satu sumber penghasilan sih… mikir dulu deh. Waktu itu pernah ada lowongan sebagai penerjemah subtitle di salah satu grup facebook, honornya peanut bangeeeeet. Ga nyampe Rp 5000,- per video #pingsan
    Mengenai perangkat lunak untuk membuat subtitle, saya biasanya memakai Aegisub. Nanti mau nyoba Subtitle Workshop ah, pengen tau apa bedanya.

    • Dina Begum
      Januari 21, 2016

      Agar bisa menjadi sumber penghasilan, carilah klien yang sanggup bayar dengan pantas. Kalau bertahan dengan klien bermental “amal” memang tidak akan bisa menghidupi. Semoga sukses.

  25. tommy2052
    Februari 5, 2016

    Salam kenal mbak Dina, to the point mbak link untuk tutorial-cara-membuat-subtitle-film.html dari http://www.dangdyud.kandangbuaya.com/, koq broken ya mbak, padahal saya ingin melihat blog itu sebagai bekal untuk keinginan (baru) saya menterjemahkan sub-title film. Matur Nuwun

    • Dina Begum
      Februari 5, 2016

      Terima kasih atas perhatiannya, Tommy. Aku yakin bila dicari di internet informasi yang diinginkan ada.

  26. Rina
    Februari 22, 2016

    Salam kenal, Bu Dina. Terima kasih sudah mau berbagi pengalaman tentang penerjemahan subtitle ini. Kalau dari pengalaman Bu Dina dulu, berapa hari klien memberikan waktu untuk menyelesaikan penerjemahan subtitle itu? Apa pihak klien bisa mentolerir jika penerjemah telat memberikan hasil terjemahan atau meminta pengunduran tenggat waktu? Terima kasih sebelumnya.

    • Dina Begum
      Februari 22, 2016

      Salam kenal, Rina.
      Karena masih belajar, saat itu klien memberikan waktu 2 hari untuk menggarap 1 film berdurasi 20 menit.
      Bagi pekerja lepas tenggat itu sakral, sedapat mungkin ditepati kecuali ada kejadian di luar kuasa yang menimpa kita sehingga kita terpaksa meminta perpanjangan waktu. Risiko melewati tenggat terburuk adalah tidak mendapat pekerjaan lagi.

      • Rina
        Februari 29, 2016

        Terima kasih atas jawabannya, Bu Dina. Saya mau nanya lagi. Pernah tidak Bu Dina mendapat orderan penerjemahan dokumen berbarengan dengan kerjaan baru dari Ind*****on dengan tenggat waktu yang sama? Jika ada dua orderan seperti itu, mana yang Bu Dina dahulukan? Apakah penerjemahan dokumen yang honornya lebih besar daripada yang honornya *ehm* lebih kecil itu? Kalau sekali kita menolak kerjaan dari Ind*****on itu, apakah selanjutnya kita tidak diberi kerjaan lagi oleh mereka? Terima kasih sebelumnya.

      • Rina
        Februari 29, 2016

        Terima kasih atas jawabannya, Bu Dina. Saya mau nanya beberapa hal lagi.
        1. Pernah tidak Bu Dina mendapat orderan dokumen dan orderan subtitle dari Ind*****on di saat yang bersamaan dengan tenggat waktu yang sama-sama mepet? Mana yang Bu Dina pilih? Apakah penerjemahan dokumen yang honornya lebih besar atau penerjemahan teks film yang honornya tergolong “peanut”? Jika sekali kita menolak kerjaan dari Ind*****on itu, apakah mereka tidak akan lagi memberikan pekerjaan pada kita?
        2. Jika boleh tahu, saat Bu Dina memutuskan untuk mengakhiri hubungan kerja dengan Ind*****on itu, apa yang Ibu bilang kepada mereka? Bagaimana tanggapan mereka saat itu?
        Terima kasih sebelumnya, Bu.

        • Dina Begum
          Maret 1, 2016

          Rina yang baik,
          Sebagai orang yang mencari nafkah dengan menerjemah, tentu aku lebih memilih peluang yang menawarkan imbalan paling baik. Ketimbang ngotot mengerjakan subtitle dengan honor kecil, lebih baik aku menggunakan waktu untuk mencari calon klien yang mampu memberikan imbalan dengan pantas. Aku tidak khawatir kehilangan klien yang tidak bisa menghargai penerjemah karena pengalaman dan kemampuanku bukan kudapat dari kemarin sore. Semoga ini cukup menjawab pertanyaanmu.

  27. Ricky
    Februari 25, 2016

    Hai Kak Dina. Salam kenal, aku Ricky yang lagi ngelamar di Indovision.

    Sejak 2 minggu lalu ikut tes sama interview di Indovision, aku sering baca komen2 disini kak, berguna bangat, puji Tuhan. Kemarin udah lolos bebrapa tahap tes sama interview di Indovision, terakhir dikasih tugas akhir buat dikerjain di rumah, terjemahin teks reality show gitu. Nah, menurut aku dan beberapa teman, hasil tes yang aku kerjain udah lumayan bagus kok, tapi udah dua hari belum ada kabar dari pihak Indovision-nya. Mau nanya sih gimana hasilnya, tapi gak enak jga. Menurut ka Dina gmna ya sebaiknya? Gak enak harus nunggu gk jls kyk gini….😦. Ohiya, terima kasih kak Dina.

    • Dina Begum
      Februari 25, 2016

      Salam kenal, Ricky.
      Kalau ingin menindaklanjuti lamaran, boleh saja bertanya tapi harap diingat, mungkin yang melamar banyak, enggak cuma satu, jadi calon pemberi kerja perlu waktu untuk memeriksa kualitas calon penerjemah sulih teks. Sementara menunggu, coba melamar ke tempat lain. Pemberi kerja juga tidak hanya satu.😉
      Semoga sukses, ya.

  28. Ricky
    Februari 29, 2016

    Wah iya nih, kemarin udah sempat nanya lagi dan katanya sih masih di-review padahal udah seminggu tpi belum ada kabar lagi. Hehehe. thanks kak buat waktunya.:)
    Ohiya, ada saran gk yah kak untuk lulusan bahasa (inggris) selain translator dan teacher, ada gak ya field yang cocok buat background bahasa? Thanks😉

    • Dina Begum
      Februari 29, 2016

      Entah, ya. Aku bukan lulusan bahasa.

  29. vani
    April 18, 2016

    salam kenal mba dina,

    berapa sih rata2 gaji bagi penerjemah lepas bukan yang full untuk penerjemah lepas baru yang belum ada pengalaman, mohon infonya .. terima kasih

    • Dina Begum
      April 18, 2016

      Salam kenal, Vani.
      Mungkin tulisan ini agak membantu. Penerjemah lepas tidak punya gaji yang setiap bulan diterima baik.😉
      https://dinabegum.com/2016/01/27/senjata-penerjemah/

      Aku yakin sedikit sekali (kalaupun ada) yang mau mengungkapkan berapa penghasilan penerjemah per tahunnya. Kalau aku, cukuplah untuk menghidupi keluarga yang terdiri dari empat orang, membiayai pendidikan anak-anak hingga ke jenjang universitas.

  30. liesna
    April 28, 2016

    hai mbak dina, aku nana
    aku sudah lama pengen banget masuk ke dunia penerjemahan. namun aku belum memulainya. bingung nyari novel inggris, takut yang aku terjemahin sudah ada terjemahan yang beredar, trus apa yang harus kulakukan dengan terjemahanku. akhirnya sampai sekarang cuma nerjemahin buat diri sendiri ( lagu, varietyshow, abstrak temen). bagaimana cara memulai langkah pertama ke dunia penerjemahan?
    terima kasih mbak😀

Komentar ditutup.

Information

This entry was posted on Agustus 29, 2011 by in Di balik layar, Terjemahan and tagged , , , .

Bergabunglah dengan 272 pengikut lainnya

Arsip

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 272 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: