Hex Hall

546931_393114440781890_31442367_n
Cetak ulang I, 2011.

Ceritanya lucu. Senang sekali menerjemahkannya. Semoga kelucuannya juga berhasil kupindahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Penulis: Rachel Hawkins Penerbit: Ufuk Bahasa asli: Inggris Terbit: Oktober 2011 Sinopsis Aku berputar untuk pergi, tetapi pintunya terbanting tertutup beberapa senti dari wajahku. Tiba-tiba angin rasanya bertiup ke dalam ruangan dan gambar-gambar di dinding pun bergetar. Ketika aku kembali berputar menghadap gadis-gadis itu, ketiganya sedang tersenyum sambil menatapku, rambut mereka melayang-layang di wajah seakan-akan sedang berada di bawah permukaan air. Satu-satunya lampu di dalam ruangan berkelip-kelip lalu padam. Aku hanya bisa melihat riak-riak cahaya keperakan yang lewat di bawah kulit gadis-gadis itu, seperti merkuri. Bahkan mata mereka pun berpendar. Mereka mulai terangkat, ujung sepatu seragam Hecate mereka nyaris tak menyentuh karpet yang mirip lumut itu. Sekarang mereka sudah bukan ratu supermodel penyambutan lagi—mereka penyihir, dan penyihir yang sangat berbahaya pula. Bahkan sementara aku melawan desakan untuk jatuh berlutut dan melindungi kepala ***dengan kedua tanganku, aku bertanya-tanya, beginikah yang bisa kulakukan?

Astrid
Astrid

Tiga tahun yang lalu, Sophie Mercer mendapati bahwa dirinya ternyata seorang penyihir. Itu membuatnya sedikit bermasalah. Ibunya yang tidak dikaruniai bakat menyihir sebisa mungkin selalu mendukungnya, sambil berkonsultasi dengan ayah Sophie yang sudah berpisah dengan ibunya—seorang warlock Eropa yang sulit ditemui—hanya kalau sedang perlu saja. Tapi ketika Sophie menarik terlalu banyak perhatian manusia akibat mantra pada pesta prom yang menjadi kacau-balau, ayahnyalah yang memutuskan hukuman untuknya: diasingkan ke Hex Hall, sebuah sekolah pemasyarakatan terpencil untuk Prodigium—alias penyihir, peri, dan shapeshifter—yang membandel. Pada akhir hari pertama berada di antara sesama remaja aneh, Sophie mengantungi kartu skor yang cukup mengesankan: tiga musuh kuat yang berwajah bagaikan supermodel, naksir bertepuk sebelah tangan kepada warlock ganteng, hantu menyeramkan yang membuntuti, dan teman sekamar baru yang kebetulan merupakan orang yang paling dibenci dan satu-satunya vampir di kampus. Lebih buruk lagi, Sophie segera mendapati bahwa ada predator misterius yang menyerang murid-murid, dan satu-satunya teman yang dimilikinya merupakan tersangka nomor satu. Sementara serangkaian misteri yang mengerikan mulai terungkap, Sophie bersiap-siap menghadapi ancaman yang paling besar: kelompok rahasia kuno yang bertekad untuk menghancurkan semua Prodigium, khususnya dia. Baca juga:

Wawancara dengan Sophie Mercer. Ulasan buku:

Vani.
Hex Hall, cetak ulang 2014 dari Fantasious
Hex Hall, cetak ulang 2014 dari Fantasious
Iklan

2 thoughts on “Hex Hall

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: