Kisah si vampir galau

Penulis: Tim Collins
Penerjemah : Harisa Permatasari
Penyunting:
Musa Annaqi
ISBN
: 9786029837711
Rilis
: 2011
Halaman
: 286p 
Penerbit
: Kantera 
Bahasa
: Indonesia
Harga:
Rp 38.000

Menurutku sih ceritanya agak-agak mirip ‘Midnight Sun’-nya Stephenie Meyer tapi dari sisi vampir yang sungguh kurang beruntung (pada awalnya). Kelihatan jelas penulis ‘berkiblat’ kepada kaum vampir versi Meyer yang engga tidur, engga bisa makan makanan manusia, punya pesona yang menghanyutkan dan punya kekuatan super. Sayangnya dua ciri khas terakhir itu tak dimiliki Nigel si Vampir tengil ini.

Sepanjang membaca aku dibuat cengengesan, yang paling konyol menurutku adalah ketika si Nigel pulang sekolah dalam keadaan sakit sehabis mengikuti kelas gabungan toleransi beragama. Rupanya vampir jenis ini bisa migren parah kalau melihat simbol religius apa pun. Dan di kelas itu gurunya menunjukkan berbagai simbol dari semua agama besar. Hihihi… dia cuma bisa bertahan sampai Bulan Bintang dan Yin Yang sebelum akhirnya kabur dengan kepala berputar-putar…

Pokoknya ceritan ini menghibur. Tapi aku juga agak khawatir ketika ternyata buku ini merupakan buku pertama dari seri Vampir Tengil. Jangan-jangan nanti bermunculan tokoh werewolf dan Volturi di buku berikutnya :p

Sinopsis
Mungkin sebagian manusia menganggap vampir itu menyeramkan, dan sebagian lain menganggapnya makhluk yang keren. Tetapi tidak bagiku, aku tidak menyeramkan dan juga tidak keren.

Aku menjadi vampir di usia 15 tahun, dan saat ini umurku hampir 100 tahun. Terbayangkankah kalian, aku mengalami masa puber selama hampir 85 tahun. Tidak hanya suaraku yang baru pecah, jerawat yang mengerumuni wajah, tetapi aku juga harus mempelajari hal yang sama di sekolah berulang-ulang. Oleh sebab itu aku menjadi tidak PD, anti-sosial. dan  terpaksa bermain dengan anak-anak Emo dan Gotik.

Tetapi kemalangan ini berubah sejak Chloe hadir dalam hidupku. Dia mewarnai hari-hariku yang kuanggap gelap. Dan kutuliskan hari-hariku dalam sebuah diari.

Kuharap kalian akan mengetahui jika vampire juga berperasaan.

PS: Kalian ku perbolehkan mengutip puisi atau curhatan-ku untuk kartu valentine kalian.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: