Penerjemahan teks film

Menerjemahkan teks film itu mengasyikkan dan penuh tantangan. Anda bisa nonton filmnya duluan, itu asyiknya. Tantangannya, selain menerjemahkan teksnya, seorang penerjemah teks film atau subtitler juga bertugas mengatur kemunculan teks sesuai dengan kemunculan ucapan-ucapan di dalam film. Untuk itu, aku menggunakan perangkat lunak Subtitle Worksop yang bisa diunduh secara gratis. Cara menggunakannya cukup mudah, aku belajar sendiri dengan bantuan blog orang-orang yang dengan baik hatinya berbagi pengalaman.

Biasanya, pemberi kerja mengirimkan DVD berisi film dengan format tertentu plus naskahnya. Kalau naskahnya tidak ada, kita bisa mencarinya di http://www.addic7ed.com/. Kita diminta untuk mengirimkan file hasil penerjemahannya saja, filmnya engga dikembalikan :).

Menerjemahkan subtitle tidak bisa dengan cara menerjemahkan naskah subtitlenya secara langsung tanpa menonton filmnya. Terkadang ada kata-kata yang lebih pas diterjemahkan ke dalam ungkapan tertentu dalam Bahasa Indonesia tergantung ekspresi karakter dalam film itu dan tentu saja konteksnya. Hasil penerjemahan subtitlenya pun dibatasi, misalnya teks tidak boleh melebihi sekian karakter dan hanya boleh ada dua baris subtitle yang muncul dalam satu frame. Jika dalam satu frame ada dua dialog, maka kalimat pertama dan kedua diberi tanda minus dan spasi (- )sebelum kalimat, misalnya, ada juga yang memakai garis miring (/). Di sinilah kepiawaian seorang subtitler diuji. Selain menerjemahkan dialog yang terkadang panjang dengan segala keterbatasan ini, juga harus membagi kemunculan teks sedemikian rupa sehingga subtitlenya bisa terbaca walau kalimatnya panjang dan frame-nya berganti dengan cepat.

Film yang paling sulit diterjemahkan adalah film komedi. Apalagi kalau filmnya banyak menggunakan ungkapan-ungkapan yang engga ada padanannya di dalam Bahasa Indonesia. Film-film tentang kedokteran seperti film seri ER atau Trauma juga tantangannya tinggi, karena selain dialognya sering menggunakan istilah-istilah kedokteran yang belum tentu kupahami, filmnya juga terkadang menampakkan adegan mengerikan, seperti adegan bedah-membedah atau orang terluka parah. Hiiiiy! Beruntung banyak naskan subtitle yang menyertakan keterangan tambahan untuk memudahkan penerjemahan, misalnya dalam film seri ER E13-01 Bloodline ini:

WEAVER
(o.s.) (to Detective Greider) I think they took one of my nurses.
(‘…they…’ : i.e. ‘…Steve, Rafe and Mary…’)
(‘…took…’ : i.e. ‘…kidnapped…’)
BYSTANDER
(to Greider) They got in the van and just plowed right by.
(‘…plowed…’ : slang for ‘…drove carelessly…’)
(‘…right by.’ : idiomatic for ‘…very close to me and past me.’)

Hasilnya menjadi seperti ini:

00:00:59:13  00:01:01:05
Kurasa mereka menculik salah satu perawatku.
00:01:01:08  00:01:02:05
Mereka masuk ke mobil lalu kabur.

Meskipun ‘kabur’ bukan padanan yang tepat untuk ‘drove carelessly’ tapi karena keterbatasan tempat, ‘kabur’ jadi lebih sesuai ketimbang ‘tancap gas’, misalnya, atau ‘mengemudi dengan ceroboh’.

Deretan angka itu dihasilkan oleh Subtitle Workshop. Angka-angka itulah yang mengatur kemunculan teks di dalam film.

Menerjemahkan acara talkshhow seperti Oprah juga lumayan sulit, karena mereka bicara terus, jarang jeda, dan umumnya dengan kecepatan tinggi :p. Meskipun menerjemahkan film horor atau suspense mungkin akan lebih mudah karena isinya toh banyak adegan orang yang menjerit-jerit atau celingukan plus melarikan diri ketimbang dialog, tapi aku membayangkan bahwa prosesnya bakalan lama selesainya karena bisa-bisa penerjemahnya ketakutan sendiri dan dihantui mimpi buruk…

Sebagaimana pekerjaan menerjemahkan lainnya, aku menyukai menerjemahkan teks film. Dan kalau imbalannya sepadan dengan pekerjaannya cukup menyita waktu, aku pasti dengan senang hati menerima pekerjaan sejenis. :D

Film-film yang subtitle-nya kugarap ada di sini.

About these ads

Tentang Dina Begum

Penerjemah, anggota Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI). Bagi Dina, menerjemahkan adalah impian, kebanggaan dan hobi, sementara membaca sudah menjadi bagian dari kehidupannya.
Tulisan ini dipublikasikan di Di balik layar, Terjemahan dan tag , , , . Tandai permalink.

55 Balasan ke Penerjemahan teks film

  1. Aini berkata:

    Deretan angka kemunculan teks itu langsung keluar otomatis dari Subtitle Workshop atau mesti diatur dulu ma kita?

    • dinabegum berkata:

      Setelah kita menerjemahkan frasanya, kita harus mengatur kemunculannya dengan menekan tombol pada Subtitle Workshop (SW), atau shortcut-nya, untuk mengepaskan kemunculan frasa itu dengan saat tokoh di film bicara. Hasil pengaturan itulah yang jadi deretan angka tersebut. Setelah teks dianggap pas dengan film, maka teks itu disimpan dengan file .srt. Saat SW memutar film dengan file .srt yang sudah kita buat, SW membaca kode deretan angka itu sehingga muncullah subtitlenya seperti yang kita tonton di TV. Jika terjemahannya pas dan kemunculannya juga pas, rasanya bangga banget heheheh….
      Oia, setelah pihak stasiun TV/pemberi kerja menerima hasil kerja kita, katanya masih ada 1 tahap lagi yang harus mereka kerjakan untuk mengolah film agar siap tayang di TV atau sebelum direkam di DVD, tapi itu bukan tugas subtitler.

  2. Sudiatno berkata:

    ulasannya menarik. saya belum pernah dapat subtitling order, tapi dari uraian bu Dina, I guess I won’t hesitate to accept such an order. :D.

    Btw, it’s surprising to see how much your blog has grown as compared to mine. Keep blogging, bu!

  3. Ping balik: Sekadar berbagi: bagaimana aku bisa sampai menjadi penerjemah « Pensieve

  4. Sunu Tri Susatyo berkata:

    Kereeeeen…. Mau jadi freelance subtitler Mbak, gimana caranya?

  5. Sunu Tri Susatyo berkata:

    Ih, kan mbak udah sering ngerasain durennya Gram***a. Ssssst, enak gak? :D

  6. Sunu Tri Susatyo berkata:

    Hahahahaha…. Salam kenal Mbak Dina :) Have a nice day! :)

  7. metalia berkata:

    Hai mba Dina.. salam kenal :)
    Iya mba, nerjemahin teks film itu emang susah susah gampang ya… aku ngalamin harus nerjemahin teks bahasa daerah ke bahasa indonesia aja kadang garuk garuk kepala nyari kalimat yang pas. Timingnya juga harus pas.. hehehe.. Tapi seru..

    • Dina Begum berkata:

      Hai Metalia. Salam kenal juga. Waaah hebat! Bahasa daerah? Seru banget tuh…Ada skripnya? Kalau enggak ada tambah pusing tujuh keliling ya.

      • metalia berkata:

        hahaha..kl pas ada reporternya yang liputan nemenin sih enak mba, bisa nanya.. tp kalo pas ga ada, biasanya ada scriptnya.. tp tetep aja nyocokin dia ngomong ama yg di tulisan suka susah.. hahahaha… cuman asiknya jadi tau bahasa lain ya.. :D

  8. Ping balik: Menerjemahkan Novel « Dina's Pensieve

  9. keiria berkata:

    honornya berapa ya kalo untuk penerjemah subtitle?
    hehehe..

  10. Arita berkata:

    Salam kenal mbak Dina..
    Aku waktu jaman kuliah ambil mata kuliah Film Translation, trus aku jadi pengen gitu jadi subtitler.
    Aku pernah lamar dan tes di Indovision, tapi kok tes nya ga pake script ya? Malah disuruh nonton reality show trus suruh terjemahin gitu.. padahal dalam bayanganku, jadi subtitler itu menterjemahkan naskah film. Jadilah saya gagal masuk Indovision :(

    Kalo cari tau lowongan subtitler freelance gitu dimana ya mbak? makasih ^^

    • Dina Begum berkata:

      Hai, salam kenal juga. Mungkin beda-beda cara tesnya. Kebetulan aja aku dapat tes yang ada skrip-nya. Aku kurang paham di mana cari informasi lowongan untuk subtitle. Coba cari di jobsdb.com. Saat ini kulihat ada dua postingan mencari lowongan subtitler, salah satunya dari Indovison.

    • alvi berkata:

      hai salam kenal, aku juga juga pernah tes di indovision, tapi ya gitu tesnya langsung menggunakan video reality show. ahirnya gagal deh..

  11. Hendra Arrifiandi berkata:

    Salam kenal mba Dina, aku baru mau mulai nyoba jadi penerjemah lepas tapi kira2 yang bisa part time enaknya nerjemahin apa ya? Buku, film, or something else ? Aku si sukanya nonton film,tapi kata mba honornya kecil….?
    Mohon advisenya mba Dina, thx

  12. momtraveler berkata:

    NICE….. this is what I call a dream job mbak. sambil nonton film (which is also my hobby) tapi bisa dapet duit. kl mo cari info ttg nerjemah film dimana mbak??

  13. Poetro berkata:

    Salam kenal Dina. Saya tertarik juga dengan pekerjaan penerjemah freelance buat isi waktu karena di main job saya lagi under capacity nih. Selain itu, untuk adik saya juga sih. Selanjutnya boleh saya banyak tanya-tanya ya? Moga-moga gak mengganggu. (Maaf belom ada fotonya)

  14. alvi berkata:

    salam kenal mba dina,
    aku alvi, aku suka banget dengan dunia penerjemahan, aku pengen jadi penerjemah novel…sudah beberapa bulan ini lagi cari lowongan, tapi masih belum beruntung…karena aku masih pemula, aku pengen belajar dari yang ahlinya, syukur-syukur jadi asisten….

  15. khadis berkata:

    Salam kenal Mba Dina,
    Nama saya Khadis. Sering lihat postingan Mba di Bahtera :)
    Saya juga suka ngasih subtitle, lebih tepatnya sih “belajar menerjemahkan” transkrip film. Karena kebanyakan yang saya kerjakan adalah transkrip film-film pendek (indie) dan dokumenter karya teman-teman saya di komunitas film. Mudah-mudahan ke depan bisa ngasih subtitle film “beneran”, dengan honor beneran hehehe….

  16. sri sech berkata:

    Mba, sy mau tanya, link website apa ya mba, misalnya kita nyari film yang mau dan belum diterjemahin.. terus dikirm kmana kalo udh selesai? mksh…

  17. reyna herichan berkata:

    Hai, salam kenal.
    Saya tertarik ingin menambah penghasilan dengan menjadi penerjemah freelance, terutama untuk film. Bagaimana ya prosedurnya dan saya baiknya menghubungi pihak mana ya? t

  18. Sigit Dwi Hartono berkata:

    Mohon bisa bantu anda mbak dina bila ada job ini, low paid juga gpp. Saya sangat tertarik tapi belum pernah ada peluang. Sejauh ini saya menerjemahkan artikel, surat perjanjian dan makalah atau beberapa bab dari sebuah buku. fyi, saya juga adalah anggota HPI.

  19. hendra arrifiandi berkata:

    Belum lama ini saya mengikuti training subtitling film, tapi ternyata untuk film durasi 40 menit butuh waktu 4 – 5 jam menyelesaikannya n honornya emang peanut. Akhirnya saya putuskan untuk tidak meneruskannya. Mba Dina, apa memang butuh waktu selama itu ya, thx Mba Dina.

  20. Tania Cuis berkata:

    Mba Dinaaa salam kenal :)
    Mau nanya nih, dari gajah kakinya empat sampe jerapah yang lehernya jadi panjang, aku nya gak nemu satu pun website atau perusahaan yang ngasih kerjaan translate ke aku. Gimana sih mba nyarinya? Aku sampe putus asa nih :D
    Makasih sebelumnya :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s